Cara Mengekspresikan Cinta Dengan Benar
Cara Mengekspresikan Cinta Dengan Benar

Cara Mengekspresikan Cinta Menurut Islam

Cinta merupakan rasa yang dianugrahkan Allah kepada umatnya. Jika manusia sudah mencintai maka ia akan meyakini dalam hati, kemudian diucapkan dengan lisan, dan juga sudah dibuktikan dengan perilaku atau tindakan.

Namun, ada beberapa manusia yang dibutakan perasaannya dan pikirannya karena cinta. Yakni rasa mencintai secara berlebihan.  Seperti yang kita ketahui bahwa sesuatu yang berlebihan biasanya berdampak kurang baik. 

Seseorang yang mencintai dengan sangat pastinya akan merasakan kekecewaan yang mendalam apabila orang yang dicintainya tidak mampu mencintai seperti dirinya. Dan pada akhirnya, jika hati tidak terbalaskan, mestinya manusia mampu merelakannya lebih awal. 

Untuk mencintai seseorang kita membutuhkan kedewasaan dalam bersikap. Kedewasaan adalah suatu sikap yang mengkombinasikan antara logika, etika dan perasaan. Pemahaman rasa saling menghargai dan sikap untuk bisa saling mengalah biasanya sudah  tumbuh pada orang dewasa. 

Allah berfirman dalam al-Quran, “Wahai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu sekalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu sekalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu sekalian saling mengenal. Sesungguhnya orang-orang yang paling mulia di antara kamu sekalian di sisi Allah ialah orang-orang yang paling takwa di antara kamu sekalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (QS Al-Hujurat:13). 

Ayat diatas menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia secara beragam. Ada laki-laki dan adapula perempuan. Suku serta bangsa pun juga beragam. Tujuan penciptaan semuanya adalah agar manusia dapat saling mengenal dan mencintai. Adapun beberapa cara mencintai pasangan dengan benar di antaranya, 

Pertama, senantiasa mendoakannya. Cara mengepresikan cinta menurut Islam kepada seseorang yang belum halal baginya adalah lewat doa. Inipun berlaku untuk cinta terhadap keluarga dan teman-teman. Doa yang kita panjatkan untuknya bertujuan supaya Allah senantiasa menjaganya dari keburukan. 

Baca Juga:  Berhati-hatilah dengan Jargon "Kembali kepada Alqur’an dan Sunnah"

Kedua, dengan berkomitmen untuk menikah. Menikah adalah sesuatu yang sakral dan bukanlah tindakan main-main, karenanya jika menikah hendaknya manusia menjalin dengan dilandaskan rasa cinta yang dimilikinya, bukanlah rasa iba atau kasihan. 

Allah berfirman, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar-Rum ayat 21) 

Menikah merupakan bagian dari ibadah dalam Islam. Bermesraan dengan pasangan sesudah menikah bisa mendatangkan pahala berlipat ganda. Namun jika manusia menikah karena belas kasihan, maka rumah tangga yang dibangun bisa jadi akan menjadikan neraka bagi keduanya. Karena tanggungjawab yang telah dibebankan kepada suami ataupun istri akan terasa berat karena tidak adanya rasa cinta. 

Ketiga, menunjukakkan sikap yang baik. Cinta juga harus diwujudkan dengan perbuatan. Apabila kita cinta kepada seseorang maka sudah seharusnya kita menunjukkan sikap yang baik. 

Keempat, Menutupi aib orang yang kita cintai. Rasulullah saw. Bersabda, ”Muslim yang satu adalah saudara muslim yang lain; oleh karena itu ia tidak boleh menganiaya dan mendiamkannya. Barang siapa memperhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Barang siapa membantu kesulitan seorang muslim, maka Allah akan membantu kesulitannya dari beberapa kesulitannya nanti pada hari kiamat. Dan barang siapa menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah akan menutupi (aib)nya pada hari kiamat.” ( HR Bukhari). 

Bentuk cinta selanjutnya adalah lewat menutupi aib orang yang kita kasihi. Jika kita mengetahui keburukannya maka hendaknya ditutupi bukan malah diumbar. Apabila kita mampu menutupi aib orang lain maka Allah juga akan menutupi aib kita. 

Baca Juga:  Islam Kaffah ma’al Mitsaq

Kelima, memaafkan kesalahannya. Kita semua tahu, memaafkan bukanlah perkara yang mudah. Namun, jika seorang manusia benar-benar mencintai, maka pastinya ia akan mampu memaafkannya. Karena rasa cinta, pastinya akan mampu menghilangkan luka dari kesalahan yang diperbuatnya. 

Dapat disimpulkan bahwa untuk menyayangi seseorang dengan bijak. Manusia juga membutuhkan rasa ikhlas dalam menyayanginya serta kedewasaan mengiringi hubungan asmara tersebut. Kedewasaan bisa diartikan dengan pertimbangan logika dalam berhubungan dan seyogyanya mempunyai tujuan dalam hubungan itu sendiri.

Bagikan Artikel

About Eva Novavita

Avatar