Main Handphone Saat Khatib Berkutbah, Bagaimana Hukumnya?

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Ustadz, pertanyaan saya berangkat dari apa yang saya alami dan bahkan ini telah menjadi kebiasaan orang-orang sekarang ini. Ketika Khatib sedang berkhutbah masih banyak jamaah yang bermain Handphone. Sedangkan menurut apa yang pernah saya dengar mengobrol saat khatib berkhutbah tidak boleh, lalu bagaimana hukumnya main handphone saat khutbah berlangsung?

Rojali – Bekasi

Waalaikum Salam Warahmatullahi Wabarokatuh

Bapak Rojali yang dirahmati Allah SWT. Memang dengan perkembangan tehnologi saat ini dan harga handphone yang terjangkau untuk semua kalangan mempunyai imbas yang positif dan ada negatifnya. Salah satu yang negatif adalah kita menjadi kurang tahu tempat untuk bermain handphone. Hingga saat sedang sholat jumat pun kadang kita masih sibuk bermain handphone. Saya akan menjelaskan berdasarkan pendapat ulama yang disandarkan pada hadist nabi.

Khutbah sholat Jumat banyak sekali mengandung hikmah ataupun pelajaran bagi jamaah yang hadir dan para jamaah diharuskan untuk mendengarnya. Oleh karena itu tidak diperkenankan mengobrol atau sibuk dengan main Handphone ketika khatib sedang berkhutbah diatas mimbar. Siapapun yang melakukan hal tersebut maka ganjaran pahala kehadirannya berjumatan akan gugur. Abu Hurairah menyampaikan, Nabi bersabda, “Jika engkau berkata kepada temanmu di hari jumat, Diamlah!’ ketika imam sedang berkhutbah, maka engkau telah melakukan (Jumat) yang sia-sia.”

Sebagian ulama berpendapat bahwa khutbah jumat sebagai “pengganti” bilangan dua rakaat dalam shalat duhur. Karena itulah, orang yang sholat jumat tidak wajib lagi mengerjakan sholat Zuhur, padahal sholat Zuhur itu empat rakaat.

Namun demikian orang yang bercakap-cakap atau mengoperasikan Handphone saat Khatib sedang berkutbah tidak menjadi wajib menambah dua rakaat setelah sholat jumat. Hanya saja, shalat jumat yang mereka kerjakan menjadi sia-sia. Dalam riwayat tersebut sudah dijelaskan bahwa sekedar menegor teman saja untuk mengingatkan saja sudah menjadi sia-sia apalagi melakukan perbuatan yang lain. Bahkan sebagian ulama dengan tegas mengatakan diam berarti mendengarkan dan tidak boleh mengucapkan sesuatu walaupun dizkir. Artinya, Islam sangat mementingkan materi khutbah untuk dapat didengarkan dan diserap oleh para jamaah.

Wallahua’lamu Bisshowab

Demikian penjelasan saya terhadap pertanyaan bapak Rojali, semoga kita semua termasuk orang yang dapat memanfaatkan waktunya dengan sebaik-baiknya untuk beribadah.    

Comment

LEAVE A COMMENT