Buya Syafii Ma’arif Kecam Banyaknya Masjid Dijadikan Tempat Agitasi Politik

Yogyakarta – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Ma’arif mengecam mengecam banyaknya masjid yang dijadikan tempat untuk agitasi politik untuk mendukung kelompok tertentu. Kondisi ini sangat tidak bagus karena masjid adalah tempat beribadah, bukan tempat berpolitik.

“Hal semacam itu adalah pragmatisme politik yang konyol,” kata Buya, panggilan karibnya, saat berorasi pada peresmian lembaga kebuduyaan Embun Kalimasada di Gedung Yayasan Badan Wakaf UII, Jalan Cik Ditiro, Yogyakarta, Minggu (25/11/2018).

Selain itu, Buya juga mengritik orang-orang yang sering mengaku paling dekat dengan Allah, tetapi sering berbuat jahat kepada orang lain yang berbeda paham dengannya. Ia juga menyinggung isme-isme yang menganut jalan kekerasan dan menganut teologi maut. Menurut Buya, mereka itu adalah kelompok-kelompok penganut ideologi yang kering kerontang, berani mati tapi tidak berani hidup.

"Isme-isme itu produk dari peradaban yang sedang membusuk dengan diberi dalil-dalil agama, tapi tanpa sadar kita membajaknya. Ini yang terjadi sekarang," ungkap Buya dikutip dari sindonews.com.

Baca juga : Tahun Depan, Masjid Terbesar Ketiga di Dunia Selesai Dibangun di Aljazair

Terkait lembaga kebudayaan Embun Kalimasada, Buya memberikan apresiasi positif. Menurutnya ini menjadi peristiwa yang berkesan setelah UII didirikan tahun 1945.

"Bagi saya peristiwa hari ini sangat mengesankan, UII yang berdiri tahun 1945 perlu waktu 73 tahun untuk memasuki ranah budaya," kata Buya.

Menurut Buya dengan berani berkiprah di ranah kebudayaan artinya Embun Kalimasada tengah berjalan di jalan yang lengang dan sepi di tengah pragmatisme politik kekuasaan. Untuk itu diperlukan ketulusan bekerja. Termasuk berharap Embun Kalimasada akan menyalakan api kebenaran meski kecil.

Comment

LEAVE A COMMENT