orang tidak disukai allah
orang tidak disukai allah

5 Golongan yang Tidak Disukai Allah, Janganlah Termasuk di Dalamnya

Jika terdapat golongan yang disukai oleh Allah, tentunya terdapat golongan lain yang dibenci Allah. Mereka adalah golongan yang pastinya melakukan segala keburukan yang mampu merugikan dirinya sendiri orang lain bahkan agama yang dipeluknya. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah benci kepada setiap orang yang sombong dan kasar, dan suka berteriak-teriak seperti di pasar. Di waktu malam bagaikan bangkai, dan di waktu siang bagaikan keledai. Dia berilmu tentang dunia tapi bodoh tentang kehidupan akhirat.” (HR. Al-Baihaqi).

Dilihat dari hadist di atas terdapat lima orang yang memiliki sifat yang dibenci oleh Allah. Pertama, orang yang sombong. Berkaitan dengan sifat sombong, Allah memperingatkan, “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (surat al-Luqman ayat 18).

Salah satu indikasi orang sombong adalah menyepelekan orang lain. Karena itu, dalam etika Islam dilarang memalingkan wajah dari orang lain ketika mereka sedang berbicara, karena memalingkan wajah merupakan cerminan dari sikap yang merendahkan orang lain. Indikasi sombong lainnya selalu merasa bangga dengan nikmat yang kita miliki, dan malah lupa dengan yang memberikan nikmat.

Kesombongan akan mampu membuat manusia untuk menolak kebenaran dan menganggap remeh manusia lain selain dirinya. Contohnya saja ketika ada seseorang yang dianggap lebih muda atau tidak sukses dalam bidangnya, ia akan menolak kebenaran yang disampaikannya karena merasa diri lebh super power dibandingkan orang yang sudah kita remehkan.

Sikap sombong juga merupakan sikap yang dimiliki oleh iblis. Secara terang-terangan iblis menolak perintah Allah untuk bersujud di hadapan Adam, dan justru malah berucap, “Saya diciptakan dari api sementara Adam diciptakan dari tanah”. Kesombongan inilah sebagai dosa yang pertama kali terjadi. Iblis sombong dengan tidak mau sujud kepada Adam karena merasa diri lebih hebat.

Baca Juga:  Ada Apa dengan Bulan Sya’ban?

Kedua, orang yang bersikap kasar baik perbuatan maupun perkataan. Berperilaku kasar tentu saja akan membuat orang lain tersinggung dan marah akan tindakan kita. Bukan hanya perbuatan yang secara fisik saja, terkadang ucapan kasar juga mampu membuat seseorang terluka. Perkataan yang kasar dan kotor dari mulut kita akan mampu menimbulkan kemarahan hingga dendam dari orang yang kita hina. Bukan hanya berimbas keburukan bagi orang lain, namun berkata kasar juga berimbas buruk untuk diri sendiri karena kata-kata kasar mengandung energi negatif, yang jika dipelihara bisa berdampak buruk pada kondisi mental dan pikiran kita.

Ketiga, Allah tidak menyukai hambanya yang suka berteriak-teriak. “Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (Luqman: 19). Suara yang paling buruk adalah suara keledai. Jadi orang yang meninggikan suaranya itu menyerupai seperti keledai karena keledai itu suaranya keras dan melengking. Ini menunjukkan haramnya perbuatan tersebut dan sangat tercela.

Namun, tentu saja bukan berarti semua hal yang berkaitan dengan berteriak itu terlarang. Ada kondisi yang dibolehkan berteriak dan meninggikan suara pada hal-hal yang disyariatkan untuk meninggikan suara seperti adzan, mengimami shalat, bertakbir di hari-hari id, berkhutbah, dan sejenisnya. Juga jika ada kebutuhan, seperti memanggil orang yang jauh dan sulit didekati, memperingatkan bahaya.

Keempat, orang di waktu malam ia bagaikan bangkai. Maksudnya seorang muslim memiliki tanggungjawab beribadah, seorang muslim tidak seharusnya lewati malam hanya dengan tidur saja, namun juga melakukan shalat malam atau berdzikir kepada-Nya. Jangan menyia-nyiakan malam hanya untuk begadang sesuatu hal yang tidak memiliki manfaat sama sekali.

Tidaklah pantas jika seseorang mengharapkan kehidupan akhirat namun ia melewati malamnya bagaikan bangkai. Sudah seharusnya seorang muslim berusaha untuk bermunajat kepada Allah dengan Allah. Allah berfirman, “Sesungguhnya ibadah di waktu malam itu lebih menguatkan hati, lebih mengokohkan hati dan itu ibadah yang terbaik.” (QS. Al-Muzzammil : 6).

Baca Juga:  Imam Al Ghazali: Nasab dan Banyaknya Pengikut Menjadi Penyebab Orang Sombong

Kelima, orang berilmu tentang dunia dan dia bodoh tentang kehidupan akhirat. Maksudnya ialah seseorang yang pintar dan mengetahui tentang berbagai macam pengetahuan yang ada di dunia ini dengan cara mendengarkan berita-berita, banyak mempelajari teori-teori yang berkembang dari waktu ke waktu, namun untuk urusan akhiratnya ia tidak mau mendalami dan mencari tahu lebih jauh karena dinilai tidak banyak memberikan keuntungan secara materi terhadapnya atau bahkan menganggap urusan agama adalah hal yang remeh.

Orang seperti ini sebagai diterangkan dalam firman Allah : “Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai” (QS. Ar-Rum: 7). Mereka adalah orang-orang yang memiliki hati, hawa nafsu dan keinginan yang terfokuskan kepada dunia saja. Karena itulah mereka melakukan sesuatu dan berusaha keras untuk mendapatkan dunia namun melalaikan akhirat. mereka seorang hamba yang memiliki kemampuan yang diberikan Allah berupa berpikir secara teliti tentang dunia, namun mereka dihalangi untuk mengetahui bahwa semua perkara milik Allah, hukum (keputusan) hak-Nya.

Semoga kita dijauhkan dari memiliki indikasi dari lima golongan di atas.

Bagikan Artikel ini:

About Sefti Lutfiana

Mahasiswa universitas negeri jember Fak. Hukum

Check Also

siswa aniaya guru

Akhlak Siswa yang Hilang kepada Gurunya

Guru memiliki peran penting dalam kehidupan seseorang. Jasanya telah menghantar beberapa orang meraih mimpi dan …

ridha orang tua

5 Kunci dalam Al-Qur’an untuk Mendapatkan Ridha Orang Tua

Setiap orang tua mengidamkan untuk memiliki anak yang berbakti. Begitu pula seorang anak juga mempunyai …