maulana malik
maulana malik

Banyak Jalan Menuju Dakwah: Belajar Strategi Sunan Maulana Malik Ibrahim

Maulana Malik Ibrahim atau lebih dikenal dengan sebutan Sunan Gresik merupakan keturunan ke-22 dari Nabi Muhammad yang juga merupakan wali pertama dari Sembilan Wali yang menyebarkan Islam di tanah Jawa.

Dilihat dari strategi dan pendekatan dakwah yang dilakukan, Maulana Malik memiliki beragam pendekatan. Pertama kali beliau melakukan dakwahnya bukan hanya memalui jalur dagang saja, selain itu beliau juga menyebarkannya dengan cara bertani dan pengobatan.

Aktivitas pertama yang beliau lakukan ketika berlabuh di pulau Jawa adalah berdagang dengan cara membuka warung yang menyediakan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang relatif murah. Dengan strategi itu, masyarakat akan lebih terbantu untuk mendapatkan kebutuhan yang mereka butuhkan.

Karena keahliannya juga dalam ilmu pengobatan, Sunan Gresik secara khusus menyediakan pengobatan secara gratis untuk rakyat yang tidak mampu. Bahkan Beliau pernah diundang untuk dimintai tolong untuk mengobati istri raja Majapahit yang berasal dari Champa (Kamboja). Keberhasilan beliau menyembuhkan penyakit Istri sang raja, maka Sunan Gresikpun meminta untuk sang Raja agar diperbolehkan untuk berdakwah di kalangan kerajaan.

Dakwah Sunan Gresik terbilang cukup sukses karena mampu masuk ke kalangan kerajaan. Namun tak berhenti di sana saja, Sunan Gresik juga merangkul kalangan bawah dengan cara mengajarkan cara bercocok tanam. Sunan Gresik membuat irigasi agar lahan-lahan pertanian di wilayah Gresik tersebut bisa mendapatkan air yang cukup untuk kesuburan tanamannya. Karena irigasi yang dibangun sunan Gresik tersebut, pengairan menjadi baik dan hasil bumi di Gresik semakin meningkat tajam.

Waktu pemerintahan Majapahit sempat mengalami krisis ekonomi, yang tidak hanya membuat kacau perekonomian masyarakat kala itu, tetapi parahnya hingga menyebabkan perang saudara. Melihat kejadian tersebut membuat Sunan Gresik merasa sedih. Beliau berusaha mendekati masyarakat melalui pergaulan dan berdagang. Budi pekerti dan bahasa yang baik, membuat masyarakat luluh.

Baca Juga:  Mengurai Ajaran Tasawuf Wali Sanga

Sunan Gresik berdakwah dengan menjauhi pertentangan. Ia tak secara tajam menolak kepercayaan masyarakat yang kala itu masih didominasi Hindu-Budha. Sunan Gresik juga dekat dengan masyarakat kelas bawah dan tidak membeda-bedakan golongan. Dalam keseharian beliau selalu memperlihatkan keindahan dan kabaikan yang dibawa oleh agama Islam. Dan berkat peranggai beliau, banyak masyarakat yang tertarik masuk ke dalam agama Islam.

Melalui kemampuannya sebagai pedagang, tabib dan juga petani, membuat beliau banyak dikenal oleh masyarakat. Kesempatan itulah yang di juga di pergunakan oleh Sunan Gresik untuk mengenalkan Islam kepada berbagai kalangan.

Setelah perdagangannya cukup sukses dan membuat dirinya semakin mapan. Sunan Greseik kemudian melakukan kunjungan ke Ibu kota Majapahit, tepatnya di Trowulan. Meski Raja Majapahit bukanlah seorang muslim, tetapi Raja tetap menerima Sunan Gresik dengan baik, bahkan memberikannya sebidang tanah di pinggiran kota Gresik. Wilayah itulah yang sekarang dikenal dengan nama desa Gapura.

Seiring berjalannya waktu, masyarakat gresik semakin tertarik memeluk Islam karena sosok Sunan Gresik yang terkenal santun, dermawan dan juga toleran akan tradisi yang ada. Karena itulah Sunan Gresik dan para muslim di tanah Gresik memutuskan untuk membangun Masjid Pesucinan yang kini dikenal dengan Masjid Maulana Malik Ibrahim.

Masjid tersebut terletak di desa Leran, Kecamatan Manyar, wilayah pesisir utara Gresik. Masjid Pesucinan selain sebagai tempat ibadah digunakan juga sebagai tempat pembinaan mubalig, santri dan masyarakat. Di tempat ini pula lahirnya pesantren pertama di Nusantara.

Setelah selesai membangun dan menata pondokan tempat belajar agama di Leran, tahun 1419 Sunan Gresik wafat. Makamnya terletak  tek jauh dari pesantren yang didirikannya, di desa Gapuro Sukolilo tak jauh dari alun-alun kota Gresik.

Baca Juga:  Buya Syafii Maarif; Cendikiawan Muslim dan Ulama yang Toleran

Bukan hanya sebagai ulama, kesuksesan dakwah Sunan Gresik juga didukung oleh perannya sebagai tabib atau dokter serta membantu masyarakat dengan cara mengajarkan cara bercocok tanam. Semua yang beliau lakukan merupakan wujud Islam yang sesungguhnya, melakukan dengan kerelaan dan keikhlasan, tanpa tekanan dan tanpa mengharapkan balasan akan apa yang beliau lakukan.

 

Bagikan Artikel ini:

About Imam Santoso

Avatar of Imam Santoso

Check Also

haji bawa anak

Haji Bawa Anak, Bagaimana Hukum dan Tata caranya

Ibadah haji merupakan salah satu dari lima rukun islam yang terdiri dari syahadat, shalat, zakat, …

orang bodoh

Tidak Semua Pertanyaan Orang Bodoh Direspon, Inilah Kriterianya Menurut Imam Ghazali

Sulit membedakan antara orang yang memang tidak tahu dan ingin tahu dengan orang bodoh yang …