Eks Jubir Partai Barathiya Janata Nupur Sharma
Eks Jubir Partai Barathiya Janata Nupur Sharma

Amerika Serikat Ikut Kecam Keras Penghinaan Nabi Muhammad oleh Eks Jubir BJP

Washington DC – Kutukan terhadap penghinaan Nabi Muhammad oleh mantan juru bicara Partai Barathiya Janata, Nupur Sharma, terus bergulir. Negara-negara Timur Tengah sudah mengeluarkan kecaman keras. Indonesia juga telah memanggil Dubes India, dan Kementerian Luar Negeri pun sudah mempertanyakan langsung ke Menteri Luar Negeri India. Kini, giliran Amerika Serikat (AS) mengutuk tindakan tersebut.

“Kami mengutuk komentar ofensif yang dibuat oleh dua pejabat BJP dan kami senang melihat partai secara terbuka mengutuk komentar itu,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price kepada wartawan dilansir dari The New Arab, Kamis (16/6/2022).

“Kami secara teratur terlibat dengan pemerintah India di tingkat senior tentang masalah hak asasi manusia termasuk kebebasan beragama atau berkeyakinan dan kami mendorong India untuk mempromosikan penghormatan terhadap hak asasi manusia,” tambahnya.

Nupur Sharma membuat pernyataan di televisi tentang istri termuda nabi Islam yang telah memicu demonstrasi di seluruh dunia Islam. Pernyataan itu memicu protes diplomatik tidak hanya dari saingannya Pakistan tetapi juga di negara-negara Arab kaya yang biasanya menikmati hubungan dekat dengan India.

Di Bangladesh, pengunjuk rasa menuntut kecaman resmi dari Perdana Menteri Sheikh Hasina, sekutu dekat India.

Dalam mode pengendalian kerusakan, BJP menangguhkan Sharma serta Naveen Kumar Jindal, tokoh lain di partai yang dituduh men-tweet tentang Nabi Muhammad SAW.

Amerika Serikat sejak akhir 1990-an telah berusaha untuk memperdalam hubungan dengan India, percaya bahwa dua negara demokrasi terbesar di dunia itu memiliki kepentingan yang sama, terutama dalam menghadapi kebangkitan China.

Amerika Serikat, bagaimanapun, telah beberapa kali dengan hati-hati menyuarakan keprihatinan tentang hak asasi manusia di India ketika Modi menghadapi tuduhan mengejar kebijakan yang menargetkan minoritas Muslim.

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  Menistakan Nabi Muhammad SAW, Profesor Pakistan Divonis Hukuman Mati

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Wanita Arab Saudi dengan model rambut baru

Tak Lagi Wajib Pakai Jilbab, Wanita Arab Saudi Eforia Rambut Bondol

Riyadh – Para wanita di Arab Saudi kini tak lagi wajib memakai jilbab. Kerajaan Arab …

cc f c b bcbd

Siapa Sangka Ka’bah Pernah Ditutup, Berikut 5 Peristiwa Bersejarah yang Bikin Ka’bah Ditutup

Jakarta – Ka’bah merupakan kiblat umat muslim seluruh dunia, setiap tahunya jutaan umat muslim berdatangan …