dosa besar
dosa besar

3 Dosa Besar yang Harus Dihindari Menurut Rasulullah SAW

Seluruh manusia sesungguhnya diciptakan oleh Allah tujuannya hanya untuk taat beribadah kepadaNya. Banyak dari manusia yang menyadari akan hal tersebut. Karena sudah terang dijelaskan dalam pesan suci Allah QS Az Zariyat :56

 وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ (الذاريات: 56)

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”

Bagi manusia yang menjalankan ibadah sesuai perintah Allah, ia berhak atas balasan amal yang biasa disebut pahala. Balasan amal ini akan berlipat banyaknya tergantung ibadah yang dikerjakan, keikhlasan dan intensitasnya. Sebaliknya, jika manusia ingkar pada Allah dengan cara tak melakukan ibadah atau melakukan sesuatu yang sudah jelas-jelas dilarang olehNya, maka ia bakal terkena dosa sesuai jenis perilakunya.

Hal-hal demikian, sesungguhnya sudah banyak manusia yang mengetahuinya. Namun, karena kelalaian atau kesengajaan dengan mengedepankan hawa nafsu, manusia malah bakal mendapatkan dosa. Padahal kelak diakhirat, semua perbuatan kita akan dihitung sedetail mungkin. Makanya prinsip hidup adalah menambah pahala dan mengurangi dosa.

Penting untuk diketahui bahwa dosa itu terbagi menjadi 2 golongan. Pertama adalah dosa kecil dan yang kedua adalah dosa besar. Tulisan ini, secara ringkas akan membahas pengertian dan jenis-jenis dosa besar. Tujuannya supaya kita dapat menghindari hal-hal yang buruk atau dosa. Para ulama memilah dosa dan membedakan antara dosa kecil dan dosa besar. Dasarnya ialah ayat berikut:

إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا [النساء: 31]

“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)” (QS An Nisaa :31)

Baca Juga:  Syarat Diterima Taubat

Berbicara mengenai pengertian dosa besar menurut Islam itu amatlah beragam. Namun Syekh al-Buthi, ulama’ Syiria memilih salah satu yang paling definitive. Menururtnya, dosa besar adalah setiap dosa yang dinash ada ancaman siksa di akhirat, atau ada hadnya di dunia.

Di antara dosa besar yang ada dalam al-Qur’an dan hadist Rasulullah SWT adalah syirik atau menyekutukan Allah, menyakiti kedua orang tua, membunuh orang mukmin tanpa hak dan memberikan kesaksian palsu. Sebagaimana hadist Rasulullah SAW di bawah ini,

حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْكَبَائِرِ قَالَ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَقَتْلُ النَّفْسِ وَشَهَادَةُ الزُّورِ

Diceritakan bahwa dari Anas, dia berkata “Rasulullah SAW ditanya tentang dosa-dosa besar. Beliau bersabda, ‘Menyekutukan Allah, durhaka kepada orang tua, membunuh nyawa, dan kesaksian palsu,” (HR Al-Bukhari).

Dalam hadist lain,

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ ذُكِرَ الْكَبَائِرُ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَكَانَ مُتَّكِئًا فَجَلَسَ فَقَالَ وَشَهَادَةُ الزُّورِ وَشَهَادَةُ الزُّورِ أَوْ قَوْلُ الزُّورِ فَمَا زَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكَرِّرُهَا حَتَّى قُلْنَا لَيْتَهُ سَكَتَ

Dari Abu Bakrah, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Maukah kalian aku beritahu apa dosa yang paling besar?” Tiga kali. Mereka berkata, “Tentu, wahai Rasulullah.” Kemudian beliau bersabda “Menyekutukan Allah dan durhaka terhadap orang tua.” Rasulullah SAW kemudian duduk, bersandar, dan berkata, “Jauhilah perkataan palsu.” Beliau terus mengulang-ulangnya sampai kami mengatakan semoga beliau diam,” (HR Al-Bukhari).

Ketiga perbuatan di atas pantaslah mendapatkan status dosa besar. Karena dampaknya jelas akan merusak diri sendiri maupun orang lain. Perbuatan-perbuatan yang tergolong dosa besar yang ada di dalam al-Qur’an pun juga sama dampaknya, seperti berzina atau menuduh orang lain zina, memakan harta anak yatim dan lain sebagainya.

Baca Juga:  Ketika Tuhan Cemburu

Baik dosa kecil maupun besar hakikatnya itu sama. Sama-sama tidak baik dan akan berdampak buruk bagi kehidupan di dunia maupun di akhirat. Yang jelas, dosa-dosa yang telah manusia lakukan itu akan melahirkan siksa. Namun demikian, manusia sebagai hamba dan selagi masih hidup, haruslah terus meminta ampun dan bertobat kepada Allah.

Nanti di akhirat, andai Allah menerapkan keadilannya, maka tiap pelaku dosa, besar atau kecil, pasti disiksaNya. Namun sebaliknya, jika Allah menerapkan anugerah dan kasih sayangNYA, maka tak ada dosa yang layak disebut besar.

Tidak ada dosa kecil, semua dosa ialah dosa besar ketika dihadapkan dengan sifat adil Allah. Karena  sifat adil Allah apabila diperlihatkan kepada seseorang yang mendapatkan murka-Nya maka luntur semua kebaikannya. Sedangkan dosa kecilnya itu sama dengan dosa besar karena Allah menyiksa mereka betapapun mereka melakukan dosa kecil.

Dan tidak ada dosa besar apabila dihadapkan pada karunia Allah yang memberi sesuatu tanpa meminta imbalan. Karena karunia Allah apabila diperlihatkan kepada sesorang yang dicintai Allah maka hancur keburukannya dan diganti dengan kebaikan.

Bagikan Artikel ini:

About M. Alfiyan Dzulfikar

Avatar of M. Alfiyan Dzulfikar

Check Also

imam abu hanifah

Kisah Kepiawaian Berdebat Abu Hanifah Kecil Melawan Raja Ateis

Tulisan ini akan membahas potongan kisah menarik salah satu pendiri madzhab fiqih awal. Sosok pendiri …

sultan mahmud II

Rahasia Kegemilangan Sultan Muhammad II Dalam Memimpin Penaklukan Konstantinopel

Penaklukan Konstantinopel ialah salah satu kegemilangan terbesar pasukan Islam dalam menaklukan lawan-lawan besarnya. Konfrontasi di …