Begini aturan berpakaian dalam islam

Begini aturan berpakaian dalam islam

Sebagai agama yang multi aspek, berpakaian termasuk salah satu yang harus diperhatikan dalam Islam. Seorang muslim tidak boleh asal berpakaian yang tidak sesuai dengan syariat akan tetapi harus mengkuti aturan-aturan yang telah ditetapkan syariat. Pakaian memiliki arti yang sangat penting dan memiliki tujuan yang sangat vital pada diri setiap orang. Berpakaian selain melindungi manusia dari hawa panas atau dingin juga melindungi manusia dari serangan-serangan orang lain yang dapat menimbulkan rasa sakit pada badan seseorang. Oleh karena itu ada dua jenis utama pakaian yaitu pakaian sehari-hari yang digunakan oleh setiap orang untuk melindungi dirinya hawa panas dan dingin dan pakaian jenis berbeda beda tergantung istuasi dan kondisi wilayah dimana orang itu hidup. Kemudian pakaian yang sifatnya melindungi seseorang dari serangan fisik secara langsung atau tidak langsung dari orang lain seperti yang digunakan oleh pasukan perang atau polisi saat menjalankan tugas. Pakaian jenis ini tidak ada perbedaan diantara ulama karena pada umumnya semuanya menutupi aurat secara ketat khususnya bagi kaum laki-laki.

Baca juga : Merawat Agama Dalam Keberagaman

Namun yang menjadi perdebatan  adalah pakaian sehari-hari khususnya akhir-akhir ini dengan maraknya jenis pakaian yang dianggap syar’i sehingga menimbulkan kesan bahwa jika pakaian itu tidak sesuai dengan yang digunakan mereka maka pakain itu tidak syar’i. dalam berpakaian tidak ada warna yang pasti tergantung kesukaan yang menggunakan tidak mesti putih dan juga tidak mesgti hitam atau warna lain selama menutupi aurat maka itu dinamakan syar’i. ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan dalam berpakaian yaitu sebagai berikut:

Untuk kaum laki-laki adalah sebagai berikut:

1.      Bukan sutra dan emas karena kedua hal ini diharamkan bagi laki-laki

2.    Menutupi semua aurat. Aurat laki-laki adalah antara pusar dan lutut. Di sini pakaian laki-laki tidak boleh tipis dan tidak boleh pas pada aurat saja akan tetapi harus dilebihkan meskipun ada yang mengatakan bisa saja pas pada batas aurat saja

3.      Bukan pakaian keagamaan lain seperti nasrani dan yahudi

4.      Pakaian laki-laki tidak menyerupai pakaian perempuan

5.     Pakaian laki-laki tidak berlebihan dan berlebihan. Disini terjadi perbedaan karena mungkin bagi orang kaya biasa saja tetapi bagi orang miskin sudah dianggap berlebih-lebihan jadi tergantung bagaimana menilainya yang penting pakaian itu menutupi aurat dan bukan dari emas dan sutra.  

Sementara bagi perempuan adalah sebagai berikut:

1.    Menutupi semua auratnya;

2. Longgar sehingga tidak menampakkan lekuk-lekuk tubuhnya yang dapat menimbulkan fitnah;

3.  Tidak boleh menyerupai pakaian laki-laki. Jika aurat bagi laki-laki mulai dari pusat hingga lutut dan tidak melebih tumit maka bagi perempuan harus melebihi tumit

4.  Tidak boleh seperti pakaian-pakaian keagamaan lain namun bukan berarti tidak boleh mengikuti semua bentuk pakaian non b=muslim boleh saja asakan bukan pakaian keagamaan dan menutupi semua auratnya

Ketentuan lain adalah baik laki-laki maupun perempuan harus menutupi semua aurat dan tidak menampakkan lekuk-lekuk tubuh. Pakaian harus bersih, rapih  tidak kotor dan compang-camping. Dan bagi kaum wanita tidak boleh ada gambar-gambar binatang yang sangat mencolok tapi sebaiknya polos warnanya.  Wallahu a’alam

Comment

LEAVE A COMMENT