Subhanallah, Polwan Indonesia Berhasil Bangun Masjid di Sudan

Jakarta – Upaya mulia dilakukan seorang anggota Polwan asal Indonesias Bripka Dewi Suryani yang tengah tergabung dalam UNAMID MHQ EL Fasher di Sudan. Tidak hanya menjalankan tugas sehari-hari sebagai polisi perdamaian sebagai protokol individual police officer (IPO). Tempat tersebut berjarak 45 menit dari El Fasher dengan helikopter.

Di tengah kesibukannya, ia ternyata terus mengamati sebuah bangunan masjid di Shangil Tobaya, Sudan, yang sangat memprihatinkan. Kondisi bangunan masjid di Shangil Tobaya, Sudan, memprihatinkan. Bagaimana tidak, saat hujan, air masuk ke dalam masjid sehingga pakaian para jamaah basah.

Kondisi itulah yang membuat Bripka Dewi tergerak untuk membantu membangunkan masjid yang cukup layak.

"Suatu ketika saya temui tempat salat yang terbuat dari ranting kayu dan masyarakat salat di sana basah-basah karna musim hujan. Itu yang mengetuk hati saya," kata Dewi dikutip dari detik.com.

Baca juga : Azyumardi: Yang Dibakar di Garut Itu Bendera Representasi Politik

Dewi menggambarkan tempat salat yang ditemuinya berdinding dan beratapkan ranting kayu. Dewi yang sudah dua kali bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian di Sudan, merasa perlu melakukan sesuatu agar warga di Shangil Tobaya dapat beribadah tanpa harus kebasahan saat hujan dan kepanasan saat matahari terik.

Ibu dari tiga anak ini mengatakan uang untuk membangun masjid didapat dari gajinya selama menjadi pasukan penjaga perdamaian. Dia lalu mengajak warga bersama-sama membangun masjid yang diberi nama Ar Rahman.

"Uang yang saya gunakan berasal dari gaji saya sendiri selama melaksanakan tugas di UNAMID. Lama proses pembangunan satu bulan, borongan kilat," jelas Dewi sambil menyelipkan gurauan.

Dengan berdirinya masjid Ar Rahman di tengah pemukiman warga Shangil Tobaya, masyarakat dapat beribadah dan menggelar kegiatan agama dengan tenang.

"Selain beribadah, masjid dapat digunakan sebagai tempat belajar agama bagi anak-anak dan semua kegiatan-kegiatan positif seperti musyawarah yang nantinya akan menghindari masyarakat dari konflik atau perselisihan, sehingga tercipta perdamaian," tutur Dewi.

Comment

LEAVE A COMMENT