Apa Pentingya Memberi Nama yang Baik terhadap Anak?

0
973
arti nama anak

Memberi nama anak yang baik adalah kewajiban karena mengandung doa dan harapan, bukan sekedar latah dan ikut-ikutan

Orang tua yang baik sejatinya selalu memberikan yang terbaik pula untuk buah hatinya dari semenjak dalam kandungan, masih bayi dan hingga sampai dewasa sekalipun. Orang tua yang baik selalu menjaga dan memenuhi tanggungjawab dan kewajibanya kepada sang anak baik berbentuk materi-jasmani maupun  immateri-rohani. Termasuk hak anak adalah mendapatkan nama yang baik.

Memberikan nama bagi sang buah hati merupakan kewajiban orang tua. Jangan menjadikan nama anak sebagai coba-coba dan sekedar latah ikut-ikutan. Rasulullah SAW dalam haditsnya telah menegaskan adalah anak mempunyai “hak memperoleh nama yang baik” Rasulallah SAW bersabda :

حق الولد على والده ان يحسن اسمه” . . .(رواه البيهقي و ابو نعيم و الديلمي)”

Artinya : “ Hak anak atas orang tuanya adalah mendapatkan nama yang baik . . .” (H.R al- baihaqi, Abu Nu’aim dan Ad-Dailami).

Melihat redaksi hadist di atas memberikan nama yang baik terhadap anak adalah sebuah bentuk kewajiban dari orang tua yang harus diberikan kepada anak. Oleh karena itu sudah semestinya orang tua tidak boleh sembarangan dalam memberi nama anak, jangan sampai motivasi memberi nama kepada anak hanya karena melihat nama dari artis idolanya atau dari nama seseorang yang dirasa menarik padahal tidak baik, jauh dari makna dan arti yang indah.

Dalam pemberian nama harus terdapat makna, kandungan, arti ataupun filosofi yang indah di hadapan manusia dan dapat menjadi nilai ibadah di hadapan Sang pencipta.

Perlu diingat bahwasanya memberi nama yang baik kepada anak adalah sebuah bentuk memuliakannya. Orang tua yang menginginkan anaknya mulia tentu akan memberi nama yang membuat dia mulia hanya dengan menyebut namanya.

Sahabat Anas r.a meriwayatkan sebuah hadist bahwasanya Rasul bersabda :

“اكرمو اولادكم وحسنو اسماءهم” (رواه ابن ماجه)

Artinya : “Muliakanlah anak-anak kalian dan berilah nama yang baik” (HR. Ibnu Majah). 

Hal ini dicontohkan oleh orang tua baginda nabi Muhammad yaitu Sayyid Abdullah, Beliau memberi nama putranya dengan “Muhammad” karena memuliakanya dan menginginkan anaknya menjadi seperti nama yang diberikanya yaitu sesorang yang banyak dipuji.

Arti Nama dalam Islam

Dalam pandangan Islam sebuah nama yang diberikan akan menjadi identitas hakiki yang akan membedakan antara seseorang dengan lainya. Identitas tersebut hakiki karena nama yang melekat pada seseorang di dunia akan menjadi nama panggilan kelak di akhirat.

Dalam hadist disebutkan bahwasanya pada hari akhir nanti, Allah memanggil hambanya sebagaimana namanya masing-masing di dunia.

“انكم تدعون يوم القيامة باسماءكم واسماء ابا ءكم فاحسنو اسماءكم” (رواه مسلم و ابو داود)

Artinya: “Sesungguhnya kalian kelak pada hari kiamat akan dipanggil berdasarkan nama-nama kalian beserta nama-nama bapak kalian, maka namailah diri kalian dengan nama –nama yang baik” (HR. Muslim dan Abu Dawud).

Di samping adanya kewajiban dan pandangan-pandangan lain akan keharusan memberi nama yang baik, hal penting yang perlu dilihat dalam pemberian nama adalah bahwasanya nama tidak akan terlepas dari harapan dan do’a. Besarnya kecintaan orang tua terhadap anaknya tentu akan menaruh harapan-harapan kepada anak supaya anak tersebut tumbuh menjadi seseorang seperti yang sesuai dengan makna yang dilekatkan dalam sebuah nama.

Selanjutnya anak yang diberi nama baik, setiap orang yang memanggilnya dan diucapkan namanya secara tidak langsung mendoakan anak tersebut. Di samping itu, nama anak dapat menjadi pembentuk karakter pembentuk kepribadian anak. Pada akhirnya perilaku tersebut dapat menjelma menjadi sebuah kepribadian yang baik. Wallahu a’lam.