ojek online
ojek online

Fikih Musafir: Bagaimana Shalatnya Ojek Online

Profesi ojol (ojek online) mengharuskannya hidup di jalanan. Jalan baginya adalah tempat untuk mengais riski. Terkadang saat waktu shalat tiba, ia tengah menyelesaikan tugasnya, antar penumpang. Lantas, bisakah ojol mendapat rukhshah (keringanan hukum) seperti jamak atau bahkan qashar shalat? Atau pantaskah ojol disebut sebagai musafir?

Seseorang bisa disebut musafir bila ia melakukan perjalanan jauh. Tidak ada kesepakatan di kalangan ulama’ fikih untuk menentukan jarak tempuh hingga ia disebut musafir. Imam al-Awza’iy misalnya, berpendapat bahwa musafir itu, melakukan perjalanan sejauh perjalanan satu hari jalan kaki (4 farsakh).

Berbeda dengan Imam Syafii dan Imam Ahmad Ibn Hanbal, menurut mereka, jarak tempuhnya harus mencapai perjalanan kaki dua hari dua malam (16 farsakh). Tapi menurut Imam Abu Hanifah dan Imam al-Tsauri, jarak tempuhnya harus mencapai perjalanan kaki tiga hari tiga malam (24 farsakh). Rawai’ al-Bayan, Ali al-Shabuni, 1/203

Lalu apa itu farsakh? Satu farsakh adalah ukuran panjang atau jarak yang sama dengan 3 mil, atau 5544 meter (5,544 Km), atau 12000 langkah, atau sekitar perjalanan yang memakan waktu 1,5 jam. Demikian menurut Subhi Shalih dan Wahbah al-zuhaily. Jika jarak tempuh sehingga seseorang bisa disebut Musafir itu adalah 4 farsakh (menurut Imam al-awza’iy), maka sama dengan 22,176 Km. Jika 16 farsakh, maka sama dengan 88,704 Km. jika 24 farsakh, maka sama dengan 133,056 Km.

Lalu bagaimana dengan ojek online, berapakah jarak yang ditempuh sebagai seorang ojek online  dan lainnya dalam beraktifitas. Jika telah mencapai jarak yang telah disebutkan di atas, maka, Saudara bisa disebut Musafir.

Lalu apa saja yang bisa dilakukan dan didapat oleh  seseorang dengan status musafirnya itu? Syaikh Zainuddin al-Malibari mengatakan bahwa ia bisa mendapatkan rukhshah (keringan hukum) dengan melakukan Qashar shalat atau Jama’ shalat, dengan catatan telah melampaui atau melewati pembatas Desanya (gapura). (Fath al-Muin, 44).

Baca Juga:  Para Pemburu Cicak, Pahami Kembali Perintah Rasulullah Untuk Membunuh Cicak

Gambarannya begini, kalau Saudara berangkat kerja Subuh, maka shalatlah subuh dulu, kemudian bismillah berangkat kerja. Kalau kebetulan masuk waktu Dhuhur kosong order, maka shalatlah Dhuhur 4 rakaat. Lalu dilanjut dengan Shalat Ashar 4 Rakaat. Inilah yang disebut dengan jama’ taqdim dalam istilah fikih.

Kalau waktu dhuhur ramai orderan hingga menjelang waktu Ashar tiba, maka saudara rehat sejenak untuk shalat ashar 4 rakaat kemudian dilanjutkan shalat dhuhur 4 rakaat. Inilah yang disebut dengan jama’ ta’khir. Begitu seterusnya, shalat isya’ bisa dilaksanakan pada waktu maghrib dan sebaliknya, shalat maghrib bisa dikerjakan pada waktu shalat isya’ dengan niat jama’.

Bagaimana niatnya?

Niatnya jama’ shalat dhuhur pada waktu dhuhur adalah :

أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا عَلَيْهِ الْعَصْرُ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلّهِ تَعَالَى

Ushalli fardhadh dhuhri arba’a rakaatin jam’an ‘alaihil ashru jam’a taqdimin lillahi ta’ala

Niatnya jama’ shalat ashar yang dikerjakan pada waktu dhuhur adalah :

أُصَلِّي فَرْضَ الْعَصْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا عَلَي الظُّهْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلّهِ تَعَالَى

Ushalli fardhal ashri arba’a rakaatin jam’an ‘aladh dhuhri  jam’a taqdimin lillahi ta’ala

Niatnya jama’ shalat ashar pada waktu ashar adalah :

أُصَلِّي فَرْضَ الْعَصْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا عَلَيْهِ الظُّهْرُ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ لِلّهِ تَعَالَى

Ushalli fardhal  ashri arba’a rakaatin jam’an ‘alaihidh dhuhru jam’a ta’khirin lillahi ta’ala

Niatnya jama’ shalat dhuhur yang dikerjakan pada waktu ashar adalah :

أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا عَلَي الْعَصْرِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ لِلّهِ تَعَالَى

Ushalli fardhadh dhuhri  arba’a rakaatin jam’an ‘alal ‘ashri jam’a ta’khirin lillahi ta’ala

Niatnya jama’ shalat maghrib pada waktu maghrib adalah :

أُصَلِّي فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا عَلَيْهِ  الْعِشَآءُ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلّهِ تَعَالَى

Ushalli fardhal maghribi tsalatsa rakaatin jam’an ‘alaihil ‘isya’u  jam’a taqdimin lillahi ta’ala

Niatnya jama’ shalat isya’ yang dikerjakan pada waktu maghrib adalah :

Baca Juga:  Mengenal Puasa Daud : Puasa Sunnah Paling Utama, Begini Tata Caranya

أُصَلِّي فَرْضَ الْعِشَآءِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا عَلَي الْمَغْرِبِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلّهِ تَعَالَى

Ushalli fardhal ‘isya’i arba’a rakaatin jam’an ‘alal maghribi jam’a taqdimin lillahi ta’ala

Niatnya jama’ shalat isya’  pada waktu isya’ adalah :

أُصَلِّي فَرْضَ الْعِشَآءِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا عَلَيْهِ الْمَغْرِبُ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ لِلّهِ تَعَالَى

Ushalli fardhal isya’I arba’a rakaatin jam’an ‘alaihil maghribu jam’a ta’khirin lillahi ta’ala

Niatnya jama’ shalat maghrib yang dikerjakan pada waktu isya’  adalah :

أُصَلِّي فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا عَلَي الْعِشَآءِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ لِلّهِ تَعَالَى

Ushalli fardhal maghribi tsalatsa rakaatin jam’an ‘alal isya’I jam’a ta’khirin lillahi ta’ala

Bagikan Artikel
Best Automated Bot Traffic

About Abdul Walid

Abdul Walid
Alumni Ma’had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo