M. Jamil Chansas

M. Jamil Chansas
Dosen Qawaidul Fiqh di Ma'had Aly Nurul Qarnain Jember dan Aggota Aswaja Center Jember

Pemahaman Tentang Tangan Allah Swt (3) : Lemahnya Aqidah Salafi Wahabi Tentang Yad Allah

Allah

Sebagaimana sudah maklum, nash-nash mutasyabihat oleh Salafi Wahabi tidak boleh ditakwil dengan makna lain[1]. Bahkan jika memaksa dengan mentakwilnya, maka dianggap mengingkari terhadap ayat atau hadits tersebut. Abdul Aziz bin Bazz mengatakan: “Tidak boleh mentakwil sifat-sifat Allah dan memalingkannya dari makna dzahir yang layak bagi Allah, serta tidak boleh mentafwidnya, bahkan orang-orang yang melakukan demikian merupakan aqidahnya ahlul bid’ah”[2] Begitu …

Read More »

Pemahaman Tentang Tangan Allah Swt (2) : Pandangan Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah

Allah

Ahlussunnah wal Jama’ah tetap konsisten dengan aqidahnya bahwa Allah swt bersih dari sifat jismiyah yang merupakan sifat makhluk. Sebab itu manakala ada ayat al Qur’an atau hadits yang datang dengan lafadz yang mengandung makna jismiyah Ahlussunnah wal Jama’ah tetap menggunakan dua pendekatan yang diajarkan oleh ahlul hadits dan ahluttafsir dari kalangan sahabat, tabi’in dan tabi’ittabi’in. Begitu juga tentang sifat dzatiyah …

Read More »

Pemahaman Tentang Tangan Allah Swt (1) : Bukti Salafi Wahabi Meyakini Allah Swt Memiliki Tangan

Allah

Di dalam al Qur’an, Allah swt banyak menyebutkan tentang sifat dzatiyah (sifat yang menunjukkan dzat) yang memicu terjadinya perdebatan panjang. Sekalipun sejatinya, umat Islam sejak masa generasi salaf menolak sifat dzatiyah pada Allah swt. Di antara sifat dzatiyah yang banyak disebutkan oleh Allah swt dalam al Qur’an yaitu tentang yadnya. Diantaranya: يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ Artinya: “Yad Allah di atas …

Read More »

Ahlussunnah Wal Jamaah Mensifati Allah Swt dengan Sifat Makhluk, Benarkah ?

Allahu Akbar

Ahlussunnah wal Jama’ah menetapkan 20 sifat yang wajib bagi Allah. Di samping itu Ahlussunnah wal Jama’ah juga menafikan sifat-sifat jisim pada Allah swt. Bahkan Ahlussunnah wal Jama’ah mengkritik keras terhadap orang-orang yang mensifati Allah swt dengan sifat jisim, seperti sifat duduk, berdiam, berarah, turun dan sifat-sifat jisim lainnya. Karena mensifati Allah swt dengan sifat-sifat jisim, berarti menolak firman Allah swt: …

Read More »

Apakah Ulama Salaf juga Melakukan Takwil ?

Alquran

Jargon Salafy Wahaby “kembali kepada al Qur’an dan al Sunnah” ini juga menafikan metode takwil yang biasa dilakukan oleh ulama’ khalaf (ulama setelah abad ke 3 Hijriyah). Padahal mereka mentakwil ayat-ayat atau hadits-hadits mutasyabihat dalam rangka mentanzih (mensucikan) Allah swt dari sifat-sifat makhluk. Namun Salafy Wahaby merasa gerah dengan konsep takwil ini. Bahkan mereka tidak segan-segan mengatakan takwil berarti mengingkari …

Read More »

Bukti Ulama Salaf Menggunakan Tafwid bil Makna

Allahu Akbar

Ahlussunnah wal Jama’ah dengan Salafi Wahabi sepakat bahwa ulama’ Salaf dalam memahami ayat atau hadits mutasyabihat menggunakan pendepakat tafwid, artinya menyerahkan pemahamannya kepada Allah swt. Hanya saja ada perbedaan yang cukup mendasar apakah tafwid yang digunakan oleh ulama’ salaf hanya sebatas pada kaifiyahnya (bagaimana dan mengapa) saja atau juga pada maknanya ? Menurut Salafi Wahabi, tafwid yang dilakukan oleh generasi …

Read More »

