ayat-ayat toleransi
ayat-ayat toleransi

Ayat-Ayat Toleransi (4): Surah Yunus Ayat 40-41, Tidak Memaksa Sebagai Subtansi Toleransi

Toleransi dalam pergaulan antar umat beragama berpangkal dari penghayatan ajaran agama masing-masing. Demi memelihara kerukunan beragama sikap toleransi harus dikembangkan untuk menghindari konflik. Biasanya konflik antar umat beragama disebabkan oleh sikap merasa paling benar dengan cara mengeliminasi kebenaran orang lain.

Sikap kaum muslim kepada penganut agama lain jelas, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, yaitu berbuat baik kepada mereka dan tidak menjadikan perbedaan agama sebagai alasan untuk tidak menjalankan hubungan kerjasama dengan mereka, lebih-lebih mengambil sikap tidak toleran dengan mereka. Islam sama sekali tidak melarang orang Islam memberikan bantuan kepada siapapun selama mereka tidak memusuhi orang Islam, tidak melecehkan simbol-simbol keagamaan mereka atau mengusir kaum muslimin dari negeri mereka.

Dalam tulisan ini, penulis akan menerangkan nilai-nilai pendidikan toleransi yang bersumber dari Al-Quran, penerapan pendidikan toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Manusia diperintahkan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Sesuai perintah dalam Al-Quran yang melarang manusia untuk memaksakan kehendak orang lain sesuai dengan kehendaknya sendiri. Menghargai orang lain dalam menjalankan aktivitas dan ibadahnya selagi tidak mengganggu norma yang berlaku dalam masyarakat. Selain itu, toleransi juga akan menimbulkan nilai persaudaraan yang tinggi sehingga kan menimbulkan rasa cinta kasih dan juga dapat memperkuat nilai persatuan antar anak bangsa. Sehingga akan terhindar dari perpecahan dan permusuhan.

Tafsir Surah Yunus 40-41

Allah berfirman:

وَمِنْهُمْ مَنْ يُؤْمِنُ بِهِ وَمِنْهُمْ مَنْ لَا يُؤْمِنُ بِهِ ۚ وَرَبُّكَ أَعْلَمُ بِالْمُفْسِدِينَ

“Di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepada Al-Quran, dan di antaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan.”

وَإِنْ كَذَّبُوكَ فَقُلْ لِي عَمَلِي وَلَكُمْ عَمَلُكُمْ ۖ أَنْتُمْ بَرِيئُونَ مِمَّا أَعْمَلُ وَأَنَا بَرِيءٌ مِمَّا تَعْمَلُونَ

“Jika mereka mendustakan kamu, maka katakanlah: “Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Dalam tafsir Al-Misbah, Pada ayat yang lalu menegaskan bahwa mereka mendustakan apa yang mereka belum ketahuinya dengan sempurna. Jika demikian, penolakan mereka terhadap Al-Qur’an dan tuntunan-tuntunannya bukanlah atas dasar pemahaman yang kukuh atau setelah mempelajarinya dengan sungguh-sungguh. Ini menggambarkan juga bahwa penolakan ini bertingkat-tingkat, bahkan boleh jadi di antara mereka ada yang menolaknya, karena ikut-ikutan saja atau bahkan mereka menolaknya padahal hati kecil mereka membenarkan kandungannya atau keistimewaannya.

Baca Juga:  Metode Tafsir Al-Qur’an (Bagian I)

Pada ayat ini menegaskan bahwa di antara mereka, yakni kaum musyirikim itu, ada yang mempercayai keberadaannya akan tetapi menolak kebenaran Al-Qur’an karena keras kepala dan mempertahankan kedudukan sosial mereka dan di anatara mereka ada juga secara lahir dan batin tidak percaya kepadanya serta enggan memperhatikannya karena hati mereka telah terkunci. Tuhanmu Pemelihara dan Pembimbingmu, wahai Muhammad, lebih mengetahui para perusak yang telah mendarah daging dalam jiwanya kebejatan yang sedikitpun tidak menerima kebenaran tuntunan Ilahi.

