Tiga Makna yang Perlu Diketahui dalam Bertauhid

Akhir-akhir ini banyak sekali tauhid diteriakkan. Namun, apa sebenarnya makna tauhid. Tauhid menjadi doktrin yang membedakan antara umat Islam dengan umat lainnya. Tauhid adalah penegasan sekaligus persaksian yang menjadikan manusia menjadi muslim. Seluruh Nabi yang diutus oleh Allah mempunyai ajaran yang sama yang terletak pada ajaran tauhid. Syari’ah dan peribadatan bisa berbeda-beda, tetapi tauhid adalah ajaran dan inti dari semua agama yang datang dari Allah.

Lalu, apa sebenarnya makna tauhid bagi umat Islam. Setidaknya ada tiga makna yang perlu diketahui ketika kita melafalkan kalimat tauhid.

1.       Meyakini bahwa tidak ada tuhan selain Allah

Ketika seseorang masih dalam rahim kandungan ibunya, Allah telah bertanya kepadanya “apakah saya tuhanMu? lalu menjawab “Iya saya beraksi bahwa Engkau adalah tuhanku” lalu Allah memperkenankan bayi itu meninggalkan alam rahim menuju alam nyata yaitu dunia untuk menjalanan kehidupan sebagai manusia. Dalam Alqur’an disebutkan bahwa Dialah yang mengeluarkan kalian dari  rahim Ibumu dan kalian tidak mengetahui apa-apa kemudian mencipatakan kepadamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kalian bersyukur (QS.Annahl 77).  

Kemudian di ayat lain Tuhan berfirman “ Apakah saya Tuhanmu lalu menjawab bahwa saya bersaksi engkau adalah tuhanku” (QS Alaraf 172). Mereka yang selama hidupnya konsisten mempercayai adanya tuhan yang menciptakan segala-galanya mereka itulah yang dianggap sebagai orang-orang yang beriman dan mereka yang mengubah jalan keyakinannya mereka itulah yang dianggap inkar kepada Tuhan.

Dalam point ini setiap orang harus meyakini bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan tuhan yang dia yakini itu adalah tuhan yang Maha Esa, tidak ada sekutu baginya, tidak bertempat dan tidak diikat dengan waktu. Ia adalah dzat yang ada sebelum segala sesuatu ada dan kekal selama-lamanya. Dialah sumber segala sesuatu dan segala sesuatu akan kembali kepadanya.

Baca juga : Meneladani Keluwesan Hati Rasulullah Saw

2.      Meyakini bahwa tidak ada yang menciptakan dan berkehendak selain Allah

Setiap orang wajib meyakini bahwa dialah yang menciptakan dan merencanakan dan menentukan atas segala sesuatu. Semua makhluk adalah ciptaannya dan segala sesuatu dialah yang merencanakannya. Dialah yang membentuk segala sesuatu yang ada dan dia jugalah yang menentukan nasib segala sesuatu yang ada.

Ketika melihat sesuatu maka manusia wajib mengimani bahwa semua itu adalah kehendak dan ketentuan Allah yang Maha Kuasa hingga seseorang pun ketika melupakan sesuatu maka ia wajib meyakini bahwa karena Tuhanlah dia lupa dan begitu pula ketika ia sedang gembira dan senang atau bersedih maka dia wajib meyakini bahwa Allah yang membuat dia gembira dan bersedih termasuk ketika seseorang tertimpa musibah maka wajib mengimani bahwa karena kehendak tuhanlah sehingga orang itu terkena musibah karena tidak ada satupun terjadi di dunia ini kecuali atas izinnya.

3.      Meyakini bahwa sifat dan namaNya adalah diriNya

Allah memiliki nama-nama atau “Asmaulhusna” yang jumlahnya mencapai 99 nama dan sifat-sifat wajib, mustahil dan jaiz yang jumlahnya keseluruhannya adalah 27 sifat. Manusia wajib meyakini bahwa tuhan itu ada, kekal, abadi, berdiri sendiri dan tidak seperti makhluknya.  Pada waktu yang sama manusia wajib mengimani bahwa mustahil bagi tuhan tidak ada, mustahil dia sama dengan makhluknya dan mustahil dia bersekutu dalam mencipatakan segala sesuatu dan mustahil dia tidak kekal.

Demikian pula seseorang wajib mengimani bahwa tuhan maha pengasih, maha penyayang, maha kuasa dan mahal adil dan seterusnya. Manusia tidak boleh meyakini bahwa Tuhan  tidak adil atau Tuhan menganiaya atau Tuhan maha kejam atau Tuhan tidak akan menerima taubat dan permhonanan ampun hambanya. Manusia wajib mengimana bahwa Tuhan jauh dari sifat-sifat kekurangan seperti buta, tuli dan tidak mengetahui

Ketiga hal tersebut di atas jika terpatri dan tertanam kuat dan kokoh dalam jiwa dan hati seseorang, maka sesungguhnya ia telah bertauhid yang susungguhnya dan akan mendapatkan kebahagian dunia dan akhirat.  Ajaran inilah yang menjadi prinsip Islam yang wajib diyakini oleh setiap orang yang beriman. Tanpa keyakinan ini maka manusia tidak akan sempurna keimanannya.

Para Nabi seperti, Ibrahim, Mousa, Yaqub, Ishak, Ismail dan Isa as semuanya berjuang dan berdakwah mengajarkan ajaran tauhid kepada umatnya; bahwa tidak ada yang menciptakan dan berkehendak atas segala sesuatu kecuali Allah Swt. Dialah yang maha pengasih, pengampun dan maha bijaksana kepada semua hambanya dan  kepadanyalah kita mengabdi dan kembali serta kita berserah diri kepadanya.

Comment

LEAVE A COMMENT