Mengenal Kaidah Fikih

Mengenal Kaidah Fikih

Secara sederhana fikih adalah pengetahuan tentang hukum Islam. Fikih merupakan panduan praktis tentang tata cara dan perilaku sehari-hari seorang muslim dalam berinteraksi secara vertikal (berhubungan dengan Tuhan) yang dikenal dengan ubudiyah, atau interaksi horizontal (berhubungan dengan sesama muslim, alam, dan lingkungan) yang disebut dengan muamalah dalam arti yang luas.

Ungkapan yang sangat populer dalam pembahasan fikih, nahnu nahkumu biddhawahir (kita memutuskan dan menghukumi secara dhahir saja). Dengan demikian, fokus sorotan fikih atau objek kajiannya adalah perbuatan orang mukallaf. Fikih tidak menjangkau persoalan keyakinan yang menjadi garapan tauhid.

Ada beberapa disiplin ilmu yang bersinggungan secara langsung dengan fikih, antara lain yaitu kaidah fikih dan ushul fikih. Secara bahasa kaidah berarti rumusan yang menjadi patokan dan asas. Kaidah fikih didefinisikan sebagai ketentuan umum (dominan) yang dapat diterapkan terhadap kasus-kasus yang menjadi cakupannya agar kasus tersebut dapat diketahui status hukumnya.

Kaidah fikih menghimpun persoalan-persoalan fikih dalam satu naungan berupa rumus dan ketentuan umum. Contoh kaidah yang berbunyi: keyakinan tidak bisa dikalahkan oleh keraguan. Setiap persoalan apapun yang terkait dengan keyakinan seseorang tentang perbuatan tertentu tidak dapat dibatalkan dengan hanya berdasarkan keraguan.

Sedangkan ushul fikih secara sederhana adalah cara atau metode yang dijadikan perantara untuk memproduksi suatau hukum. Misalnya, membasuh muka dalam wudlu’ merupakan kewajiban dan salah satu unsur yang harus ada (rukun). Bagaimana metode dan cara menghasilkan hukum wajib membasuh muka dalam wudlu’ itulah garapan ushul fikih. Proses apa yang harus ditempuh oleh seorang mujtahid melalui sumber-sumber hukum, sehingga menghasilkan hukum wajib.

Baca Juga : Cara Melakukan Sujud Sahwi

Ketiga disiplin ilmu di atas dipertemukan dan bersinggungan dalam tema hukum syar’i. Perbedaannya, ushul fikih adalah rumah produksi atau pabrik, sementara fikih merupakan produknya, sedangkan kaidah fikih adalah alat untuk menata, mengikat dan menghubungkan produk-produk yang bertebaran dan memiliki kesamaan. Pendek kata, fikih adalah hasil atau produk, ushul fikih adalah cara (proses) bagaimana memproduksi, sedangkan kaidah fikih adalah media untuk menata, memperindah, mengkaitkan sekaligus merawat produk yang dihasilkan.

Perbedaan yang lebih detail antara ushul fikih dan kaidah fikih antara lain sebagai berikut:

   Ushul fikih berisi kaidah-kaidah yang dijadikan sarana untuk menggali hukum syar’i dari sumber hukum Al-Qur’an dan Hadis, sedangkan kaidah fikih berfungsi sebagai pengikat dan penghubung antara kasus-kasus fikih yang serupa.

   Secara hirarkis urutan kemunculannya adalah ushul fikih sebelum fikih, sementara munculnya kaidah fikih setelah fikih.

  Objek kajian ushul fikih adalah dalil-dalil syar’i, sedangkan kaidah fikih sama dengan fikih, yakni perbuatan orang mukallaf.

   Ushul fikih menggunakan pola pendekatan deduktif, sementara kaidah fikih muncul melalui pendekatan induktif. []

 

Wallahu ‘alam

*Zainol Huda (Alumnus Ma’had Aly Situbondo dan Dosen STAIM Sumenep)

Comment

LEAVE A COMMENT