7 Alasan Diutusnya Para Rasul

Stephen Hawking mungkin salah satu imluwan dewasa ini yang tidak percaya terhadap Tuhan dan alam ghaib berdasarkan teorinya tentang ledakan dahsyat. Meskipun beberapa tokoh agama di Inggris termasuk Paus Paulus pernah mengajak Howking agar mempercayai adanya Tuhan, tetapi yang bersangkutan tetap yakin bahwa yang ada hanyalah yang kongkrit dan empiris saja. Adapun hal-hal yang ghaib adalah tidak ada. 

Sebagai atheis yang tidak percaya tentang alam ghaib sudah pasti juga tidak mempercayai keberadaan Nabi dan urgensi diturunkannya sebagai Duta Allah di muka bumi yang ditugaskan  menyampaikan ajaran-ajaran langit yang bersumber dari yang maha ada. Beberapa filosof termasuk filsuf Islam sendiri menganggap keberadaan Nabi tidaklah begitu penting karena segala sesuatu yang terkait dengan kehidupan manusia sudah ditetapkan oleh Allah Swt dan manusialah yang dapat menentukan mana yang baik dan mana yang buruk dengan akal pikirannya yang dianugerahkan kepadanya. 

Tapi Benarkah manusia tidak membutuhkan rasul dan nabi?  Sejauhmana peran nabi dan rasul dalam kehidupan manusia itu sendiri? Dan bagaimana kehidupan manusia tanpa nabi dan rasul?. Jawabannya adalah sebagai berikut:

1. Manusia memiliki karakter untuk mengetahui ke mana dia akan pergi dan untuk apa dia hidup dan kemana ia pergi setelah meninggal. Di titik sini agama sangat diperlukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dan hanya agamalah yang dapat memberikan jawaban atas semua pertanyaan itu;

2. Nabi dan Rasul berfungsi menjelaskan apa yang baik dan apa yang buruk secara logika karena jika hanya membedakan mana yang baik dan mana yang buruk secara kongkrit, binatang juga dapat membedakan segala sesuatu yang baik dan buruk. Binatang bisa membedakan antara makanan yang sudah basi dengan makanan yang masih bagus dan juga bisa membedakan mana daging ayam mana daging ikan. Akan tetapi secara ideal mereka tidak bisa membedakan mana perbuatan baik mana perbuatan buruk. Di titik sini, Nabi dan Rasul sebagai Duta Allah dapat mengajarkan kepada manusia antara yang baik dan buruk sesuai dengan fitrahnya;

Baca juga : Inilah 7 Akhlak Mulia Nabi Kepada Non Muslim

3. Nabi dan rasul dapat menjelaskan kisah-kisah umat terdahulu kenapa mereka binasa, hancur dan berantakan, sementara manusia hanya bisa mengetahui hal itu melalui sejarah. Itupun hanya kejadian tetapi hikmah di balik kejadian itu hanya bisa diungkap oleh nabi dan Rasul. Nabi dan Rasul diutus untuk menjelaskan semua itu agar manusia tidak zalim dan menganiaya sesamanya. Lalu Allah mewahyukan kepadanya risalah dan wahyu agar umatnya menjadikan pelajaran atas kejadian-kejadian sebelumnya;

4. Manusia secara naluri memiliki keinginan beragama karena ia diciptakan sesuai dengan fitrahnya. Mereka bisa menemukan agama yang sah dan  benar sesuai dengan fitrahnya hanya melalui nabi dan rasul, karena dialah yang mendapat wahyu dari Allah untuk menyampaikan kepada umatnya tentang apa yang baik dan apa yang buruk;

5. Manusia terdiri dari jasmani dan ruhani keduanya memiliki kebutuhan yang setiap saat harus dipenuhi karena itu keduanya harus selalu diisi sesuai kebutuhannya masing-masing. Hanya dengan bimbingan nabi dan rasullah manusia dapat memenuhi dan mengisi kebutuhan kedua aspek  itu;

6. Manusia memiliki karakteristik ciptaan yang lemah dan mudah dipengaruhi oleh hawa nafsunya, sehingga ia dapat terjerumus ke dalam lembah kehinaan. Melalui nabi dan rasullah manusia dapat memperoleh ajaran dan nilai-nilai yang dapat menjadi pegangan dalam hidupnya, sehingga terhindar dari belenggu hawa nafsu dan syetan;

7. Manusia memiliki karakter untuk bersosialisasi dan hidup bermasyarakat. Dalam menjalani kehidupan itu manusia membutuhkan agama yang mengatur kehidupan itu sehingga tidak saling menganiaya dan saling berlaku adil antara sesama. Agama dalam hal ini menjelaskan  hak dan kewajiban setiap orang  sehingga antara hak dan kewajiban tidak tumpang tindih dan kehidupan manusia sehari-hari berlangsung langgen dan harmonis. 

Nabi Muhammad Saw yang diutus kepada umat manusia sebagai Nabi terakhir dan penutup semua nabi dan rasul (khotimul anbiya’) adalah sumber kebenaran dan petunjuk bagi umat manusia. 

Selamat merayakan Maulid Nabi Besar Muhammad Saw

Wallahu a’lam 


Comment

LEAVE A COMMENT