Nah, maka demikian, jika mereka menyambut baik ajakanmu, katakanlah bahwa Allah SWT yang memberi petunjuk kepada kamu dan memberi ganjaran kepadamu dan kepadaku, dan jika mereka sejak dulu telah mendustakannmu dan berlanjut kedustaan hingga kini dan masa akan datang, maka katakanlah kepada mereka, “bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu, yakni biarlah kita berpisah secara baik-baik dan masing-masing akan dinilai oleh Allah serta diberi balasan dan ganjaran yang sesuai, kamu berlepas dari apa yang aku kerjakan, baik pekerjaanku di masa sekarang, maupun masayang akan datang, sehingga kamu tidak perlu mempertanggung jawabkannya dan juga tidak menambah dosamu, dan akupun terlepas dari apa yang kamu kerjakan, baik yang kamu kerjakan di masa sekarang maupun masa yang akan datang, dan juga tidak memperoleh ganjaran atau dosa jika kamu memperolehnya”.

Itu semua menunjukan betapa Islam tidak memaksakan nilai-nilai bagi seorangpun, tetapi memberi kebebasan kepada setiap orang untuk memilih agama dan kepercayaan yang berkenan di hatinya.

Nilai Pendidikan Dalam Surah Yunus Ayat 40-41

Allah memerintahkan kepada Nabi Muhmmad jika mereka menyambut baik ajakanmu, katakannlah bahwa Allah SWT yang memberi petunjuk kepada kamu dan memberi ganjaran kepadamu dan kepadaku, dan jika mereka sejak dulu telah mendustakanmu dan berlanjut kedustaan hingga kini dan masa akan datang, maka katakanlah kepada mereka, “bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu, yakni biarlah kita berpisah secara baik-baik dan masing-masing akan dinilai oleh Allah serta diberi balasan dan ganjaran yang sesuai, kamu berlepas dari apa yang aku kerjakan, baik pekerjaanku di masa sekarang, maupun masa yang akan datang, sehingga kamu tidak perlu mempertanggung jawabkannyadan juga tidak menambah dosamu, dan akupun terlepas dari apa yang kamu kerjakan, baik yang kamu kerjakan di masa sekarang maupun masa yang akan datang, dan juga tidak memperoleh ganjaran atau dosa jika kamu memperolehnya.

Baca Juga:  Pandangan Al-Quran tentang Bunuh Diri dan Dampaknya di Dunia dan Akhirat

Allah memberikan penjelasan kepada Nabi Mumammad, apabila orang musyrikin itu tetap mendustakanmu wahai Muhammad, maka Allah memerintahkan kepadanya untuk mengatakan kepada mereka bahwa Nabi Muhammad saw berkewajiban meneruskan tugasnya yaitu meneruskan tugas-tugas kerasulannya, sebagai penyampai perintah Allah yang kebenarannya jelas, perintah yang mengandung peringatan dan janji-janji serta tuntutan ibadah berikut pokok-pokok kemaslahatan yang menjadi pedoman untuk kehidupan dunia. Telah jelas dalam perintah Allah bahwa manusia dilarang menghakimi seseorang hanya karena mempunyai keyakinan lain.

Dan jika mereka terus mendustakan apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad kepada mereka. Maka Nabi Muhammad diperintahkan untuk mengatakan bagiku amalanku dan bagimu amalanmu. Kamu tidak akan diminta pertanggungjawaban terhadap apa yang aku lakukan dan aku juga tidak akan dimintapertanggung jawaban terhadap apa yang kamu kerjakan.

Implikasi Nilai-nilai Toleransi Berdasarkan Surah Yunus ayat 40-41

Kerukunan umat beragama adalah keadaan hubungan sesama agama yang dilandasi dengan toleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesataraan dalam pengalaman ajaran agamanya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik IndonesiaTahun 1945.

Pemeliharaan kerukunan umat beragama menjadi tanggung jawab bersama umat beragama, pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Upaya pemeliharaan kerukunan telah banyak diupayakan, baik oleh pemerintah maupun kelompok masyarakat, namun kasus-kasus konflik masih banyak terjadi, baik internal maupun antar umat beragama.

