Umat Islam Dilarang Bodoh

Islam adalah agama yang sangat membenci kebodohan dalam segala hal. Bukan sekedar dalam beragama, tetapi juga dalam memahami berbagai aspek kehidupan umat Islam dituntut mempunyai kemampuan dan keilmuan yang memadai.

Hadist yang cukup populer mengatakan:


طَلَبُ العِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِم


Artinya : Mencari ilmu adalah kewajiban atas setiap muslim (baik laki-laki maupun perempuan) (HR Ibnu Majah dan lainnya). Hadist ini secara subtansial menegaskan bahwa umat Islam dilarang bodoh. Karena itulah, menuntut ilmu menjadi kewajiban bagi umat Islam. Karena sebagai kewajiban, menuntut ilmu juga menjadi salah satu bentuk ibadah dalam Islam. Nabi sangat senang dengan orang berilmu. Nabi bersabda : ”Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang”. (HR. Turmudzi).


Lihat kondisi umat Islam saat ini. Negara dengan mayoritas Islam hanya bisa mengimpor pengetahuan dan penemuan dari Negara yang notabene mayoritas non muslim. Umat Islam hanya sibuk dengan perdebatan klasik tentang bid’ah, halal, haram, kafir, dan thagut. 


Perdebatan ini bahkan tidak dikelola secara produktif yang hanya menghasilkan peperangan dan perpecahan


Umat Islam lupa terhadap masa lalu. Ilmuwan besar banyak lahir dari tokoh-tokoh besar umat Islam dalam berbagai disiplin keilmuan baik filsafat, sosiologi, antropologi, kedokteran, astronomi dan berbagai cabang ilmu lainnya. Ingatlah, peradaban Islam akan kekal hanya karena dibangun dengan pondasi ilmu, bukan kekuasaan.


Dari Ibnu Abbas radliyallâhu ‘anh, Nabi SAW bersabda, "Nabi Sulaiman pernah diberi pilihan antara memilih ilmu dan kekuasaan, lalu beliau memilih ilmu. Selanjutnya, Nabi Sulaiman diberi ilmu sekaligus kekuasaan. Inilah pelajaran yang disampaikan Nabi kepada umatnya untuk memperkuat ilmu.


Qur’an sebagai dasar utama umat Islam sebenarnya telah memberikan stimulasi pengembangan pengetahuan. Lihatlah ayat pertama yang diwahyukan kepada Nabi surat al-Alaq: Bacalah. Bacalah bukan sekedar makna membaca tetapi mengamati, memahami dan menimbu ilmu dari berbagai fenomena alam. Qur’an seringkali memberikan petunjuk untuk melihat fenomena alam seperti laut, gunung, matahari, bulan dan semesta.


Ajaran agama Islam sangat menekankan umatnya untuk menuntut Ilmu sebanyak-banyaknya, tetapi entah mengapa kita sering kali melalaikannya. Bahkan untuk memotivasi umat Islam Allah berjanji :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انشُزُوا فَانشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, ”Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, ”Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orangorang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan. (Q.S.al-Mujadilah [58]: 11) 


Islam sangat menjungjung tinggi ilmu pengetahuan. Sehingga dalam Islam posisi orang berilmu sangat berbeda tingkatannya dengan orang bodoh. Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (Az-Zumar Ayat 9). 


Ilmu Jalan Kebahagian Dunia dan Akherat


Ilmu memiliki nilai universal. Tidak ada satupun ilmu yang bersifat negatif. Umat Islam jangan terkungkung hanya memperkaya ilmu agama, tetapi meninggalkan ilmu tentang alam semesta. Nabi bersabda:


“Barang siapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya; dan barang siapa yang ingin (selamat dan berbahagia) di akhirat, wajiblah ia mengetahui ilmunya pula; dan barangsiapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula”. (HR. Bukhari dan Muslim). 


Dalam Islam, ilmu adalah jalan untuk meraih kenikmatan dunia dan akhirat. Umat Islam saat ini harus bangkit dengan terus mengembangkan ilmu. Peradaban Islam akan besar dan langgeng apabila ditopang dengan ilmu pengetahuan. Inilah sebenarnya ladang jihad bagi umat Islam untuk membela Islam dengan menuntut dan mengembangkan ilmu pengetahuan. 


Umat Islam tidak boleh bodoh dan dibodohi. Umat Islam harus bangkit. Sunggu merugi jika umat Islam hanya meyakini bahwa kewajibannya hanya sekedar beribadah keagamaan semata, sementara ia buta dari pengetahuan. Seberapapun anda banyak beribadah tetapi kemampuan dan keilmuan anda dangkal akan mudah jatuh dalam perangkap setan dan terjerumus dalam kerusakan.


Dalam sebuah Hadist dikisahkan suatu waktu Nabi bertemu dengan setan di masjid Kemudian Nabi SAW bertanya, "Wahai Iblis apa yang sedang kamu lakukan di sini?" Maka Setan itu menjawab, "Saya hendak masuk masjid dan akan merusak shalat orang yang sedang shalat ini, tetapi saya takut pada seorang lelaki yang tengah tidur ini."

Lalu Nabi SAW berkata, "Wahai Iblis, kenapa kamu bukannya takut pada orang yang sedang shalat, padahal dia dalam keadaan ibadah dan bermunajat pada Tuhannya, dan justru takut pada orang yang sedang tidur, padahal ia dalam posisi tidak sadar?" Iblis pun menjawab, "Orang yang sedang shalat ini bodoh, mengganggu shalatnya begitu mudah. Akan tetapi orang yang sedang tidur ini orang alim (pandai)."    

Comment

LEAVE A COMMENT