Akidah Aswaja : Kalamullah tanpa Suara dan Huruf

Sifat Allah

Di dalam al Qur’an, Allah swt mensifati dirinya dengan sifat kalam (berbicara). Dalam hal ini, hampir semua ummat Islam tidak ada yang mengingkarinya. Begitu juga Ahlussunnah wal Jama’ah menetapkan kalam sebagai sifat Allah swt. Bahkan, Ahlussunnah wal Jama’ah menetapkan sifat kalam sebagai sifat wajib yang harus ada pada Allah swt. Adapun dalil sifat kalam diantaranya yaitu: وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيمًا …

Read More »

Allah Swt Suci Dari Tempat Dan Arah (4) : Hukum Bertanya “Dimana Allah Swt ?”

Allah

Sudah mutlak dalam aqidah mayoritas ummat Islam sejak masa Nabi Muhammad saw, ulama’ salaf hingga generasi ummat Islam saat ini menolak Allah swt ada di suatu tempat atau memiliki arah. Menolak adanya tempat dan arah bagi Allah swt merupakan kesempurnaan keimanan seorang muslim. Syaikh Nawawi al Jawi berkata: مَنْ تَرَكَ أَرْبَعَ كَلِمَاتٍ كَمُلَ إِيْمَانُهُ أَيْنَ وَكَيْفَ وَمَتَى وَكَمْ Artinya: “Barang …

Read More »

Allah Swt Suci dari Tempat dan Arah (3) : Apakah Peristiwa Isra’ Mi’raj Dapat Dijadikan Bukti Allah Berada di atas Langit ?

Allah

Di antara dalil yang dipaksa agar sesuai dengan selera pemahaman Salafi Wahabi adalah kisah Isra’ Mi’rajnya Nabi Muhammad saw. Dalam kitab Syarah al ‘Aqidah al Thahawiyah karya Ibn Jibrin, salah satu ulama Wahabi abad ini, menegaskan: وَفِي حَدِيْثِ الْمِعْرَاجِ دَلِيْلٌ عَلَى ثُبُوْتِ صِفَةِ الْعُلُوِّ لِلّٰهِ تَعَالَى مِنْ وُجُوْهٍ لِمَنْ تَدَبَّرَهُ Artinya: “Hadits Mi’rajnya Nabi saw adalah bukti bahwa terdapat sifat …

Read More »

Allah Swt Suci Dari Tempat Dan Arah (2) : Hadits Jariyah Tidak Bisa Dijadikan Dalil Allah Swt Berada Di Langit

Allah

Yang dimaksud hadits Jariyah adalah hadits yang menceritakan tentang Nabi saw bertanya kepada seorang budak perempuan tentang keberadaan Allah swt. Lalu budak perempuan tersebut menjawabnya “Allah swt di atas langit”. Secara singkat, bunyi hadits tersebut sebagai berikut: وَكَانَتْ لِى جَارِيَةٌ تَرْعَى غَنَمًا لِى قِبَلَ أُحُدٍ وَالْجَوَّانِيَّةِ فَاطَّلَعْتُ ذَاتَ يَوْمٍ فَإِذَا الذِّيبُ قَدْ ذَهَبَ بِشَاةٍ مِنْ غَنَمِهَا وَأَنَا رَجُلٌ مِنْ بَنِى …

Read More »

Allah Swt Suci dari Tempat dan Arah (1) : Makna Istiwa’ Allah Swt di ‘Arsy

Allah

Di dalam al Qur’an, Allah swt menyebutkan dirinya beristiwa di ‘Arsy. Misal ayat: الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى Artinya: “Yang maha Rahman beristiwa’ atas ‘Asrys” (QS. Thaha: 5) إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ Artinya: Sesungguhnya Tuhan kalian adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, kemudian beristiwa’ atas ‘Arsy” (QS. …

Read More »

Apakah Allah Swt Bertempat ?

