Guru Harus Mendidik Dengan Cinta dan Kasih Sayang

Surabaya – Seorang guru harus mendidik dengan penuh cinta dan kasih sayang bukan dengan kebencian. Pasalnya, peran guru sangat vital dalam penumbuhan karakter bagi anak didik di madrasah atau sekolah.

“Saya mengajak pada diri saya sendiri dan para guru agar menanamkan cinta pada diri kita. Hanya dengan cinta, kita bisa mendidik anak-anak kita, tidak dengan benci, tidak dengan murka, tidak dengan amarah, karena kita sedang mendidik,” ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada Puncak Hari Guru Nasiomal 2018 di Surabaya, Senin (26/11/2018).

Menurut Menag, pola pendidikan bisa diperluas ukuran-ukuran kebaikan dan kebajikan tidak hanya pada aspek kognitif atau pengetahuan saja dan keterampilan saja, tetapi juga sikap. Karena pada hakikatnya, agama adalah akhlak dan kebajikan bagi sesama.

Baca juga : PBNU: Penceramah Yang Tak Paham Agama Jangan Jadi Khatib

Menag berharap, guru bisa memahami dan memperluas pemahaman tersebut. Sebab guru tidak hanya bertanya kepada anak didik, sudah shalat atau belum? Atau sudah membaca Al-Qur’an atau belum?

“Tetapi bertanyalah, Nak, kebajikan apa yang sudah kamu lakukan hari ini? Apakah kamu sudah menolong orang lain? Apakah kamu sudah membantu kakak atau adikmu?” ungkapnya dikutip dari nu.or.id.

Menag mengungkapkan, hal-hal demikian merupakan kebijakan riil yang sangat mendasar dan harus dididikan kepada anak-anak. Apalagi saat ini manusia telah hidup di dua dunia sekaligus, yaitu dunia nyata dan dunia maya. Dinamika dunia maya dapat berpengaruh pada tindakan dan perilaku manusia serta tata nilai yang dianut. Maka dari itu para pendidik dan tenaga kependidikan menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

Comment

LEAVE A COMMENT