Warga NU Harus Aktif Berdakwah di Medsos

Jakarta- Media sosial (Medsos) adalah buah dari kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini. Tak ada satu pun orang yang bisa menghindar dari kemajuan jaman yang semakin digital, termasuk umat Muslim, khususnya warga Nadhliyin.

Ironisnya, medsos tidak hanya memberikan dampak positif bagi umat manusia, tetapi juga memiliki efek negatif yang luar biasa. Hoax, ujaran kebencian, intoleransi, radikalisme, dan terorisme menjadi santapan sehari-hari para pegiat medsos. 

Fakta itulah yang membuat Rais Aam PBNU Kiai Miftachul Akhyar mengajak warga Nahdlatul Ulama (NU) agar aktif berdakwah di medsos. Pasalnya, medsos telah dipenuhi konten-konten yang berisi hoaks dan ujaran kebencian.

Baca juga : Sejumlah Negara Muslim, Termasuk Indonesia Ramaikan Bazar Natal di Athena

"Maka NU tidak salah kalau membahas bagaimana situasi dan kondisi saat ini dengan memakai metode dakwah melalui medsos, karena sekarang ini medsos dikangkangi oleh suatu berita-berita yang tidak benar," kata Kiai Miftach di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (29/11), dikutip dari nu.or.id.

Ia mengemukakan bagaimana berita-berita diproduksi seperti memotong video-video kemudian disebarkan di Youtube. "Kita tahu potongan-potongan film pendek, Youtube atau video yang membalikan fakta. Benar disebutkan salah, dan salah disebutkan benar," ucap Pengasuh Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya.

Ia menyadari bahwa medsos ibarat pisau yang bermata dua, yakni dapat digunakan untuk kebaikan dan juga bisa dipakai untuk kejahatan. Karena itu medsos harus terus digunakan untuk kemaslahatan dengan menyebarkan konten yang moderat dan seimbang.

"Wasathiyah dan tawazun ini tetap menjadi pedoman dan pegangan yang akan terus kita perjuangkan," pungkasnya.

Comment

LEAVE A COMMENT