BIN Diminta Terbuka Jelaskan Masjid dan Penceramah Terindikasi Radikalisme

Jakarta – Badan Inteliijen Negara (BIN) diminta untuk menjelaskan secara gamblang tentang masjid dan penceramah terindikasi radikalisme. Itu penting agar masalah itu tidak terus menggelinding liar di tengah masyarakat. 

“Yang disebut radikalisme itu apa. Sekarang radikalisme itu yang berhak menafsirkan seolah hanya satu pihak,” kata Ketua bidang Tarbiyah PP Persis Irfan Safrudin dikutip dari Republika.co.id, Kamis (22/11/2018).

Pernyataan itu menanggapi temuan BIN terkait 41 dari 100 masjid di lembaga negara, kementerian, dan BUMN, telah terpapar radikalisme. 

Karena itu, kata Irfan, BIN harus mengumumkan kriteria radikalisme dalam doktrin agama seperti apa, penceramahnya seperti apa, apakah masjid terindikasi radikalisme merusak lingkungannya, apakah penceramah radikalisme merusak umat Islam. Irfan pun bertanya-tanya siapa yang paling berhak menafsirkan masalah keagamaan.

Baca juga : Al Quran Panduan & Petunjuk Bagi Sains

“Penceramah dan masjid itu istilah keagamaan, ini jadi siapa yang paling berhak menafsifkan. Apa BIN punya kemampuan itu,” ujar dia.

Irfan mengatakan Indonesia memiliki banyak masjid dan di bawah binaan, ada yang dimiliki ormas Islam, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kemudian, dia mempertanyakan, apabila salah satu masjid milik pemerintah terindikasi radikalisme, apakah artinya pemerintah tersebut menganut paham radikalisme?

“Kan tak benar logika berpikirnya. Makanya untuk ketenangan masyarakat, ajak berpikir jernih,” kata Irfan.

Ia menegaskan, pemerintah harus hadir dengan mencerdaskan masyarakat jika ada kebingungan. Ia beranggapan, pemerintah salah jika mengumumkan ada masjid dan penceramah diduga radikalisme tanpa secara jelas menyebut kriteria radikalisme.

Selain itu, menurut dia, BIN tidak perlu tangung-tanggung mengumumkan hasil survei. Sebab, hal itu hanya akan menjadi tuduhan terhadap sesuatu yang tidak jelas.

“Tunjukkan itu kan hasil penelitian, makanya harus terbuka untuk mencerdaskan sebut kriterianya,” kata dia.

Sebelumnya, BIN mengumumkan temuan 41 masjid yang terpapar paham radikalisme. Berdasarkan penelusuran BIN, ada 50 orang penceramah yang menyampaikan materi ceramah terindikasi mengandung unsur radikalisme.

Juru Bicara BIN Wawan Hari Prabowo menjelaskan, survei yang menemukan 41 masjid terpapar paham radikalisme itu dilakukan oleh Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M). Survei ini menyasar kegiatan khutbah yang disampaikan oleh penceramah.

Comment

LEAVE A COMMENT