Dengan Doa Ini, Hal Mustahil Menjadi Mungkin

0
1215
doa

Harapan itu bukan mimpi. Tidak ada yang mustahil jika kita percaya pada Sang Maha Pemberi. Bahkan sesuatu yang sulit pun menjadi mudah jika usaha dan doa menyertai. Dengan doa hal mustahil menjadi kenyataan.


Suatu hari ada seorang bapak yang sangat ingin membelikan laptop untuk anak gadisnya yang baru saja masuk kuliah. Laptop bagi seorang mahasiswa adalah senjata utama untuk membantunya menyelesaikan studi sarjana.

Namun, apalah daya sang bapak yang hanya seorang kuli bangunan dengan pemasukan yang kecil. Membeli barang dengan harga jutaan adalah mimpi yang mustahil menjadi nyata. Pemasukan hariannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup dia, istri dan kedua anaknya.

Di tengah kondisi yang serba sulit, sang bapak tetap menyimpan harap. Walau hanya beberapa ribu, sang Bapak tak pernah luput menabung untuk laptop sang putri. Selain itu, setiap kali sang Bapak pulang dari tempat kerja, ia melintasi satu toko elektronik yang menjual berbagai macam jenis computer dan laptop.

Bapak itu berhenti dan mampir barang sejenak. Dipegangnya laptop yang dipajang di display toko sambil berdoa pada Alloh dalam hati diikuti membaca sholawat “Allohumma Shalli ‘Alaa Muhammad” sebanyak lima kali.

Tak bisa dipungkiri perilaku si Bapak mengundang curiga pemilik toko. Seorang lelaki berpakaian lusuh seolah ingin membeli laptop seharga jutaan rupiah. Siapa yang akan percaya. Dari penampilannya, sudah jelas Si Bapak tak punya cukup uang untuk membelinya.

Tapi, bapak itu tidak bergeming. Dia percaya, dengan niat yang sungguh sungguh, apapun tidak akan mustahil. Karena dia memohon dan meminta pada Yang Maha Mengabulkan dan mengiringi doanya dengan membaca shalawat.

Hingga satu minggu setelahnya, si Bapak memasuki toko itu dengan putrinya. Dengan wajah sumringah mereka melakukan transaksi besar, membawa pulang satu laptop dibayar lunas dengan uang tunai yang pas. Tak kurang dan tak lebih.

Pemilik toko penasaran dari mana si Bapak mendapatkan uang untuk menebus barang mahal itu. Si Bapak hanya tersenyum dan menjawab, “Anda boleh percaya boleh tidak. Rejeki yang saya dapat untuk membeli laptop ini adalah berkah shalawat”. Mendengar hal itu, pemilik toko terdiam dan manggut–manggut. Sejak itu, dia pun juga ikut melanggengkan membaca shalawat. Dan sejak itu pula rezekinya lancar mengalir membawa keberkahan.

Shalawat Bukan Sekedar Ekspresi Cinta Rasul

Dari cerita itu, kita mungkin bertanya tanya, benarkah dengan istiqomah membaca sholawat, Alloh akan memudahkan kita meraih apa yang kita inginkan?

Jawabannya adalah Benar. Membaca shalawat untuk baginda Nabi Muhammad SAW menyimpan ribuan fadlilah yang kebaikannya dipastikan akan kembali pada yang melantunkannya. Bukan sekedar ekspresi cinta terhadap Sang Rasul, tetapi menyimpan keutamaan luar biasa.

Para alim ulama dan salafusshalih, telah menjadikan shalawat sebagai kudapan batin sehari – hari. Begitupun jika memiliki hajat tertentu, para alim ulama senantiasa mengiringi doa dan harapan pada Alloh SWT dengan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad. Hal ini karena mereka mengimani salah satu ayat Alqur’an yang menegaskan keutamaan membaca sholawat.

Dalam Al-Quran surah al-Ahzab ayat 56 Alloh berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”

Shalawat adalah satu bentuk cinta dan ta’dzim kepada Nabi Muhammad SAW. Kita sebagai ummatnya, sangat dianjurkan untuk senantiasa membaca shalawat, karena bahkan Allah dan para malaikatNya pun membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Disebutkan pula dalam beberapa hadits tentang fadlilah shalawat khususnya untuk mengiringi harapan dan hajat kita dalam setiap doa yang kita panjatkan agar dikabulkan oleh Alloh SWT. Disebutkan bahwa setiap do’a akan melaluisuatuhijab di langit, ketika dibacakan shalawat kepada Nabi SAW maka terbukalah hijab itu dan naiklah do’a itu.

 Tanpa shalawat atas Nabi, maka do’a itu akan tetap tertahan, terpantul dan takkan terkabul. Sebagaimana diriwayatkan dari Sayyidina Anas bin Malik R.a, dari Nabi SAW; “Tidak satu doa pun kecuali antara do’a itu dan langit terdapat suatu hijab, sehingga dibacakan shalawat kepada Nabi SAW Kalau dibacakan shalawat kepada Nabi SAW, maka terkoyaklah hijab itu dan masuklah doa itu. Dan bila tidak dibacakan shalawat, maka kembalilah doanya.”

Fadlilah yang juga sangat penting dari membaca shalawat adalah dapat menghapus kita dari dosa – dosa yang telah lampau. Suatu ketika sahabat Ubay bin Ka’ab R.a berkata: “Wahai Rasulullah, saya akan menjadikan seluruh waktuku untuk bershalawat kepadamu“, maka Rasulullah SAW bersabda: “Karena itu, seluruh dosa-dosamu akan diampuni dan semua kesedihanmu akan dihilangkan (yakni tercukupi semua kebutuhan dan diberi jalan keluar atas segala masalah). (HR Tirmidzi 2457. Hasan Shahih).

Dari beberapa keterangan tersebut, semoga dapat membuka mata hati kita dan memotivasi kita untuk istiqomah membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Shalawat membersikan kita dari dosa-dosa dan melangitkan hajat dan harapan kita hingga dikabulkan oleh Alloh SWT. Seperti yang dilakukan oleh si Bapak dalam cerita di awal. Dengan doa yang tulus dan diiringi sholawat, Allah mengabulkan doanya dan memampukannya membelikan laptop untuk putrinya.

Shalawat sangat baik dibaca dalam kondisi dan situasi apapun. Dalam keadaan yang sulit dan menghimpit, doa kepada Allah yang diiringi dengan shalawat insyaallah akan menuntun kita menemukan solusi dan memudahkan kita mencapai tujuan.

Dalam kondisi lapang, shalawat akan menjadi wasilah kita untuk senantiasa mendapat bimbingan dan petunjuk Allah dalam menjalani lika liku kehidupan. Dalam keadaan sulit, shalawat akan menjadi wasilah untuk melangitkan hajat dengan cepat.