memakan kucing
memakan kucing

Apakah Benar Surah Al-Maidah Ayat 3 Menjelaskan Bolehnya Memakan Kucing?

Seorang pemuda berasal dari Bengkulu Utara bernama Rahmat Dani (26 tahun) menghebohkan jagat dunia maya. Dia nekat memutilasi seekor kucing hamil lalu memasak dan memakannya dagingnya. Buntutnya, pelaku Dani pun harus berurusan dengan pihak kepolisian.

“Alasannya, ini yang bersangkutan pertama karena dia merasa kondisinya sedang kelaparan pada malam hari itu,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bengkulu Utara, AKP Teguh Ari Aji saat dikonfirmasi, Rabu (14/9).

Menurut Teguh, pelaku mengaku pada saat kejadian tidak ada makanan yang bisa disantapnya dan secera kebetulan dia melihat seekor kucing. Sehingga, terpikir untuk memakan hewan berkaki empat tersebut. Selain itu, dalam pengakuannya ia mengaku sangat penasaran dengan rasa daging kucing tersebut. “Ketika itu kata dia, tidak ada makanan, makanya dia itu melihat kucing. Dia penasaran makan daging kucing seperti apa,” ungkap Teguh

Sebelumnya, Dani sempat menghebohkan jagat dunia maya dengan memposting hasil aksi mutilasinya. Dalam video singkatnya yang diupload pelaku di akun Instagran @danirahmat.01 Kucing nahas itu dikuliti dan dimutilasi. Bahkan, tiga janin kucing juga turut korban. Namun, kemudian postingan tersebut dihapus usai viral di media sosial.

“Pengalaman saya menyembelih kucing selama saya hidup, ini saya akan lanjutkan untuk memasaknya. Karena telah disempurnakan oleh ALLAH SWT. Khusus untuk saya hari ini karena kelaparan,” demikian seperti dikutip dari akun Facebook Dani Rachmat.

Pelaku bernama Rahmat Dhani tersebut masih menganggap apa yang dilakukannya tidak salah.  Dia bahkan mengutip Surah Al-Maidah ayat 3 dan menyebut bahwa makan kucing tidak haram. Dalam surat itu, katanya, disebutkan bahwa memakan kucing tidak haram. Apakah benar Surah Al-Maidah ayat 3 menyebut bahwa makan kucing tidak haram? dalam tulisan ini penulis ingin menjelaskan mengenai Surah Al-Maidah ayat 3 dan apa hukumnya makan kucing?

Baca Juga:  Ayat-Ayat Toleransi (3): Surah Al-Hujurat Ayat 13, Taaruf Memutus Intoleransi

Penjelasan AlMaidah Ayat 3

Allah berfirman dalam Qs. Al Maidah ayat 3 adalah sebagai berikut:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيْرِ وَمَآ اُهِلَّ لِغَيْرِ اللّٰهِ بِهٖ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوْذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيْحَةُ وَمَآ اَكَلَ السَّبُعُ اِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْۗ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَاَنْ تَسْتَقْسِمُوْا بِالْاَزْلَامِۗ ذٰلِكُمْ فِسْقٌۗ اَلْيَوْمَ يَىِٕسَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ دِيْنِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِۗ اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ فَمَنِ اضْطُرَّ فِيْ مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّاِثْمٍۙ فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Artinya:

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlam (anak panah), (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Tetapi barangsiapa terpaksa karena lapar, bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” 

Al Maidah adalah surat ke-5 dalam Al-Quran dan tergolong dalam surat madaniyah. Itu artinya, ayat-ayat surat Al-Maidah diturunkan usai Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah yakni saat peristiwa haji wada‘. Ayat-ayat dalam surat Al-Maidah diketahui mempunyai makna mendalam bagi kehidupan manusia. Salah satunya yaitu surat Al-Maidah ayat 3.

Dalam ayat tersebut, Allah SWT memberi tahu kepada hamba-Nya mengenai larangan mengonsumsi semua makanan yang diharamkan. Di mana terdiri dari bangkai binatang atau binatang yang mati bukan karena di sembelih dan diburu. Allah SWT juga menjelaskan alasan larangan mengonsumsi bangkai binatang. Sebab, di dalam bangkai bintang mengandung darah beku yang berbahaya bagi agama dan tubuh manusia.

