kerja kepada non muslim
kerja kepada non muslim

3 Sikap Islami untuk Mengais Rizki di tengah Pandemi

Manusia harus bekerja untuk dapat menghasilkan uang untuk mencukupi segala kebutuhannya dalam bertahan hidup, apalagi dalam kondisi pandemi seperti saat ini. Kondisi semakin sulit tidak seperti biasanya. Jika tidak dengan iman yang kuat kadang jalan pintas walaupun tidak halal terpaksa dilakukan.

Tidak dipungkiri bahwa uang merupakan salah satu kebutuhan yang dapat mempengaruhi kesejahteraan seseorang. Tanpa adanya uang tentu seseorang akan merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Uang merupakan salah satu bentuk rezeki dari Allah yang harus kita perjuangkan dalam memperolehnya. Cara mencari Uang halal dan berkah bisa dilakukan dengan ihtiar yang baik seperti bekerja atau berdagang yang juga dengan cara-cara baik dan halal.

Dalam mencari rizki, manusia hendaknya mmpertimbangkan kehalalan uang yang ia peroleh. Allah berfirman, “Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rizki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (QS. Al-Mulk:15)

Dalam Islam terdapat motivasi dan anjuran untuk berusaha, bekerja dan mencari rizki yang baik, sebagai mana Islam memerintahkan umatnya untuk menunaikan ibadah. Islam juga memerintahkan untuk mencari rizki dan untuk berusaha memakmurkan dan mengembangkan bumi.

Dalam mencari rizki manusia harus mempertimbangkan kehalalan, sesuai dengan kehendak Allah. maka sebagai uma hendakya menghindarkan dari diri dalam mencari uang dengan cara yang tidak halal, seperti melakukan kriminalitas ataupun pesugihan meminta bantuan roh-roh yang bersifat musyrik.

Beberapa acuan dalam mencari rizki uang yang halal walaupun dalam kondisi seperti pandemic saat ini. Acuan dan pedoman ini ini bersumber dari kitab suci al-Quran.

  1. Bertawakal 

Allah SWT berfirman, ” Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. Al-Thalaq : 3).

Baca Juga:  Kekeliruan dalam Memahami Ungkapan "Ana al-Haq" Al-Hallaj

Jika manusia senantiasa berusaha dalam mencari rizki dijalan Allah, maka Allah akan menyediakan baginya rezeki yang tidak diperkirakan sebelumnya. Barangsiapa yang menyerahkan segala urusannya kepada Allah, maka Dia akan mencukupi segala keperluannya.

Allah akan melaksanakan kehendak-Nya. Dalam kehidupan manusia terutama rizki yang akan didapatnya, telah ditentukan waktu dan ukurannya masing-masing, yang tidak akan dilampaui, oleh Allah.

  1. Bersedekah 

Allah SWT berfirman, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkankan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. al-Baqarah:261).

Kita tahu bahwa sebagian harta kita merupakan hak fakir miskin, karenanya Allah menyuruh umatnya untuk mensedekahkan sepertiga dari rezeki yang di dapatnya supaya kita tidak memakan hak orang lain. Orang yang mengeluarkan hartanya untuk ketaatan dan kebaikan akan memperoleh pahala berlipat ganda dari Allah.

Perumpamaan keadaanya seperti orang yang menabur sebutir benih unggul di tanah. Dari benih tersebut tumbuh pohon kecil yang terdiri atas tujuh bulir. Pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji. Inilah gambaran betapa banyaknya pahala berinfak yang diberikan Allah di dunia.

  1. Bersukur dalam setiap keadaan

Allah SWT berfirman, “Dan ingatlah, tatkala Tuhanmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur, maka Aku pasti tambah (kenikmatan) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim [14]:7).

Firman diatas mempu mendorong manusia untuk senantiasa bersyukur terhadap nikmat yang didapatkannya. Bersyukur berarti mengakui dengan hatinya atas nikmat yang turun kepadanya, mampu memuji Allah dan mengarahkan nikmat tersebut untuk mencari ridha Allah.

Baca Juga:  Menuju Islam Kaffah : Berislam di Level Keyakinan, Pengamalan dan Kehadiran

Sedang jika karena rezekinya manusia merasakan kufur atas nikmat yang di turunkan padanya, maka Allah akan mendatangkan azab dengan mencabut nikmat yang telah diberikan kepadanya.

Dalam mencari rizki hendaknya bagi setiap muslim meniatkan untuk menjaga kehormatan dirinya (tidak meminta-minta), dan untuk mencukupkan dirinya dan tidak bergantung kepada manusia lainnya, maka itu termasuk pekerjaan yang baik. Perlu disadari bahwa, setiap manusia diciptakan oleh Allah sesuai dengan apa yang menjadi pekerjaan dan profesinya.

Bagikan Artikel ini:

About Saparuddin

Avatar of Saparuddin

Check Also

debat

Debat adalah Metode Terakhir Berdakwah, Tetapi Jangan Lupa Etikanya

Sawala atau yang biasa disebut dengan debat merupakan suatu kegiatan adu argumantasi antara dua belah pihak …

hari jumat

Sambut Jumat dengan Perbanyak Ibadah, Ini Keutamaan Hari Jumat

Umat Islam bisa berbangga dengan hadirnya hari jumat. Semua hari memang sama jika selalu dihiasi …