Pajak Dianggap Bertentangan Dengan Islam, Menkeu Gandeng Menag

Jakarta – Salah satu kendala dalam penerimaan pajak di Indonesia adalah masih adanya anggapan di kalangan umat Islam bahwa pajak itu bertentangan dengan ajaran agama Islam. Fakta itulah yang membuat Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta tolong ke Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Syaifuddin untuk menjelaskan ke masyarakat.

"Kami mohon bantuan Menag untuk betul-betul mendudukkan pajak dalam konteks pembelajaran, karena kami kadang masih sering merasakan pajak dibenturkan dengan pelaksanaan mengenai agama. Seolah membayar pajak tidak dibenarkan menurut agama," katanya di Gedung Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Lewat kerja sama yang terbangun antara dua kementerian/lembaga itu, Sri Mulyani berharap Kementerian Agama bisa memberikan pemahaman yang benar terkait pentingnya peranan pajak. Sri Mulyani pun menegaskan bahwa pemerintah menggunakan pendapatan dari pajak itu sebagai insentif, alat redistribusi dan keadilan, serta untuk mengurangi kemiskinan.

Baca juga : Ulama, Habaib & Ormas Berdialog, Kasus Pembakaran Bendera HTI Selesai

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan, pajak bukanlah sesuatu yang dilarang dalam konteks keagamaan. Menurut dia, kewajiban warga negara untuk membayar pajak adalah manifestasi dari pengamalan ajaran agama.

"Kami selain mempromosikan moderasi beragama, kita juga memberikan penyadaran bahwa beragama itu dalam konteks Indonesia hakikatnya adalah ber-Indonesia. Maksudnya, kalau kita mengamalkan ajaran agama itu sebenarnya kita sedang menjaga dan memelihara ke-Indonesiaan kita. Karena Indonesia dikenal sebagai bangsa yang agamis," tutur Lukman Hakim.

Menurut Lukman, membayar pajak tidak hanya merupakan kewajiban warga negara. Melainkan kewajiban terhadap umat yang beragama.

"Begitu juga saat kita menjalankan peran sebagai warga negara, kita juga sedang mengamalkan ajaran agama. Maka, membayar pajak tidak hanya kewajiban warga negara. Tapi kewajiban umat beragama. Jadi pemaknaan terhadap spiritualitas ini yang penting, lalu kesadaran membangun ini ke diri kita masing-masing," pungkas Menag.

Comment

LEAVE A COMMENT