Islam merupakan agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad untuk disebarkan kepada seluruh umat manusia Nabi memiliki posisi penting dalam pembentukan dan penyebaran Islam Selain sebagai pemimpin umat beliau menjadi dasar dan sandaran hukum bagi umatnya dalam memecah persoalan keagamaan Ketika masa Nabi berlalu digantikan dengan para sahabat Dekatnya masa sahabat dengan Nabi sehingga persoalan mereka banyak disandarkan melalui ingatan para sahabat terhadap ucapan dan perilaku Nabi dalam memecahkan persoalan Sehingga selain menyandarkan pada Qur an para sahabat menyandarkan ijitihad mereka dengan merujuk cara Nabi menyelesaikan masalah keagamaan dan keduniawian Pada perkemangan berikutnya ketika sahabat mulai berkurang generasi berikutnya dikenal dengan para tabiin pengikut yakni generasi sesudah sahabat Pada masa inilah para tabiin mulai menyusun berbagai disiplin ilmu untuk memberikan pelajaran keislaman dengan disandarkan pada riwayat yang dituturkan oleh Sahabat Pada masa tabiin dan lanjut pada masa tabi tabiin pengikut para pengikut sahabat inilah mulai disusun ilmu dan metodologi dalam mempelajari Islam Inilah yang disebut dengan masa ulama salaf yang menjadi sandaran bagi umat Islam di seluruh dunia Jasa ulama salaf menjadi sangat penting bukan hanya pada merawat ilmu keIslaman tetapi menjamin sanad keilmuan umat dari Nabi hingga pada masa berikutnya Karena itulah lahirnya ilmu fikih akidah tasawuf tafsir ilmu hadis hingga ilmu alat nahwu sebagai sarana memahami teks sumber hukum Islam merupakan peninggalan penting ulama salaf sebagai penyambung sanad keilmuan Nabi dan generasi berikutnya Inilah para ulama salaf yang melahirkan madzhab pemikiran Islam dalam bidang fikih seperti empat madzhab dan bidang akidah seperti asy ariyah dan maturidiyah Dalam bidang tasawuf dan akhlak dikenal sosok Imam Besar Imam Gazali yang telah melahirkan banyak ilmu dalam bidang akhlak dan tasawuf Itulah koridor yang telah menjadi sandaran umat Islam dalam menyambungkan keIslamannya dengan Nabi melalui para ulama salaf Ijitihad Memilih Madzhab SalafKetika umat Islam tersebar tidak hanya di jazirah Arab tetapi sudah melampaui batas geografis kelahiran Islam kitab kitab ulama klasik dalam berbagai disiplin menjadi rujukan penting umat dalam mempelajari dan mempraktekkan Islam Dari madzhab inilah diyakini ketersambungan ilmu dan ibadah yang dilakukan Nabi sahabat tabiin dan tabi tabiin hingga para ulama selanjutnya Di Asia Tenggara Negara dengan mayoritas muslim seperti Indonesia Malaysia Brunie dan Darussalam menjatuhkan pilihannya kepada madzhab salaf dengan rujukan Imam Syafi i walaupun pilihan madzhab ini tidak menutup pintu untuk mengambil pandangan imam madzhab lainnya seperti Hanafi Maliki dan Hambali Di Indonesia misalnya peserta didik harus melewati tahapan yang sangat panjang untuk mendalami pelajaran tentang ke Islaman Sejak kecil mereka ditanamkan dengan akidah dan akhlak Dari dini mereka dikenalkan dengan landasan keimanan mengenal Tuhan dari sifat sifatnya mengenal Nabi malaikat hingga takdir Penanaman akidah dimulai dengan pendekatan menghafal sifat wajib dan muhal Allah dan Rasul eksistensi malaikat termasuk nama namanya dan adab Islam keseharian dari bangun tidur hingga tidur kembali Sambil lalu anak anak diajari cara mencintai Qur an menulis Arab hingga tajdwid untuk membaca dengan benar Penanaman ini penting untuk tidak salah melafalkan bacaan Qur an yang berkonsekuensi pada perubahan maknanya Pada masa anak anak pelajaran sejarah Islam dipelajari dengan ringkas dari kelahiran Nabi hingga masa para sahabat melalu sumber langsung kitab yang dikarang oleh ulama salaf Pelajaran yang tidak kalah pentingnya adalah mempelajari ilmu alat nahwu sorrof dan I lal Cara baca dan gramatika arab diajarkan akar kata dipelajari hingga pembentukan dan perubahan kata diajarkan melalui I lal Sungguh pelajaran yang mampu memberikan kecapakan anak anak muslim untuk membedah kata kata bahasa arab Fikih pun tidak sembarangan ditanamkan Ada tahapan kitab fikih madhab syafii yang diajarkan dari tahap awal fathul qorrib hingga fathul mu in dan fathul wahhab Pada akhrinya mereka dikenalkan dengan fikih muqaranah perbandingan madhab yang mu tabarah dalam Islam Semua sumber dipelajari dengan pendekatan keislaman yang mengedepankan kesantunan dalam perbedaan Islam Tanpa MadzhabLalu muncul gerakan Islam yang mendorong pembahruan dalam Islam Jargon kembali kepada sumber hukum Islam Qur an dan Sunnah menjadi trend utama Bahkan dalam sempalannya ada yang terkesan Sunnah oriented Mereka mulai melakukan takhrij hadist hadist yang sudah dikumpulkan dalam musnad ulama salaf Dengan sedikit kepongahan mereka mulai melakukan peneitian dengan mendhaifkan hadis hadis bahkan mengatakan kitab ternetu tidak layak rujuk karena banyak hadist dhoif Pembaharuan Islam dengan merujuk Qur an dan hadist berlanjut dengan menafikan karya karya ulama salaf Mereka hanya berhenti pada ulama berikutnya yang bagi mereka menjadi sandaran penting dan dikatakan ulama