Islam menjaga hak dan kebebasan, kebebasan yang pertama adalah kebebasan beribadah dan berkeyakinan; setiap pemeluk agama berhak atas agamanya dan mazhab lain, juga tidak boleh ditekan untuk berpindah dan berkeyakinan Islam. Al-Qur’an menolak segala bentuk pemaksaan, karena orang yang diberi petunjuk oleh Allah, maka Dia akan membukakan dan menerangi mata hatinya, lalu orang tersebut akan masuk dengan bukti dan hujjah.

Baca Juga:  Fikih Nusantara (16): Kitab Risalah Bab Al Jum'at Karya Syeikh Husein bin Sulaiman al Jawi al Funtiani

Barang siapa yang dibutakan mata hatinya dan ditulikan pendengarannya, maka tidak ada gunanya mereka masuk Islam karena dipaksa, akan tetapi orang-orang yang tidak mau masuk Islam walaupun sudah diberi penjelasan tentang kebenaran Al-Qur’an dan mereka tetap menolaknya, mereka tetap berhak atas kehidupannya seperti bebas dalam beribadah, bebas menjalani hidup mereka selagi tidak melenceng dari nomra yang berlaku dalam tatanan masyarakat. sebagaimana dikatakan Ibnu Katsir yang ditulis dalam buku Maqashid Syariah yang ditulis oleh Ahmad Al-Mursi Husain Jauhar yang mengatakan “untuk orang-orang non-muslim, Islam menjaga empat peribadatan mereka, menjagakehormatan syiar mereka, bahkan Al-Qur’an menjadikan salah satu sebab diperkenankannya perang adalah untuk menjaga kebebasan beribadah. Islam menetapkan bahwa orang-orang kafir dzimi di negara Islam atau di negara yang tunduk kepada kaum muslimin memiliki hak dan kewajiban yang sama seperti kaum muslimin.

Pemerintah wajib menjaga seluruh rakyat dan menerapkan peraturan perundang-undangan yang juga diterapkan kepada kaum muslimin, maka batasan-batasan Islami tidak boleh dijatuhkan terhadap masalah yang tidak diharamkan oleh mereka.

Dari berbagai pernyataan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa sebagai pemeluk agama Islam harus saling bertoleransi atau saling megahargai perbedaan yang ada dalam masyarakat. Hal-hal yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan urian di atas yakni,

Pertama, Sebagai pemeluk agama Islam dilarang untuk memaksa seseorang yang beragama selain Islam untuk masuk kedalam agama Islam.

Kedua, Umat Islam hanya berkewajiban untuk berdakwah kepada seluruh umat manusia dengan cara yang baik dan lemah lembut tanpa ada unsur memaksa.

Ketiga, Umat Muslim diperintahkan untuk saling menjaga kerukunan dengan cara saling menghormati dan menghargai agama lain atau kepercayaan orang lain.

Keempat, Agama Islam diperintahkan untuk menjaga hak dan kebebasan, kebebasan yang pertama adalah kebebasan beribadah dan yang kedua adalah berkeyakinan; setiap pemeluk agama berhak atas agamanya dan mazhab lain. Ini adalah beberapa contoh sikap toleransi yang dapat diterapkan dalam suatu kehidupan bermasyarakat dan bernegara berdasarkan surah Yunus ayat 40-41.

Bagikan Artikel ini:

About Ainun Helty

Avatar of Ainun Helty
Alumni Ilmu Al-Quran dan Tafsir UIN Syarif hidayatullah.

Check Also

taaruf

Ayat-Ayat Toleransi (3): Surah Al-Hujurat Ayat 13, Taaruf Memutus Intoleransi

Sikap toleran dalam kehidupan beragama akan terwujud dengan adanya kebebasan dalam masyarakat untuk memeluk agama …

ayat-ayat toleransi

Ayat-ayat toleransi (2): Surat Al-Baqarah Ayat 256, Pendidikan Toleransi dalam Islam

Para antropolog mengatakan bahwa masalah intoleransi di Indonesia bisa diredam dengan beberapa pendekatan. Pertama, dengan …