Allah

Di mana Allah swt ? Pertanyaan tersebut banyak dijumpai pada buku-buku aqidah karangan Wahaby yang beredar belakangan ini. Pertenyaan itu dibuat sebagai pintu masuk bagaimana nanti paham-paham Wahaby dapat dengan mudah diterima oleh pembaca, khususnya para pelajar. Karena bagi seseorang yang masih labil pengetahuannya, tentu akan mudah menjawab pertanyaan tersebut, yaitu “Allah swt ada di atas”. Dalam paham Wahaby, Allah …

Read More »

Ilmu Tauhid untuk Mengokohkan Iman Seorang Muslim, Bukan untuk Mengkafirkannya

Tauhid

Sebelum Fiqh menjadi dasar kehidupan beragama, tauhid seharusnya ditanamkan terlebih dahulu pada diri seseorang. Begitu Rasulullah saw cara mendakwahkan Islam kepada ummat manusia[1]. Sebelum ummat Islam mengenal kewajiban shalat, zakat, puasa dan naik haji, terlebih dahulu mereka diperkenalkan terhadap siapa yang akan disembah, dan siapa yang dipercayai sebagai pembawa risalah kehidupan yang nantinya menjadi aturan penting dalam kehidupan manusia. Sebab …

Read More »

Akidah Aswaja tentang Sifat Allah (2) : Benarkah Sifat 20 Membatasi Sifat yang Lainnya?

Sifat Allah

Sudah maklum dalam ilmu Tauhid, sifat-sifat yang wajib bagi Allah swt ada dua puluh. Dalam doktrin Aswaja yang dua puluh ini dikerucutkan menjadi empat sebagaimana dijelaskan pada Bagian 1. Ini merupakan kesimpulan final dalam aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah. Akan tetapi kesimpulan ini menjadi masalah besar bagi madzhab Salafy Wahaby, hingga mereka mengkritik bahwa dua puluh sifat wajib bagi Allah swt …

Read More »

Akidah Aswaja tentang Sifat Allah (1) : Mengenal Sifat-Sifat Wajib bagi Allah

Sifat Allah

Di antara kewajiban seorang muslim adalah mengetahui sifat-sifat wajib bagi Allah swt. Sifat wajib bagi Allah swt artinya sifat yang harus ada pada diri Allah swt sebagai Tuhan, bukan berarti bahwa Allah harus melakukan suatu hal sebagaimana dalam Fiqh. Karena menciptakan dan meniadakan suatu hal tidak wajib sama sekali bagi Allah swt. Dalam akidah Ahlussunah wal Jama’ah (aswaja) sifat yang …

Read More »

Gatal Saat Shalat, Apa Yang Harus Dilakukan ?

Gatal Ketika Shalat

Sering kita alami saat melaksanakan shalat tubuh kita dalam keadaan gatal, sehingga kita pun menjadi bingung antara menggaruknya atau tidak. Kebingungan itu muncul karena salah satu yg membatalkan shalat adalah bergerak sebanyak tiga kali, sementara dalam menggaruk-garuk tubuh tidak cukup hanya tiga kali tetapi bisa lebih, jika kita tidak menggaruknya tentu kita tidak akan mampu menahannya. Lebih-lebih bagi yang memiliki …

Read More »

Ahlul Kiblah yang Dihukumi Kafir dalam Pandangan Ahlussunnah Wal Jama’ah

aswaja

Ahlul Kiblah adalah orang-orang yang shalatnya menghadap kiblat yakni Ka’bah. Bagi Ahlussunnah wal Jama’ah orang yang shalatnya menghadap Ka’bah tetap dihukumi Islam sekalipun ia melakukan dosa besar seperti berzina, membunuh dan mabuk-mabukan[1] bahkan sekalipun aqidahnya sesat, selama masih bisa ditolerir tetap dihukumi sebagai muslim seperti Syiah Zaidiyah. Sebagai konsekwensinya, bermakmum shalat kepada ahlul kiblah hukumnya sah, dan seandainya mereka meninggal …

Read More »

Mengambil Barakah Tulisan Al Qur’an Pengobatan, Bid’ah Atau Wasilah?

Tulisan Al Quran

Mengambil barakah dari tulisan al Qur’an banyak dilakukan dalam pengobatan alternatif. Caranya bermacam-macam. Adakalanya dengan ditulis ke piring menggunakan spidol, lalu disiram dengan air kemudian airnya diminumkan kepada yang sakit. Ada juga ditulis pada kertas putih polos lalu dicelupkan ke air kemudian diminumkannya. Menurut keyakinan pelaku pengobatan alternatif ini, barokah dari tulisan al Qur’an akan mengantarkan seseorang kepada kesembuhan dari …

Read More »

Melahirkan Melalui Operasi Cesar, Apakah Wajib Mandi Wiladah ?

