Pesan Maulid Nabi MUI: Teladani Sifat dan Akhlak Mulia Nabi Muhammad SAW

Jakarta – Nabi Muhammad SAW adalah manusia mulia yang lahir ke bumi untuk membawa agama yang rahmatan lil alami. Sifat-sifat mulia itulah yang harus diteladani oleh umat muslim dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H. Itulah inti pesan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam peringatan Maulid Nabi  Muhammad SAW 2018 yang jatuh pada Selasa (20/11/2018)

"MUI mengajak seluruh umat Islam agar menjadikan momentum peringatan Maulid Nabi SAW untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan berbuat kebajikan dan beramal shaleh dengan cara meneladani sifat dan akhlak mulia Nabi Muhammad SAW," kata Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi dalam keterangannya, Senin (19/11/2018).

MUI, imbuh Zainut, mengajak umat Islam agar dapat mewarisi semangat dan misi kenabian yaitu semangat pembebasan dari ketertindasan, baik dari kemiskinan, kebodohan, maupun keterbelakangan. 

"Hakekat dari misi risalah Nabi Muhammad SAW adalah melakukan pembelaan terhadap kaum yang lemah dan tertindas dengan berempati merasakan beratnya penderitaan mereka," terang Zainut.

Berikut 5 pesan MUI untuk umat Islam dalam rangka memaknai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW:

1. MUI mengajak seluruh umat Islam agar menjadikan momentum peringatan Maulid Nabi SAW untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan berbuat kebajikan dan beramal shaleh dengan cara meneladani sifat dan akhlak mulia Nabi Muhammad SAW sebagaimana misi kenabiannya yaitu untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak umat manusia.

Baca juga : Jadikan Momentum Maulid Nabi Untuk Ciptakan Indonesia yang Santun dan Damai

2. MUI mengajak kepada semua umat Islam agar dapat mewarisi semangat dan misi kenabian yaitu semangat pembebasan dari ketertindasan, baik ketertindasan dari kemiskinan, kebodohan maupun keterbelakangan. Karena hakekat dari misi risalah Nabi Muhammad SAW adalah melakukan pembelaan terhadap kaum yang lemah dan tertindas dengan berempati merasakan beratnya penderitaan mereka ('azizun 'alaihi ma 'anittum). Memberikan rasa aman dan sentosa (harishun `alaikum) dan memberikan rasa belas kasih sayang terhahadap sesama umat manusua (raufun rahim)

3. MUI menyeru kepada kaum Muslimin untuk mengembangkan sikap toleransi (tasamuh), keseimbangan (tawazun), dan bersikap adil (i'tidal) dalam menjalankan ajaran agama, agar tidak terjebak pada pertentangan dan perselisihan sempit (furuiyyat) yang dapat merusak tali silaturahmi antarumat Islam. Hal tersebut sesuai dengan misi Nabi Muhammad SAW yang ingin mewujudkan persaudaraan Islam (ukhuwah Islamiyyah) dan persatuan umat (wihdatul ummah) sebagaimana yang dilakukan Nabi ketika menyatukan dan mepersaudarakan kaum muhajirin dan anshor saat membangun kota Madinah.

4. MUI mengajak seluruh umat beragama untuk mengembangkan hidup damai, penuh harmoni dan toleransi (tasamuh) antarumat beragama. Hal tersebut merupakan spirit aktualisasi dari visi Islam rahmatan li al-'alamin (agama cinta dan kasih sayang bagi semesta raya). Spirit maulid tersebut harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku keberagamaan yang santun, rukun, toleran, saling menghormati, dan menerima perbedaan keyakinan. 

5. MUI mengajak semua komponen bangsa untuk menjaga dan merawat NKRI. Kemerdekaan Indonesia yang diraih dengan perjuangan dan pengorbanan baik jiwa dan raga seluruh rakyat Indonesia adalah negara perjanjian yang mengikat seluruh komponen bangsa untuk hidup bersama secara damai, rukun dan harmonis. Untuk hal itu harus terus dijaga dan dipertahankan oleh seluruh bangsa Indonesia. Dengan demikian, momentum Maulid Nabi SAW hendaknya dimaknai dalam rangka peneguhan sikap dan aktualisasi nilai-nilai perdamaian, apresiasi terhadap kebhinnekaan, dan penghormatan terhadap nilai demokrasi, hukum dan HAM.

Comment

LEAVE A COMMENT