salaf Sehingga ada keterputusan dan sengaja mereka memutuskan garis keilmuan dengan ulama salaf dengan melakukan shortcut kepada Qur an dan Sunnah Tradisi dan khazanah keilmuan yang jutaan lahir dari pemikiran ulama klasik diabaikan Kembali Qur an dan hadist akhirnya tidak menyisakan metodologi yang tepat dalam memahami Islam Mereka hanya mempunyai jargon kembali ke dua sumber tersebut tanpa metodologi Mereka rajin mengkritik cara ibadah umat yang sudah mempraktekkan ibadah melalui imam madhab Kenapa slogan tanpa madhab tidak mempunyai metodologi karena metodologi keislaman yang dibukukan oleh ulama salaf mereka tentang Sandaran mereka langsung kepada Qur an dan hadist sementara tafsir dan musnad hadist banyak dikarang oleh ulama salaf Itulah paradoks gerakan tanpa madzhab Sebenarnya gerakan tanpa madzhab yang lahir pada abad 19 tersebut tidak lain merupakan cara membangun madzhab baru dengan memutus madzhab ulama salaf Mereka banyak menyandarkan pada ulama idola mereka yang mereka klaim sebagai ulama salaf Mereka ingin membangun kejayaan Islam dengan tidak merujuk pada madzhab padahal sebenarnya sandaran tafsir dan hadist mereka rujukan mereka tanpa harus malu malu diakui dari para ulama salaf tesebut Cara cara demikian tentu saja menafikan bagimana mereka shalat dan beribadah semuanya merupakan bagian penting dari jasa ulama salaf para madhab fikih yang menyusun kitab kitab fikih dan metodologinya Tidak akan ada sistimatisasi ilmu fikih dan cara mengatehui detail ibadah tanpa jasa para ulama salaf tersebut Buntut dari cara Islam tanpa madzhab yang mereka gemborkan adalah lahirnya generasi Islam yang dapat mempelajari Islam dengan mudah Pendidikan Islam dicari otodidak dengan terjemahan Qur an dan hadist Parahnya mereka melupakan alat alat penting dalam memahami sumber hukum yang berbahasa arab Mereka tidak mempelajari nahwu sorrof I lal dan balaghah sebagai cara memahami bahasa arab Mereka merujuk langsung pada terjemahan yang berbeda rasa dalam memahami teks sumber hukum Islam yang berbahasa Arab Di samping itu dengan keponggahan berdasar Sunnah mereka menjadi mudah menyalahkan cara beribadah umat secara umum yang menganut madhab Mereka mulai memutus mata rantai keilmuan ulama salaf dari Nabi sahabat tabiin tabi tabiin dan ulama salaf Lalu mereka mendeklarasikan diri sebagai penganut salafi yang mengikuti ulama salaf tetapi melupakan peran ulama salaf dan imam madzhab Hal lain yang tidak boleh dilupakan adalah adab dan santu terhadap ulama Para penganut madzhab sangat menghargai perbedaan dan menghormati ulama ulama dari manapun pemikirannya Perbedaan sudah menjadi bagian dari cara imam madzhab menafsirkan dan menyusun kitab kitab mereka Namun hari ini gerakan menyepelekan madzhab dan tidak santun terhadap ulama menjadi efek negatif dari cara mereka memutus keilmuan ulama salaf Sebenarnya Islam tanpa madzhab adalah jargon untuk membuat dan mengalihkan madzhab baru Dalam prakteknya mereka lebih taklid dari pada taklid yang dilakukan para penganut madzhab Para penganut madzhab masih mempelahari manhaj dan metodologi imam madzhab sementara Islam tanpa madzhab mengambil apapun produk dari ulama yang mereka idolakan Tentu saja sebagai umat Islam harus mengedepankan pada kesantunan dan penghormatan terhadap ulama terdahulu yang telah berjasa dalam membangun ilmu ilmu keislaman Melalui para tokoh ulama salaf inilah sambungan ilmu dari Nabi hingga saat ini terus terjaga dan terawat Mari berislam dengan santun di tengah perbedaan span style font family Proxima Nova font size 18px Font Definitions font face font family Cambria Math panose 1 2 4 5 3 5 4 6 3 2 4 mso font charset 0 mso generic font family roman mso font pitch variable mso font signature 3 0 0 0 1 0 font face font family Calibri panose 1 2 15 5 2 2 2 4 3 2 4 mso font charset 0 mso generic font family swiss mso font pitch variable mso font signature 536859905 1073732485 9 0 511 0 Style Definitions p MsoNormal li MsoNormal div MsoNormal mso style unhide no mso style qformat yes mso style parent margin 0cm margin bottom 0001pt mso pagination widow orphan font size 12 0pt font family Calibri sans serif mso ascii font family Calibri mso ascii theme font minor latin mso fareast font family Calibri mso fareast theme font minor latin mso hansi font family Calibri mso hansi theme font minor latin mso bidi font family Times New Roman mso bidi theme font minor bidi mso ansi language EN US MsoChpDefault mso style type export only mso default props yes font family Calibri sans serif mso ascii font family Calibri mso ascii theme font minor latin mso fareast font family Calibri mso fareast theme font minor latin mso hansi font family Calibri mso hansi theme font minor latin mso bidi font family Times New Roman mso bidi theme font minor bidi mso ansi language EN US page WordSection1 size 612 0pt 792 0pt margin 72 0pt 72 0pt 72 0pt 72 0pt mso header margin 36 0pt mso footer margin 36 0pt mso paper source 0 div WordSection1 page WordSection1 span Wallahu alam

Tinggalkan Balasan