Operasi Cesar

Di antara sebab wanita wajib mandi adalah melahirkan, sekalipun yang dilahirkan hanya segumpal darah akibat keguguran[1]. Lebih-lebih ketika melahirkan disertai dengan darah, maka ulama sepakat kondisi melahirkan seperti itu hukumnya wajib mandi. Jika kita mencari dalil apa yang melatarbelakangi wanita wajib mandi jika melahirkan maka tidak akan pernah ditemukan. Sebab itu, maka ulama berbeda pendapat tentang faktor yang mewajibkan orang …

Read More »

Apakah Sunnah Menjawab Rekaman Adzan ?

Rekaman Adzan

Hukum asal menjawab adzan adalah sunnah, karena ada hadits: إِذَا سَمِعْتُمُ النِّدَاءَ فَقُولُوا مِثْلَ ما يَقُولُ الْمُؤَذِّنُ Artinya: “Apabila kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah yang sama dengan diucapkan orang yang adzan” (HR. Bukhari dan lainnya) Berdasarkan hadits ini pula, ulama’ fiqh sepakat bahwa menjawab adzan hukumnya sunnah dalam kondisi apa pun. Bahkan menurut jumhur fuqaha’ sekalipun dalam keadaan shalat, hukumnya …

Read More »

Wali Nikah Anak Zina, Siapa ?

Wali Nikah

Problema perzinahan memang hampir tidak pernah berujung, mulai dari masalah moral manusia hingga pada HIV yang banyak dipengaruhi oleh zina. Masalah lain yang membuntuti perbuatan hina ini adalah nasib anak yang kelak dilahirkan dari pasangan haram ini. Dalam literatur kitab Fiqh dijelaskan bahwa anak zina tidak memiliki nasab dengan ayah zinanya, hal ini didasarkan pada hadits: الْوَلَدُ لِلْفِرَاشِ وَلِلْعَاهِرِ الْحَجْرُ …

Read More »

Pelacur Bertobat, Akankah Allah Swt Mengampuninya?

Psk Taubat

Ini yang seringkali menjadi keresahan para Pekerja Seks Komersial (PSK) ketika ia sudah insaf; Apakah mreka masih bisa menghirup rahmat Allah swt berupa ampunan dosa-dosa yang telah dilakukan sewaktu menjadi PSK atau dosa-dosa itu akan tetap menyeretnya kepada kemurkaan Allah swt ? PSK  atau pelacur merupakan identitas hina yang tidak seorang wanita pun mengidamkannya. Jika realitas di masyarakat wanita ada …

Read More »

Hukum Membuat Karikatur Nabi Muhammad Saw

Hukum Karikatur

Karikatur sebagaimana dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah bagian dari gambar, hanya saja karikatur sifatnya menyindir atau mengejek. Kaitannya dengan gambar manusia ulama berbeda pendapat; 1. Boleh secara mutlak 2. Tidak boleh secara mutlak 3. Dilihat bentuk gambarnya. Jika berbentuk sesuatu yang memiliki bayangan, maka hukumnya tidak boleh seperti patung, tetapi jika tidak ada bayangannya, maka boleh, seperti lukisan[1]. Jika …

Read More »

Kritik Pemikiran Muhammad Bin Jamil Zainu (3): Benarkah Perayaan Maulid Banyak Mudharatnya karena Ikhtilat?

maulid nabi

Di antara alasan Muhammad bin Jamil Zainu mengharamkan perayaan Maulid Nabi saw adalah karena acara Maulid Nabi saw mengandung banyak kemungkaran dan kemudharatan. Di antara kemungkaran tersebut yaitu adanya ikhtilat (percampuran) laki-laki dengan wanita yang bukan mahromnya. Yang maksud dengan ikhtilat adalah perkumpulan sesuatu dengan sesuatu yang lain, baik sejenis atau pun tidak, sesesama laki-laki atau bersama wanita. Apakah perkumpulan …

Read More »

Kritik Pemikiran Muhammad Bin Jamil Zainu (2) : Apakah Merayakan Maulid Nabi Menyerupai Perayaan Natal?

maulid nabi

Setelah Muhammad bin Jamil Zainu menganggap perayaan Maulid Nabi saw tidak memiliki dalil, kemudian ia juga mengatakan kalau perayaan Maulid Nabi saw menyerupai perayaan Natal milik agama Nashrani. Muhammad bin Jamil Zainu menganggap ummat Islam yang merayakan Maulid Nabi saw meniru-niru (tasyabbuh) tradisi kafir Nashrani. Padahal meniru-niru tradisi orang kafir hukumnya haram sebagaimana ditegaskan oleh Nabi saw: مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ …

Read More »