Baca Juga:  Mengenal Tafsir Raudhatul Irfan Fi Ma’rifati al-Qur’an, Tafsir berbahasa Sunda Karya K.H. Ahmad Sanusi

Karenanya, Allah SWT mengharamkan umat-Nya untuk mengonsumsi bangkai bintang. Sebagaimana yang dijelaskan dalam surat Al-Maidah ayat 3 dalam Al-Quran. Lantas bagaimana bunyi surat Al Maidah ayat 3 dan penjelasan isi kandungan lebih lengkap?

Melansir dari berbagai sumber, Senin (21/3), simak ulasan informasinya berikut ini.

Isi Kandungan Surah AlMaidah Ayat 3

Dalam surat ini, dijelaskan mengenai beberapa hal. Berikut isi kandungan surat Al-Maidah ayat 3:

Pertama, Allah SWT mengharamkan beberapa macam binatang, Allah SWT mengharamkan beberapa jenis binatang untuk dijadikan makanan. Mulai dari bangkai, darah, daging babi, hewan yang disembelih bukan atas nama Allah SWT, hewan yang disembelih untuk berhala, hewan yang tercekik, hewan yang dipukul, hewan yang jatuh, hewan yang ditanduk dan yang diterkam binatang buas hingga hewan yang tidak sempat disembelih dengan menyebut nama Allah.

Kedua, Larangan mengundi nasib, Ayat ini juga mejelaskan larangan mengundi nasib menggunakan anak panah seperti yang dilakukan orang Arab jahiliyah. Hal ini lantaran mengundi nasib dengan anak panah sama halnya seperti bermain judi.

Ketiga, Agama Islam adalah agama yang paling sempurna. Al-Maidah ayat 3 juga menegaskan jika agama Islam adalah agama yang paling sempurna. Sehingga siapapun tidak boleh membuat syariat baru ataupun menghapus syariat yang telah ada.

Bagaimana Hukum Memakan Kucing di dalam Islam?

Hal ini senada dengan pendapat yang dianut Imam Nawawi dalam kitab al-Majmu’ Syarah al-Muhadzab berikut ini: “Kucing itu tidak halal, karena terdapat sabda Nabi yang menyatakan bahwa kucing itu termasuk hewan memangsa. Kucing memangsa dengan taring dan terkadang memakan bangkai sebagaimana singa.

Jika memilki kucing sekadar untuk hewan peliharaan hukumnya beda lagi. Ulama berbeda pendapat mengenai hal ini. Mayoritas ulama membolehkan jual-beli kucing. Menurut Imam al-Rafii dalam Fathul Aziz mengatakan demikian: “Ketahuilah bahwa jenis hewan suci itu ada dua. Pertama, hewan yang dapat ambil manfaatnya, seperti kambing, bagal, keledai. Dari jenis hewan yang diburu, ada juga hewan suci seperti kijang dan antelop. Dari hewan pemangsa, ada elang, gagak, dan macan. Dari burung ada burung dara, emprit, dan gagak. Kedua, hewan yang dapat diambil manfaatnya karena keindahan warna bulu atau suaranya, seperti burung merak dan burung jalak. Begitu pun juga termasuk gajah, kucing, dan monyet, karena yang terakhir ini dapat diajarkan mengetahui banyak hal.”

Baca Juga:  Nama Asli Abu Bakar dan Asal-usul Gelar As-Shiddiq

Dalam penjelasan ini dapat disimpulkan bahwa memakan kucing hukumnya adalah haram. Tidak dibolehkan di dalam agama Islam. Jika sekadar dipelihara, maka mayoritas ulama menganggapnya boleh.

 

Bagikan Artikel ini:

About Ahmad Syah Alfarabi

Avatar of Ahmad Syah Alfarabi

Check Also

azzumardi azra

Gagasan Pemikiran Azyumardi Azra dalam Pendidikan Pesantren

Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit Serdang, Selangor, Malaysia pada …

adab di dalam masjid

Kenali 6 Adab di dalam Masjid

Penulis akan menyampaikan mengenai tema tentang adab-adab yang harus kita jaga dan lakukan terhadap tempat …