islam kaffah
islam kaffah

2 Tahap Menjadi Muslim Kaffah

Apa yang anda risaukan mendengarkan istilah “islam kaffah“? Memang belakangan ini, kata tersebut diklaim bahwasanya seorang muslim tidak dianggap kaffah jika belum dapat merealisasikan syariat islam di dalam  kehidupan. Kondisi itu hanya bisa ditegakkan melalui sistem khilafah islamiyyah. Benarkah demikian?

Ada 2 tahapan agar kita dapat memahaminya Islam kaffah secara utuh. Sehingga tidak terkesan memaknai islam kaffah secara serampangan.

Pertama

Islam Kaffah. Istilah islam kaffah itu muncul dijadikan suatu slogan dengan merujuk pada dari Surat Al-Baqarah ayat 208 sebagai berikut,

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Artinya, “Wahai orang yang beriman, masuklah kamu semua ke dalam Islam. Janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kalian,”

Menyikapi ayat tersebut mengenai islam kaffah, Syekh Wahbah Az-Zuhayli menerangkan bahwa, “Wahai orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam seluruhnya, bukan sebagian-sebagian, atau berdamailah, dan beramallah berdasakan hukum yang sesuai.

Janganlah bersikap munafik. Waspadalah dengan bisikan setan. Janganlah kalian turuti hal yang diperintahkan karena ia merupakan musuh yang sangat jelas memusuhimu.

At-Thabarani meriwayatkan bahwa ayat di atas turun perihal Abdullah bin Salam serta sahabatnya dari kalangan Yahudi pada saat mereka mengagungkan hari Sabtu dan sungkan terhadap daging unta setelah memeluk Islam. Namun sikap mereka diingkari oleh para sahabat rasul lainnya,” (Lihat Syekh Wahbah Az-Zuhayli, At-Tafsirul Wajiz, [Damaskus, Darul Fikr: tanpa catatan tahun], halaman 33).

Kedua

Mengutip M. Faisol Fatawi dari https://alif.id/, jika kita melihat pada beberapa kajian tafsir, kata islam atau as-silm pada ayat di atas dipahami dalam dua pengertian: kedamaian (keselamatan) dan agama Islam. Islam kaffah dimaknai sebagai kedamaian maka arti ayat tersebut menjadi, “wahai orang-orang yang beriman masuklah kedalam kedamaian (keselamatan) secara penuh”.

Sehingga mengisyaratkan kepada kita bahwa kita sebagai orang yang beriman hendaklah memasukkan dirinya ke dalam kedamaian (keselamatan). Seorang mukmin tidak boleh menyakiti dan mengganggu orang lain pada akhirnya terjadi pertengkaran, permusuhan atau bahkan peperangan.

Baca Juga:  Menafsir Kembali Islam Kaffah; Sebuah Muqaddimah

Sementara islam kaffah diartikan sebagai agama islam itu makna ayat tersebut menjadi “wahai orang-orang mukmin masuklah ke dalam agama Islam secara penuh”. Artinya, bahwa seorang mukmin harus memiliki ketaatan penuh terhadap agama Islam. Bagaimana wujud ketaatan yang bisa kita berikan? Ialah “berdamai” dengan Allah dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Pengertian seperti ini sekaligus mengingatkan kepada orang-orang mukmin agar saling berdamai antar sesama; tidak kembali terjebak pada saling memusuhi (berperang) sebagaimana kebiasaan mereka pada saat masih Jahiliyyah.

Islam Kaffah. Dengan demikian, seseorang itu dianggap kaffah setelah merealisasikan syariat islam di dalam kehidupan. Tidak mesti ditegakkan melalui khilafah islamiyyah. Karena sudah cukup seseorang dikatakan kaffah ketika selalu berusaha taat dan menjalankan perintah serta menjauhi larangan-Nya, membahagiakan sesama muslim, dan tidak menuruti bisikan setan yang menjerumuskan manusia kepada kemunafikan dan kesesatan. (Sufi Gaul)

Bagikan Artikel ini:

About Ridwan Arifin Shoheh

Avatar of Ridwan Arifin Shoheh
Aktivis MATAN DKI Jakarta

Check Also

shalat tarawih

Seperti Apa Shalat Tarawih Masa Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab?

Ada beberapa hal menarik mengenai shalat tarawih Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Sayiyidina Umar bin …