memilih teman
memilih teman

Jangan Asal Berteman, Inilah 4 Macam Teman Menurut Ibnu Qayyim

Berteman merupakan suatu keharusan bagi setiap individu. Tanpa berteman dengan siapapun, hidup pasti akan terasa sepi dan tak berwarna. Posisi teman, kadangkala lebih dekat dengan kita dari pada keluarga. Karena mungkin intensitas bersamanya lebih sering dari pada keluarga. Oleh karenanya teman memiliki posisi penting dalam kehidupan kita.

Ada banyak sekali latar belakang kita berteman. Mulai dari ketemu di tempat umum dan kemudian langsung akrab, teman satu almamater sekolah, teman satu profesi atau kerjaan, teman di lingungan tempat tinggal kita dan teman satu kepentingan atau kebutuhan. Dengan melihat begitu banyak potensi kita berteman dengan orang banyak, maka kita pun di satu sisi harus bahagia dan bersyukur, namun di sisi lain kita harus berhati-hati dengan teman-teman kita.

Berteman dengan siapapun baik. Namun berteman dengan orang-orang yang bisa mengajak kebaikan dan mendekatkan kita kepada Allah, itu jauh lebih baik. Sebab fenomena di masyarakat adalah kita sudah di didik oleh orang tua dan guru kita untuk beribadah dan melakukan kebaikan, namun saat kita sedang bergaul dengan teman-teman di luar rumah, malah kita berbuat maksiat dan meninggalkan ibadah.

Betapa tidak, banyak dari kita yang ketika nongkrong dengan teman hanya berisi ghibah, sombong-sombongan, menceritakan aib orang lain ataupun merencanakan kemaksiatan. Inilah yang harus kita semua hindari dalam dunia pertongkrongan. Karena ini jelas akan merusak kita sebagai pribadi yang pernah di didik dengan baik oleh orang tua dan guru kita sebelumnya. 

Hal di atas berarti menandakan lingkungan pertemanan sangat mempengaruhi kehidupan dan tujuan hidup kita. Beruntungnya kita apabila berteman dengan orang-orang baik dan kita mau belajar kepada mereka, maka lambat laun kita pun akan menjadi jauh baik dari sebelumnya. Seperti mengajak shalat, ikut pengajian, ataupun mengajak meramaikan masjid dengan berbagai kegiatan yang bernilai pahala.

Baca Juga:  Adab Memakai Sandal

Oleh karenanya, supaya kita tidak terjerumus ke dalam lingkarang pertemanan yang buruk dan untuk memudahkan kita dalam memilih teman yang bisa mengajak kebaikan, Ibnu Qayyim membedakan teman menjadi 4 macam. Di bawah ini 4 macam teman menurut Ibnu Qayyim dalam kitab Bada’iul Fawaid

1. Teman yang seperti makanan

Maksudnya adalah teman-teman yang tak bisa kita tinggalkan walau sehari pun. Seperti kita butuh makanan, kita pun butuh akan teman ini. Namun yang berperlu diperhatikan dalam teman maca mini adalah pilihlah teman-teman yang baik. Bisa
mereka ulama’ atau teman yang kita pandang saleh.

 Sungguh bergaul dengan teman macam ini membawa keuntungan besar, di dunia hingga kelak di akhirat, insya Allah. Jangan sampai kita memilih teman macam ini dengan teman yang membawa aura keburukan dan kemaksiatan. Karena kemungkinan besar kita akan terseret oleh hal-hal yang mengakibatkan dosa.


2. Teman yang seperti obat

Maksud teman macam ini yakni dibutuhkan ketika terjadi permasalahan.
Kita membutuhkan mereka untuk memecahkan suatu masalah hidup. Nantinya pun kita juga harus siap-siap membantu ketika mereka membutuhkan kita dalam hal yang sama. Pertemanan macam ini baik, karena saling tolong menolong antar teman di saat kesusahan. Ini termasuk salah satu ajaran Islam.

3. Teman yang seperti penyakit

Maksudnya adalah teman yang bisa memberikan kerusakan dalam hidup kita. Dengan berbagai tingkatan dan macamnya. Berteman dengannya tak akan memperoleh keuntungan dunia, terlebih lagi buat akhirat. Termasuk dalam bagian ini adalah teman yang malas belajar, doyan gossip, iri dengki, pembenci, suka ghibah, dan lainnya.

4. Teman yang seperti racun

Semua orang pasti sepakat bahwa yang Namanya racun itu membawa kita dalam kebinasaan. Merekalah para penyeru kesesatan, orang yang gemar berbuat dosa dan maksiat, tiada takut melakukan dosa besar, selalu menggoda untuk melakukan sikap prilaku buruk dan tercela, serta yang semisalnya.

Baca Juga:  Jangan Sepelekan, Inilah Bahaya Hutang yang Perlu Diketahui

Kita semua pasti pernah dan sedang berteman dengan keempat macam teman seperti yang digambarkan oleh Imam Ibnu Qayyim di atas. Ketika kita sudah tahu penjelasan 4 macam teman tersebut, maka mulailah perbanyak teman-teman yang saleh. Kita bisa bergaul dengan mereka layaknya mengkonsumsi makanan.

Di sisi lain, kita pun mulai mengurangi pertemanan kita yang seperti racun dan penyakit di atas. Jangan khawatir dan ragu, kita bisa hidup tanpa mereka, bahkan kita bisa lebih baik dari saat berteman dengan mereka. Karena kembali ke kalimat awal di atas bahwa berteman dengan siapapun baik. Namun berteman dengan orang-orang yang bisa mengajak kebaikan dan mendekatkan kita kepada Allah, itu jauh lebih baik. Wa Allahu A’lam

Bagikan Artikel ini:

About M. Alfiyan Dzulfikar

Avatar of M. Alfiyan Dzulfikar

Check Also

penyebab doa tidak terkabulkan

4 Penyebab Doa Tidak Terkabulkan Menurut Hadist Nabi Muhammad SAW

Doa itu termasuk salah satu ibadah yang sakral, namun unik. Sakralnya, dengan doa kita seakan …

mempelajari sejarah nabi

Faedah-Faedah Mempelajari Sejarah Nabi Muhammad SAW

Mempelajari sejarah adalah upaya untuk mengetahui apa saja yang ada pada waktu lampau tertentu. Misalnya …