Generasi Milenial Islam Harus Diarahkan Hadapi Kemajuan Teknologi Informasi

Surabaya – Generasi muda atau generasi milenial harus diarahkan dalam menghadapi ‘serangan’ teknologi informasi melalui kecanggihan komputer dan gawai. Itu penting agar para generasi milenial bisa mengambil hal-hal positif dari kemajuan tersebut, sekaligus memiliki pertahanan dari efek-efek negatifnya.

Hal itu dikatakan  Ketua Pimpinan Pusat (PP) Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Hari Usmayadi. Ia mengingatkan tantangan yang dihadapi memasuki revolusi industri 4.0 ini. Dengan kemudahan mengakses dunia luar lewat gawai, generasi muda cenderung ingin memperoleh solusi secara cepat atas masalah yang dihadapi.

“Sekadar diketahui, angka pengguna internet di Indonesia sudah mencapai separuh dari seluruh penduduk,” kata Cak Usma, sapaan akrabnya,  saat menjadi narasumber pada diskusi Cangkir Sembilan di kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, Surabaya, Sabtu (10/11/2018).

Baca juga : Solidaritas Dubes Negara Sahabat Bangun Masjid di Lombok

Dengan tingginya angka tersebut, lanjut Cak Usma, mayoritas menginginkan mendapatkan solusi atas seluruh problematika yang dihadapi hanya lewat gawai tersebut. Karenanya, jangan heran kalau kebanyakan masyarakat khususnya anak muda lebih percaya terhadap gawai. 

“Ada masalah apa saja, mereka tidak lagi bertanya kepada mereka yang memiliki kompetensi sekalipun, tapi bertanya melalui mesin-mesin pencari. Fakta inilah yang membuat NU harus hadir menyapa anak muda dan menawarkan problem solvingnya,” katanya dikutip dari nu.or.id.

Menghadapi tantangan seperti ini, ungkap Cak Usma, maka yang harus dilakukan adalah dengan memberikan panduan kepada anak muda dengan konten sesuai usia mereka. “Bisa berupa buku praktis khas remaja maupun mahasiswa, demi memberikan jawaban atas masalah yang dihadapi,” jelasnya.

Pada saat yang sama, juga harus sudah disiapkan layanan digital yang memungkin untuk turut menjawab problematikan khas anak muda. Ini untuk membimbing mereka lewat aplikasi praktis  dengan solusi sesuai masalah yang dihadapi.

Tantangan ini harus bisa dijawab oleh NU dan juga santri. “Harapan kami, santri mampu menapaki era industri ini dengan turut terlibat secara aktif, bukan malah menambah daftar pengangguran,” harap Cak Usma. 

Dalam bayangannya, para santri mampu memberikan solusi atas masalah yang dihadapi generasi muda. Bahkan bisa menjadi generasi kelas menengah yang mapan.

Comment

LEAVE A COMMENT