Islam merupakan agama yang sangat menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan kepedulian. Anjuran mengenai kebersamaan dan kepedulian sosial ini juga disampaikan oleh Rasulullah, “Hak seorang muslim atas muslim yang lain ada enam: Jika engkau bertemu dengannya, maka ucapkanlah salam kepadanya, apabila ia mengundangmu penuhilah undangan itu, apabila ia minta nasihat kepadamu maka nasihatilah dia, dan apabila di bersin dan mengucapkan “Al Hamdu lillah”, maka ucapkanlah “Yarhamukallah”, apabila ia sakit maka jenguklah dan apabila ia mati maka ikutilah (antarkanlah jenazahnya sampai ke kuburnya)”. (HR. Muslim).

Salah satu anjuran yang menunjukkan kebersamaan dan kepedulian adalah dengan menjenguk orang yang sakit. Status hukum menjenguk orang yang sedang sakit adalah sunah. Adapun waktu yang dimakrukan oleh kalangan Madzhab Hanbali ketika hendak menjenguk orang sakit yakni pada tengah hari. Sedangkan waktu yang dianjurkan untuk menjenguk orang sakit yakni pada pagi dan sore hari.

Bukan karena tidak ada alasan mengapa ada penentuan waktu yang terbaik saat menjenguk orang sakit. Mungkin secara kasat mata itu karena alasan sosial takut merasa terganggu. Namun, alasan lainnya adalah karena pada waktu pagi dan sore hari para malaikat sedang memperbanyak membaca shalawat.

Selain itu dengan menjenguk orang sakit hendaknya kita juga melakukan beberapa adab supaya orang yang sakit yang kita jenguk merasa lebih baik. Beberapa di antaranya :

1. Menghibur orang yang sakit

Dengan kedatangan kita ketika menjenguk orang yang sakit, pastinya akan membawa kebahagiaan tersendiri bagi orang yang sakit. Maka dari itu, kita harus menampakkan wajah yang ceria dan membawakan kabar-kabar gembira untuknya.

2. Memberikan semangat dengan kesabaran

Mengingatkan orang yang menjenguk bahwa hidup di dunia tentu akan mengalami hal yang tidak enak. Orang yang sakit bisa jadi diuji kesabarannya oleh Allah atas penyakit yang ditimpanya. Dan juga memberi tahu bahwa, penyakit merupakan salah satu cara Allah meleburkan dosa umatnya

3. Mendoakan orang yang sakit supaya lekas sembuh;

Mendoakan orang yang sakit untuk diberi kesembuhan sebenarnya merupakan salah satu adab supaya orang yang sakit merasa memiliki semangat untuk lekas sembuh.

Selain adab di atas perlu diketahui bahwa ada satu hal yang jarang dimengerti oleh masyarakat umum akan satu rahasia penting dibalik dianjurkannya menjenguk orang sakit. Ada beberapa hikmah yang bisa dipetik ketika menjenguk orang sakit.

Pertama, memupuk rasa syukur kita kepada Allah atas nikmat kesehatan yang diberikan Allah kepada diri kita. Sesungguhnya tidak sakit itu bukan hal yang normal tetapi karena anugerah Allah yang berupa kenikmatan sehat.

Kedua, harus dimengerti bahwasannya do’a orang yang sedang menderita adalah maqbul. Tidak ada penghalang antara dia dan Allah. Bahkan Rasulullah menyamakan do’a orang yang saki, seperti do’a malaikat. Apabila engkau datang mengunjungi orang sakit, maka mintalah agar dia beroa untukmu, karena do’anya maqbul seperti doa malaikat (Riwayat Ibnu Majah).

Demikianlah salah satu hal yang sering dilewatkan oleh para penjenguk orang sakit. Mereka sebagai orang sehat merasa berkecukupan dengan mendo’akan kesembuhan si sakit, padahal sebaliknya. Karena do’a orang yang sakit adalah makbul. 

Jadi, sebagai seorang muslim dan mukmin hendaknya tidak ada keraguan bagi kita untuk menjenguk saudara, kerabat, dan teman kita yang sedang sakit karena keutamaannya sungguh luar biasa. Di samping itu, juga ada manfaatnya baik bagi diri kita sendiri maupun bagi orang yang sedang sakit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.