shalat taubat
shalat taubat

Rasulullah Saja Mengucapkan Kata Taubat Setiap Hari, Begini Cara Shalat Taubat

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)

Mengucap kata taubat dan mensucikan diri sebaiknya dilakukan setiap waktu atau ketika kita melakukan kesalahan dan dosa. Jangan pernah berfikir untuk melakukan pertaubatan dan mensucikan diri dalam setahun sekali yang biasanya dilakukan dalam bulan Ramadhan.

Kita harus menyadari bahwa begitu banyak kesalahan yang kita perbuat secara sadar maupun di luar sadar. Karena sejatinya potensi manusia akan selalu membuat kesalahan setiap harinya. Tak ada seorang manusiapun yang luput dari salah dan dosa. Kesalahan yang kita lakukan setiap harinya, akan berdampak pada semakin meningkatnya dosa yang telah kita lakukan.

Kecilnya dosa yang kita lakukan akan mampu menghambat kita untuk masuk ke surga, terlebih jika dosa tersebut telah banyak ditimbun. Banyaknya pahala yang kita kumpulkan sepanjang kita hidup, akan dikurangkan akibat dosa yang kita lakukan. Karena alasan inilah yang memicu Rasulullah untuk mengucapkan kata taubat setiap hari.

Meski telah dijamin masuk surga oleh Allah, Rasulullah tetap melakukan shalat taubat sebagai wujud penyesalan atas dosa yang telah beliau lakukan. Dalam setiap waktu beliau selalu memohon kepada Allah agar pertaubatannya dapat diterima. Bahkan pertaubatan Rasulullah terus dilakukan sampai menjelang ajalnya.

Karena itulah dianjurkan kepada kita sebagai umat Rasulullah untuk selalu memohon ampun kepada Allah, baik dengan ibadah maupun dalam doa. Dalam sebuah riwayat, Aisyah RA mengatakan Nabi tidak pernah berhenti mengucap kata taubat dan doa pengampunan saat mendekati ajal. Menjelang wafatnya Rasulullah menyibukan diri dengan tasbih dan istighfar.

Berikut ini lafal yang dibaca Rasulullah :

سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Artinya: “Mahasuci Engkau dan segala puji bagi-Mu. Aku mohon ampunan-Mu. Aku bertobat kepada-Mu.”

Bertaubat dengan Shalat Taubat

Selain dengan mengucapkan kata taubat dan berdoa memohon ampunan, pertaubatan bisa dilakukan dengan shalat taubat. Dasar pelaksanaannya salah satunya tertulis dalam hadist riwayat Imam Tirmidzi. Rasulullah Muhammad bersabda, “Seorang hamba yang melakukan dosa kemudian dia bersuci dan mengerjakan shalat, setelah itu minta ampun kepada Allah, maka Allah akan mengampuni dosanya.”

Taubat merupakan sesuatu yang tak bisa ditunda-tunda. Oleh sebab itu shalat taubat harus segera dilakukan setelah melakukan perbuatan dosa. Shalat sunnah ini merupakan salah satu bentuk mutlak yang waktu pelaksanaannya dapat dilakukan kapan saja.

Baca Juga:  Rahasia Nisfu Sya’ban: Malam Bertabur Ampunan

Dalam pelaksanaannya, shalat taubat bisa dilakukan kapan saja, baik siang maupun malam kecuali pada waktu yang diharamkan untuk melakukan shalat. Namun, dalam pelaksanaannya, sebagian ulama menyatakan waktu terbaik adalah ketika 2/3 malam, atau setelah shalat tahajud dilakukan.

Tata cara shalat taubat sama seperti shalat taubat lainnya yakni dilakukan sebanyak dua rakaat salam. Shalat taubat dapat dilakukan empat atau enam rakaat. Dan shalat taubat sebaiknya dilakukan secara sendirian, karena shalat taubat adalah shalat nafilah yang tidak diisyaratkan untuk dikerjakan secara berjamaah.

Adapun niat shalat taubat yakni, “Ushali sunnatat taubati rokataini lillahitaala”

Artinya: “Saya niat shalat sunnah taubat dua rakaat karena Allah.”

Setelah mengerjakan shalat sunah taubat, dianjurkan untuk memperbanyak baca istighfar yang ditujukan untuk memohon ampunan dari Allah.

Jadi sudahkah kita bertaubat hari ini? Atau malah kesombongan yang ada dalam diri kita berkata bahwa amal ibadah, sedekah, dan kebaikan kita lainnya mampu menutupi kesalahan kita, sehingga tak perlu lagi bertaubat memohon ampunan pada Allah?

Bagikan Artikel ini:

About Indah Fauziah

Avatar of Indah Fauziah

Check Also

penyebab malas beribadah

Beribadah untuk Mengingat Jati Diri Manusia, Kenali 4 Penyebab Manusia Malas Beribadah

Manusia diciptakan oleh Allah bukan untuk sekedar main-main, bersenda gurau atau kegiatan yang lainnya yang …

penyakit hati

Hati-hati Menjaga Hati

Seringkali kita mendengar ucapan seorang saudara dan kerabat yang memberikan pesan yang berulang-ulang. “hati-hati di …