Muhammad Ali
Muhammad Ali

Ali: Saya Punya Satu Bodyguard, Dia Maha Melihat dan Mendengar, Dialah Tuhan, Allah

Jakarta – Muhammad Ali adalah legenda. Juara dunia sejati asal Amerika Serikat dikenal sebagai petinju kelas berat hebat di masa jayanya dulu. Tidak hanya di ring tinju, Muhammad Ali juga piawai dalam mengatur kehidupannya. Meski di usianya senjanya, Ali harus bergelut dengan penyakit Parkinson, namun ia tetap teguh dengan akidahnya dengan menjadi seorang Muslim yang taat.

Bahkan dalam sebuah video wawancara, Ali yang saat itu sudah terpapar Parkinson, menjawab pertanyaan dalam tayangan talkshow di televisi. Saat itu sang presenter bertanya apakah Ali memiliki pengawal atau bodyguard?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, Ali berlaga seperti menghitung dan berpikir dalam. Namun seketika Muhammad Ali mengubah ekspresinya dengan serius mengaku memiliki pengawal yang punya kekuatan luar biasa, mampu melindunginya dan semua umat manusia.

“Saya punya satu bodyguard, Dia Maha Melihat dan Maha Mendengar. Dia juga Maha Tahu. Kalau Dia ingin sesuatu, Dia tinggal menciptakannya langsung jadi. Pengikutnya patuh dan Dia tahu apa yang orang bicarakan,” kata Muhammad Ali, dikutip dari kanal YouTube Ayatuna Ambassador, Jumat (7/1/2022).

Ali mengatakan bahwa bodyguard-nya adalah mengetahui semua rahasia semua orang, bahkan yang ada di dalam benak. Kemudian, Ali menegaskan bahwa Allah Subhanahu wa ta’ala menjadi bodyguard dirinya dan semua orang.

“Dia tahu semua rahasia, bahkan apa yang ada di dalam benak kita. Dia adalah Tuhan, Allah. Dia adalah bodyguard saya, Dia juga bodyguard Anda,” tegas Muhammad Ali.

Ali terlahir bernama Cassius Marcellus Clay di Louiseville, Amerika Serikat. Ali menghebohkan dunia ketika ia menjadi mualaf. Menurut buku, ‘ Black Is Best: The Riddle of Cassius Clay’ yang ditulis Jack Olsen, Ali mengenal Islam pertama kali saat berjumpa dengan pendakwah jalanan.

Baca Juga:  Setelah Hapus Hukuman Cambuk. Kini, Pemerintah Arab Saudi Hapus Hukuman Mati untuk Anak di Bawah Umur

Pertemuan itu terjadi di Harlem setelahnya Ali menghadiri pertemuan Nation of Islam di Miami pada 1960. Setelah itu ia mulai tertarik mempelajari Islam.

Sementara, menurut surat yang ditulis istri kedua Ali, Khalilah Camacho-Ali, sang petinju sempat menulis tentang masa remajanya di Louisville saat dia dikenal sebagai Cassius Clay Jr.  Suatu ketika, Ali melihat seorang pria mengenakan jas mohair hitam, menjual koran terbitan Nation of Islam saat ia berjalan-jalan mencari gadis-gadis cantik.

Perjalanannya memeluk agama Islam juga tak lepas dari kartun yang pernah ia lihat di harian cetak Nation of Islam. Kartun itu menunjukkan seorang pemilik budak kulit putih memukul budak kulit hitamnya dan meminta orang tersebut berdoa kepada Yesus. Ali pun menyadari gambar itu memiliki makna yang terkesan rasis.

Awalnya, Muhammad Ali memutuskan mualaf bukan karena alasan spiritual, melainkan pragmatis. Di mana kartun di koran membuat dirinya malu dan tak mau lagi memakai nama Cassius Clay.

Namun, setelah menjalaninya, sang petarung pun kian mantab. Ia bahkan rajin membaca Al-Quran. Muhammad Ali akhirnya berani mengumumkan dirinya resmi memeluk agama Islam pada tahun 1964.

Muhammad Ali wafat pada 3 Juni 2016. Setelah sempat dilarikan ke rumah sakit di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat, Ali meninggal dunia dalam usia 74 tahun.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

buya syafii maarif

Mengenang Buya Syafii Maarif : Tokoh Sederhana yang Teguh Memegang Prinsip Keislaman, Kebangsaan dan Kemanusiaan

Sejatinya, teramat sulit untuk menuliskan judul tentang sosok inspiratif Buya Syafii Maarif. Bukan karena kekurangan …

Buya Syafi'i Ma'arif

Selamat Jalan Guru Bangsa, Selamat Jalan Buya Syafi’i Maarif Sang Teladan Umat

Jakarta – Buya Syafi’i Ma’arif kembali ke Haribaan Allah SWT dalam kesederhanaan, seorang guru bangsa …