padang mahsyar
padang mahsyar

10 Rupa Tampilan Manusia Penuh Maksiat di Padang Mahsyar

Padang Mahsyar merupakan tempat yang sangat luas di mana seluruh manusia dikumpulkan setelah mereka dibangkitkan dari kubur atau tempat lain yang Allah kehendaki untuk diadili satu per satu di hadapanNya untuk ditimbang semua amalnya dan dihisab (Sayyid Abdullah bin Alawi al-Haddad, Sabîlul Iddikâr wal I’tibâr bimâ Yamurru bil Insân wa Yanqadli Lahu minal A’mâr [Dar Al-Hawi, 1998], cet. II, hal. 14).

Berbeda dengan hari kiamat, ketika manusia di dunia masih bisa saling tolong antara satu sama lain ketika menghadapi krisis. Meski rasa dan perasaan tidak tenang dan dihantui rasa khawatir. Namun, terkadang untuk keluar dari krisis seseorang akan ditolong oleh orang lain yang dapat membantu mengatasi masalahnya. Bagaimanapun masih ada kemungkinan kita mendapatkan pertolongan ketika di dunia.

Namun, sayangnya ketika diakhirat semua orang akan berfikir untuk dirinya masing-masing. Interaksi tolong menolong pun terputus ketika itu. Karena kedudukan maupun  harta dunia tak lagi diperlukan ketika kita dihadapkan dengan penghakiman Tuhan.

Al-Quran menerangkan bahwa suatu ketika manusia dan jin dikumpulkan di Padang Mahsyar. Manusia yang telah mendapat hasil kelezatan duniawi karena syahwat yang dijadikan indah oleh setan. Dan sebagai ganti setan telah memperoleh kenikmatan karena ketundukan manusia kepadanya. Dan ketika di hari kiamat merupakan hari penyesalan mereka, namun penyesalan tersebut tidaklah berguna lagi. Itulah keadilan Allah yang telah disampaikan oleh para Rasulnya.

Seperti yang tertulis dalam al-Quran : “Dan (ingatlah) pada hari ketika Dia mengumpulkan mereka semua (dan Allah berfirman), “Wahai golongan jin! Kamu telah banyak (menyesatkan) manusia.” Dan kawan-kawan mereka dari golongan manusia berkata, “Ya Tuhan, kami telah saling mendapatkan kesenangan dan sekarang waktu yang telah Engkau tentukan buat kami telah datang.” Allah berfirman, “Nerakalah tempat kamu selama-lamanya, kecuali jika Allah menghendaki lain.” Sungguh, Tuhanmu Maha Bijaksana, Maha Mengetahui.” (QS Al-An’am: 128)

Baca Juga:  Memahami Al-Quran sebagai Mukjizat Terbesar dan Abadi

Di padang mahsyar seperti yang dikisahkan oleh Rasulullah kepada Mu’adz bin Jabal RA bahwa terdapat 10 golongan pelaku maksiat dengan wajah dan penampilan mereka masing-masing sesuai dengan jenis kemaksiatan yang mereka lakukan selama hidup di dunia.

Pertama, seorang manusia yang diserupakan wajahnya seperti monyet. Mereka adalah orang-orang yang ketika di dunia suka menyebarkan fitnah di antara manusia.

Kedua, seorang manusia yang diserupakan seperti babi. Yang serupa babi adalah orang suka makan harta haram dan merampas hak orang lain.

Ketiga, seorang manusia yang tubuhnya terbalik (kakinya di atas) dan diseret muka mereka. Yang tertelungkup kepalanya di bawah kakinya di atas, adalah kaum pemakan riba.

Keempat, seorang manusia yang buta tersungkur. Yang dalam keadaan buta adalah mereka yang bertindak zalim dalam pemerintahan.

Kelima, seorang manusia yang bisu tuli dan tidak berakal. Yang buta-tali ialah orang yang suka ‘ujub (bangga dan sombong) dengan amalannya.

Keenam, seorang manusia yang mengunyah-ngunyah lidahnya sendiri yang menjulur sampai ke dada; dari mulut mereka mengalir nanah laksana air liur berbau busuk dan membuat semua orang merasa jijik kepadanya. Yang mengunyah-unyah lidahnya sendiri seperti ini adalah para ulama dan hakim yang kata-katanya berlawanan dengan perbuatannya.

Ketujuh, seorang manusia yang disalib di atas palang-palang api. Yang tersalib di atas palang-palang api adalah orang yang suka memfitnah orang lain kepada penguasa.

Kedelapan, seorang manusia yang terpotong tangan dan kakinya. Yang terpotong-potong tangan dan kakinya adalah orang yang selalu mengganggu tetangganya.

Kesembilan, seorang manusia yang baunya lebih busuk dari bangkai. Yang bahunya lebih busuk dari pada bangkai adalah orang yang selalu memuaskan hawa nafsunya, bergelimang dalam dosa syahwat dan menolak menunaikan hak Allah dalam harta kekayaannya.

Baca Juga:  Syawal Bulan Pembuktian : Inilah 3 Amalan yang Baik di Bulan Syawal

Kesepuluh, seorang manusia yang memakai baju-baju panjang (terbuat dari timah meleleh). Mereka adalah orang yang selalu takabur, suka bermegah dan memuji diri.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa para pelaku kemaksiatan di dunia, baik kemaksiatan itu merugikan orang lain atau hanya merugikan diri sendiri, akan ditampakkan oleh Allah di akhirat dengan wajah atau rupa binatang dan penampilan yang mengerikan. Di Padang Mahsyar manusia tidak akan pernah bisa menghindar atau bersembunyi dari pengadilan Allah dan semua amal ibadahnya tidak akan pernah luput dari penghitungan Allah.

Bagikan Artikel ini:

About wahyuningsih

Avatar of wahyuningsih

Check Also

tidak sukses

Sudah Berilmu Tidak Sukses, Ini Penyebabnya

Memiliki kehidupan yang sukses dan bahagia merupakan mimpi yang di idam-idamkan oleh semua manusia. Dengan …

ibnu al khwarizmi

Ilmuwan Muslim yang Dikagumi Penemu Facebook : Berjasa Besar terhadap Algoritma Media Sosial

Perkembangan media sosial dewasa ini melesat dengan cepat. Pilihannyapun beragam dengan hadirnya berbagai platform seperti …