Mengenal Air untuk Bersesuci

Mengenal Air untuk Bersesuci

Dalam Islam persoalan bersesuci menjadi salah satu pokok penting pembahasan dalam ilmu fikih. Air menjadi penting karena ia digunakan sebagai sarana bersesuci seperi untuk wudhu dan mandi yang menjadi syarat untuk melakukan ibadah.

Bersesuci dalam istilah fikih Islam disebut dengan thaharah. Para ulama selalu menempatkan pembahasan thaharah sebelum persoalan shalat lainnya karena ia merupakan syarat dan sahnya shalat. 

Pentingnya bersesuci misalnya berdasarkan hadist : Kunci shalat adalah suci (HR Daud dan At-Tirmidzi).

Menurut istilah syara’ bersesuci (thaharah) adalah bersih dari najis baik najis haqiqi yaitu kotoran ataupun najis hukmi yaitu hadast. Thaharah najis adalah menghilangkan kotoran dari badan, pakaian dan tempat. Sementara thaharah hadast mensucikan diri dari hadast besar melalui mandi dan hadast kecil dengan wudhu’.

Baca juga : Pentingnya Niat dalam Ibadah

Salah satu sarana untuk bersesuci adalah air. Jenis-jenis air yang digunakan untuk kepentingan bersesuci ada tiga:

a.      Air mutlak

Air mutlak adalah air yang suci dan dapat menyucikan benda lain. Masuk dalam kategori ini adalah setiap air yang dari langit dan bumi yang keadaan asalnya tidak berubah baik warna, rasa dan bau seperti air laut, hujan, sumur, telaga, air salju dan lainnya. Menurut ijma’ ulama air mutlak adalah suci dan dapat digunakan menghilangkan najis dan digunakan untuk wudhu dan mandi.    

b.      Air suci tetapi tidak mensucikan

Air ini merupakan air suci tetapi tidak bisa digunakan untuk bersesuci baik untuk menghilangkan najis mau hadast. Namun, ada perbedaan semisal ulama Hanafi yang mengatakan air ini tetap bisa menghilangkan najis tetapi tidak dapat menghilangkan hadast. Masuk dalam kategori ini misalnya air yang bercampur dengan benda yang suci yang menyebabkan perubahan sifat, air musta’mal (air yang sedikit kurang dari 2 kulah) dan sudah digunakan bersesuci, dan air tumbuh-tumbuhan seperti air bunga dan tumbuhan lainnya.

c.       Air najis

Air najis adalah air yang terkena benda najis dan air tersebut tidak mengalir dan juga sedikit. Seluruh ulama sepakat bahwa air ini tidak suci dan tidak bisa mensucikan.

Comment

LEAVE A COMMENT