minhatu al qarib
minhatu al qarib

Fikih Nusantara (18): Kitab Minhat al Qarib al Mujib Karya Tuan Tabal

Penulisnya termasyhur dengan sebutan Tuan Tabal. Satu dari tujuh ulama besar Kelantan yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan Islam melalui tradisi pengajian-pengajian ilmu-ilmu agama Islam, mewujudkan budaya keilmuan, dan membentuk corak kehidupan islami di tlatah Kelantan pada abad 19 M sampai abad 20 M. Mirip peran Wali Songo kalau di Jawa.

Tujuh ulama besar dimaksud adalah Haji Abdul Samad bin Faqih Haji Abdullah bin Imam Hasyim yang akrab disapa Tok Pulai Chondong, Haji Wan Ali bin Abdurrahman bin Wan Ghafur yang lebih dikenal dengan Tok Wan Ali Kutan, Haji Muhammad Yusuf bin Ahmad atau Tok Kenali, Haji Abdullah Tahir Bunut Payung, Datuk Haji Muhammad Nur Ibrahim, Haji Hasan Idris, dan Haji Abdul Samad bin Muhammad Shaleh al Kelantai.

Yang disebut terakhir adalah Tuan Tabal penulis kitab ini. Ditaksir lahir tahun 1840 M dan wafat tahun 1891 M. Ada juga yang mensinyalir beliau lahir tahun 1816 M. Lahir di Kampung Tabal dan mangkat di Kota Baru dan dikebumikan di Banggol. Tabal adalah suatu tempat di Siam, di selatan Thailand.

Tuan Tabal sangat alim, ahli fikih (faqih), tasawuf, ushuluddin, tafsir, hadis, nahwu dan sharaf, mantiq, balaghah, dan ‘arud. Disamping belajar di Nusantara, beliau juga pernah mondok di Makkah. Sepulang belajar dari tanah suci, beliau menerapkan sistem belajar halaqah ala Makkah, sistem pengajaran pesantren yang mendapat respon luar biasa dari masyarakat.

Banyak karya hasil buah penanya, salah satunya adalah kitab Minhat al Qarib al Mujib. Judul lengkapnya, Minhat al Qarib al Mujib wa Mughni al Raghibin fi al Taqrib. Kitab fikih aliran madhab Syafi’i. Ditulis dengan aksara Jawi atau Arab Pegon berbahasa Melayu.

Baca Juga:  Tradisi Intelektual Ulama Nusantara: Melestarikan Pesantren, Kitab Kuning dan Sanad Ilmu

Kitab ini, seperti lazimnya kitab kuning, dimulai dengan kalam pendahuluan yang berisi sinopsis isi keseluruhan kitab. Disini juga disajikan dalil-dalil al Qur’an dan hadis tentang keutamaan ilmu. Diselipkan pula komentar para ulama seperti Imam Ghazali dan lainnya.

Tajuk aqidah menjadi bahasan berikutnya. Diantara yang dijelaskan disini adalah sifat wajib bagi Allah, sifat mustahil bagi-Nya, sifat yang wajib dan mustahil bagi Rasul, rukun iman, dan seterusnya. Ditulis dalam dua lembar halaman.

Setelah itu baru pembahasan fikih. Seperti thaharah, istinjak, shalat, puasa, haji dan umrah, bab mu’amalah seperti jual beli, ‘ariyah, wadi’ah, riba dan lain-lain. Termasuk juga bab munakahat (hukum nikah) seperti nikah, talak, khulu’, pasakh, li’an dan seterusnya. Dan terakhir adalah pasal fi Ahkam Ummahat al Aulad.

Pembahasan selanjutnya dalam kitab ini adalah tasawuf. Dimulai bab taubat dan ditutup dengan penjelasan tentang dzikir.

Kitab ini diakhiri dengan khatimah atau penutup. Pada bagian ini Tuan Tabal menyebut referensi yang dipakai untuk menulis kitab Minhat al Qarib. Yang disebut dalam tulisan beliau adalah kitab Ihya’ ‘Ulumuddin, Minhaj al ‘Abidin, Bidayah al Hidayah karya Imam Ghazali, Bahr al Maurud dan Syarah Wasiat Matbuliah karya Syaikh Abdul Wahab al Sya’rani.

Bagikan Artikel ini:

About Ahmad Sada'i

Avatar of Ahmad Sada'i

Check Also

kitab wishah al ifrah

Fikih Nusantara (32): Kitab Wisyah al Ifrah Wa Isbah al Falah Karya Muhammad bin Isma’il Daud al Fathani

Kitab berbahasa Melayu yang ditulis dengan aksara Jawi ini sekali lagi membuktikan semangat ulama-ulama Melayu …

kitab al nadlhah al hasaniyah

Fikih Nusantara (31): Kitab Al Nadhah al Hasaniyah Karya Sayyid Muhsin Ali al Musawa al Falimbani

Semakin kita membuka dan membaca karya-karya ulama Nusantara, semakin kita paham bahwa mereka telah berusaha …