PBNU: Penceramah Yang Tak Paham Agama Jangan Jadi Khatib

Jakarta – Penceramah yang tidak paham agama seharusnya tidak boleh menjadi khatib. Itu penting karena apa yang diucapkan penceramah akan mempengaruhi umat, apalagi diucapkan dalam sebuah mimbar.

"Khatib itu harus ngerti agama. Kalau yang nggak paham agama jangan coba-coba jadi khatib Jumat," kata Ketum PBNU Said Aqil Siradj di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (25/11/2018).

Kiai Said mengaku sudah mengetahui sejak lama kalau masjid-masjid di pemerintahan terpapar penceramah yang menebar paham radikal. Dia menilai penceramah sebar paham radikal tak memiliki ilmu agama.

"Sudah lama saya dengar itu, sudah lama, bukan barang baru bahwa masjid-masjid sudah terpapar, udah lama itu terutama di masjid BUMN, kantor-kantor pemerintah terutama di Jakarta, bukan masjid di desa desa," katanya.

Baca juga : Buya Syafii Ma’arif Kecam Banyaknya Masjid Dijadikan Tempat Agitasi Politik

"Kalau mereka maunya khotbah, tapi khatib-khatibnya tidak berilmu, tidak mumpuni, jadi apa yang akan disampaikan? Ajaran yang paling gampang ya radikalisme itu. Mau bicara tafsir nggak mampu, hadist nggak bisa," lanjut Kiai Said dikutip dari detik.com.

Terkait monitoring dan pengawasan masjid, bisa dilakukan oleh kementerian Agama atau Dewan Masjid Indonesia (DMI), sementara PBNU tak punya kewenangan untuk mengawasi.

Sebelumnya, Badan Intelijen Negara (BIN) mengatakan ada 50 penceramah yang menyebarkan paham radikal di 41 masjid. Para penceramah itu sudah didekati.

Comment

LEAVE A COMMENT