Ternyata, Bendera Rasul Hanya Dikibarkan dalam Peperangan

Karena ributnya pemberitaan yang menjadi sesak di media akhir-akhir ini terkait pembakaran bendera ormas terlarang, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), yang selanjutnya diframing menjadi bendera tauhid atau bendera Rasul, secara tidak sengaja penulis menemukan satu pernyataan tokoh agama yang cukup tenar di Republik ini. Beliau mengungkapkan bendera Rasullah hanya dikibarkan pada saat perang.

Adalah TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB), mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) yang secara lengkap mengatakan sebagai berikut:

"Sampai hari ini, saya mengecek di semua khazanah kitab-kitab hadis tentang perjalanan Rasul. Dari awal sampai akhir, saya belum pernah menemukan ada satu narasi terkait dengan bendera Rasul itu dikibar-kibarkan di Madinah dalam keadaan damai. Dalam keadaan damai dan biasa-biasa saja, masak bendera masa perang dikibarkan, itu tidak pernah ada. Sampai sekarang saya tidak pernah menemukan," papar TGB.

Sontak, pernyataan ini membuat Penulis merasa lega. Karena sebelumnya banyak sekali massa yang membela entah bendera tauhid, atau tauhid sendiri, atau membela HTI atau meneriakkan Ganti Presiden. Sudah tidak jelas keributan narasi massa yang muncul akibat peristiwa pembekaran bendera HTI ini. Polisi sudah jelas menangkap dan menetapkan tersangka dan secara eksplisit tersangka mengakui membeli bendera HTI secara online.

Pertanyaan berikutnya digiringlah persoalan meluas tentang adanya bendera tauhid atau bendera Rasul. Dan dalam narasi ini seolah HTI tidak punya bendera. Padahal dalam setiap aksi dan pertemuan mereka selalu bangga mengibarkan bendera. Lalu, orang-orang berani mengibarkannya di kantor dan gedung pemerintahan dengan dalih bendera tauhid atau bendera rasul. 

Saya tidak ingin berdebat panjang tentang warna atau tulisan kalimat tauhid dalam bendera Rasul, banyak versi hadist yang beragam tentang hal tersebut. Ternyata, Rasulullah memiliki banyak bendera, yang terdiri dari beberapa bendera besar (Ar-Rayah) dan bendera kecil (Al-Liwa'). Syaikh Yusuf Bin Ismail An-Nabhani dalam kitab Syamail mengatakan: " Bendera besar (Rayah) Rasulullah Saw berwarna hitam, sedangkan bendera kecilnya (liwa') berwarna putih ".

Baca Juga : Berdalih Bendera Tauhid, Simpatisan Mulai Berani Kibarkan Bendera HTI

Sayyid Muhammad Al-Maliki dalam Tarikhul Hawadits secara detail menjelaskan: "Rasulullah Saw memiliki bendera hitam yang dinamakan "Al-Uqob", beliau juga memiliki bendera berwarna kuning seperti keterangan dalam Sunan Abu Dawud, satu lagi bendera beliau yaitu panji berwarna putih yang dinamakan "Az-Zinah" . "

Kenapa Bendera Rasul Dibawa dalam Kondisi Damai, Mau Berperang?

Nah, sekarang anggap saja bendera Rasul itu warna hitam dan anggap saja ada tulisan tauhid, lalu untuk apa bendera itu dikibarkan? Bukankah Negara-negara sekarang sudah mempunyai bendera masing-masing? Lalu, Bendera Rasul itu dikibarkan untuk apa?

Kembali pada perkataan TGB bahwa bendera Rasul hanya dikibarkan pada saat perang. Kelompok teroris seperti ISIS dan al Qaeda mengambil bendera ini sebagai symbol perang. Mereka merasa memerangi Barat dan Negara yang membantu Barat sebagai musuh. Termasuk umat Islam sendiri dianggap musuh apabila tidak sesuai dengan cita-cita mereka. Intinya paradigma mereka dunia yang damai ini dalam kondisi perang.

Lalu, ormas terlarang seperti HTI kerap membawa bendera ini ke tengah publik. Bahkan aksi bela tauhid kemren mengibarkan bendera. Lalu apa mereka menganggap sedang berperang? Atau mereka menganggap Indonesia Negara perang?

Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Bari secara jelas menerangkan fungsi bendera royah dan liwa di masa Rasul adalah bendera yang digunakan dalam peperangan dan menjadi tanda di mana posisi pemimpin perang. Bendera ini hanya dibawa oleh komandan perang dan terkadang juga diseragkan pada pasukan yang berada di barisan paling depan. Dalam kitab ulama salaf pembahasan bendera juga banyak ditemukan dalam bab perang. Salah satunya, Imam Bukhori memasukkan pembahasan Liwa' dan Royah ini dalam kitabul Jihad.

Jadi, Penulis sekarang menjadi paham bahwa bendera Rasul berfungsi sebagai bendera perang. Dan TGB juga sudah tegas mengatakan dalam literatur manapun tidak pernah menemukan pengibaran bendera masa rasul dalam kondisi damai. Namun, penulis masih punya pertanyaan dan tidak paham maksud pembawa bendera itu dalam kondisi damai seperti Indonesia. Mereka mau berperang di Indonesia? Siapa musuhnya di Indonesia?

Semoga Allah Melindungi umat Islam dari kedangkalan pemikiran.

Comment

LEAVE A COMMENT