Ibrahim seorang muslim

Cerita Islami untuk Anak : Kisah Nabi Ibrahim Membuktikan Keberadaan Tuhan (1)

Menjadi anak muslim harus mempunyai pribadi yang kuat. Salah satu cara menanamkan kepribadian yang kuat adalah dengan mengikuti teladan yang menjadi idola. Nabi dan para utusan Allah merupakan idola terbaik bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Salah satu idola tersebut adalah Nabiyullah Ibrahim As. Tahukah kalian Nabi Ibrahim? Beliau adalah salah satu utusan Allah dalam menyebarkan ajaran Allah di muka bumi. Nabi Ibrahim lahir di Babilonia yang dahulu masyarakatnya masih menyembah patung. Lebih parahnya lagi, ayah Nabi Ibrahim justru berprofesi sebagai pemahat patung yang banyak diminta orang memahat patung untuk disembah. Bisa dibayangkan, betapa berat perjuangan yang akan dihadapi oleh Nabi Ibrahim.

Ketika menginjak remaja, Nabi Ibrahim mulai menyadari bahwa perilaku masyarakat sekitarnya ternyata tidak sehat. Tidak masuk akal, menurut Nabi Ibrahim, jika mereka menyembah sesuatu yang dibuat sendiri seperti patung. Nabi Ibrahim mulai meragukan bahwa patung yang selama ini di sembah bukanlah Tuhan.

Ingat, Nabi Ibrahim itu sosok yang cerdas dengan bekal selalu ingin tahu, bertanya dan mencari jawaban. Dengan kecerdasan yang dimiliki, ia menggunakan logikanya bahwa Tuhan tidak akan mungkin tinggal diam ketika dirinya dihancurkan. Akhirnya dia memutuskan untuk mencari kebenaran dengan pembuktian.

Kisah pencari Nabi Ibrahim ini terekam dalam al-Quran surat Surat Al-An’am ayat 76-78. Karena bintang yang tinggi dan indah Nabi Ibrahim meyakini itu adalah Tuhan. Tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata, “saya tidak suka kepada yang tenggelam.”

Pencarian selanjutnya ia berpikir justru bulan adalah tuhan. Tapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata, “sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat.”

Baca Juga:  Napak Tilas Ibrahim: Ksatria Iman yang Rela Mengorbankan Putranya

Ketika siang hari melihat matahari, Nabi Ibrahim meyakini pastilah ini tuhanku yang sangat besar dan menerangi segalanya. Namun, ketika mataharipun terbenam, Ia merasa Tuhan yang sebenarnya tidak akan pernah hilang dan muncul apalagi mati.

Dari pencarian itulah, ia menekukan bahwa Tuhan itu pasti Ada, Kekal, dan yang menciptakan segala yang ada seperti bintang, bulan dan matahari. Dan Tuhan yang sejati adalah yang bisa menghidupkan dan mematikan segalanya.

Itulah, puncak pencarian Nabi Ibrahim mencari Tuhan. Karenanya ia meyakini berhala dan patung itu bukan Tuhan karena itu diciptakan dan tidak bisa melakukan apapun dalam kehidupan manusia.

Berbekal pemikiran itupun, maka Nabi Ibrahim mulai menghancurkan patung-patung yang ada di kuil dan di jalan-jalan. Dan ternyata benar dugaan Nabi Ibrahim, Patung-patung yang ia hancurkan tidak memiliki rasa marah atau bahkan membela diri dengan apa yang dilakukannya. Hancurlah seluruh patung-patung di kuil dan tersisa satu saja.

Keesokan harinya masyarakat geger dengan kejadian tersebut. Semuanya sudah menyangka bahwa Nabi Ibrahimlah yang merusak dan menghancurkan patung-patung itu. Nabi Ibrahim dengan logika dan akal yang cerdas membalikkan keyakinan masyarakat itu dengan satu bukti. Jika patung itu layak disembah, tanyakanlah pada satu patung itu, siapa yang menghancurkan patung-patung yang lain. Jangan-jangan patung yang tersisa itu yang menghancurkan yang lain.

Masyarakat langsung menyanggah dan menganggap Ibrahim sebagai orang gila. “Mana mungkin batu berhala bisa bergerak dan menghancurkan yang lain”. Begitulah mereka berujar. Lalu, di situlah momen Nabi Ibrahim mengajak mereka berpikir secara sehat , “jika saya dianggap gila dengan menganggap patung itu menghancurkan yang lain, bagaimana kalian yang menganggap itu sebagai tuhan dan disembah’?  

Baca Juga:  Abu Bakar Ash Shiddiq RA: Penjaga Stabilitas Akidah Umat Islam

Seketika itu masyarakat ada yang sadar, ada yang malu, tetapi ada juga yang semakin menjad-jadi amarahnya. Mereka yang sadar mulai berpikir benar juga apa yang dipikirkan oleh Ibrahim. Bagaimana mungkin hanya batu disembah. Yang lain pun menjadi malu atas apa yang mereka perbuat selama ini dengan mengangungkan sesuatu yang mereka buat sendiri.

Nah, adik-adik harus belajar banyak dari kecerdasan Nabi Ibrahim dalam menemukan kebenaran. Kebenaran itu memang sangat istimewa, tetapi jangan pernah putus asa mencari kebenaran. Keberanan itu nyata dan bisa dibuktikan. Begitu pula kebohongan.

Tuhan Maha Besar adalah tentu saja Tuhan yang menciptakan semesta raya ini. Tidak mungkin Tuhan itu dibuat oleh manusia. Tidak mungkin Tuhan itu berdiam diri di bumi karena jika ia bagian dari bumi tentu saja Ia lebih baru dari pada bumi yang tercipta sebelumnya.

Tuhan yang layak disembah adalah Tuhan yang diyakini oleh Nabi Ibrahim. Tuhan Maha Besar yang menjadi penguasa semesta dan tidak bisa dihancurkan oleh manusia. Bukan patung yang bisa dihancurkan oleh manusia.

Bagikan Artikel
Best Automated Bot Traffic

About Eva Novavita

Avatar