Berdakwah Tak Hanya Soal Ibadah dan Tauhid, Tapi Harus Bawa Kebaikan Dunia dan Akhirat

Balikpapan – Berdakwah tidak hanya selalu soal ibadah dan tauhid. Tetapi juga muamalah. Hal ini dilakukan seyogyanya untuk mendapat kebaikan di dunia dan di akhirat. Olehnya itu, dalam setiap tindakan diawali dengan niat, begitu pula dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla ketika memberikan sambutan pada pembukaan Silaturahim Nasional (Silatnas) Para Dai Hidayatullah di Pondok Pesantren Hidayatullah, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (22/11/2018). Niat masyarakat Indonesia adalah bagaimana memajukan dan memakmurkan bangsa dengan adil.

“Oleh karena itu, seperti yang Rasulullah ajarkan, manusia hakikatnya mengabdi tidak hanya kepada agama tetapi juga kepada masyarakat. Pengabdian itu hendaknya dilakukan secara seimbang, antara dunia dan akhirat sehingga mendapatkan kebaikan dalam keduanya,” Wapres.

Dalam kesempatan tersebut, JK tak lupa mengucapkan terima kasih kepada para dai yang telah berdakwah ke pelosok dan penjuru negeri untuk mengajarkan ilmu agama, ibadah dan tauhid. Sekaligus mengajarkan hubungan antar sesama.

Ia menilai pentingnya dai untuk andil dalam mengajarkan bagaimana memperoleh kemakmuran dengan baik. Sebab, apabila umat menjadi makmur maka umat Islam secara keseluruhan akan menjadi lebih maju. 

“Pekerjaan dai bukan hanya mengislamkan umat, tapi bagaimana memakmurkan bangsa ini dengan upaya-upaya dan pengetahuan,” tuturnya.

Meskipun usianya masih tergolong muda, yakni 45 tahun, Hidayatullah telah berkembang hingga dapat menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia. JK pun berharap lembaga ini dapat lebih maju dan memberikan kontribusi yang besar dalam memajukan bangsa.

Comment

LEAVE A COMMENT