Penyelidik PBB Temukan 200 Kuburan Massal ISIS

New York – Biro Penyelidik PBB menemukan lebih dari 200 kuburan massal tinggalan kekejaman kelompok radikal ISIS. Ribuan mayat terkubur dalam kuburan massal di beberapa kawasan yang pernah dikuasai ISIS di Irak.

Sejumlah kuburan massal ditemukan di utara dan barat wilayah gubernuran Niniwe, Kirkuk, Salahuddin dan Anbar.

"Kuburan-kuban massal itu bisa memuat sebanyak 12.000 korban," bunyi laporan PBB seperti dikutip dari BBC, Selasa (6/11/2018).

ISIS merebut sebagian wilayah Irak pada tahun 2014 dan memberlakukan aturan brutal, umumnya membunuh siapa saja yang tidak disukai.

Baca juga : Jangan Seret Agama Untuk Kepentingan Politik

Sejak akhir 2017 lalu, ISIS di Irak dan Suriah hancur lebur. Di Irak, ISIS tunggang langgang dihajar pasukan koalisi yang dikomando Amerika Serikat (AS) yang didukung oleh pasukan pemerintah Irak dan sekutu milisi di lapangan, meskipun kantong kegiatan ISIS tetap berada di beberapa daerah.

Kuburan massal tersebut, menurut catatan laporan PBB, mengandung bukti-bukti penting yang tidak hanya mengidentifikasi korban tetapi juga membantu jaksa membangun kasus-kasus kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan dan mungkin genosida.

Laporan itu mengatakan 202 kuburan massal telah didokumentasikan sejauh ini, termasuk 95 di Ninevah, 37 di Kirkuk, 36 di Salah al-Din dan 24 di Anbar. Penyelidik PBB memperkirakan antara 6.000-12.000 korban dimakamkan di lokasi, termasuk wanita, anak-anak, orang tua, orang cacat, pekerja asing, dan anggota pasukan keamanan Irak.

"Kuburan massal yang didokumentasikan dalam laporan kami adalah sebuah bukti untuk menghancurkan kerugian manusia, penderitaan mendalam dan kekejaman yang mengejutkan," kata Jan Kubis, wakil khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Irak.

Comment

LEAVE A COMMENT