hasyiyah tarmasi
hasyiyah tarmasi

Fikih Nusantara (2): Kitab Hasyiyah al Tarmasi Karya Syaikh Mahfudz Termas

Tidak banyak umat Islam mengetahui bahwa kitab fikih yang disebut-sebut sebagai kitab fikih paling tebal di kalangan madhab Syafi’i bukan berasal dari ulama di Timur Tengah. Justru kitab tertebal di seantero muka bumi ini ditulis oleh ulama nusantara.

Beliau adalah Syaikh Muhammad Mahfudz bin Abdullah bin Abdul Manan bin Dipomenggollo al Tarmasi al Jawi, masyhur dengan Syaikh Mahfudz Termas. Beliau adalah ulama asal nusantara yang menetap di kota suci Makkah hingga akhir hayatnya. Dari beliau banyak karya tentang keilmuan Islam khususnya masalah hukum atau fikih.

Salah satu kitab yang terkenal sangat tebal tersebut adalah kitab yang punya dua nama, yaitu Mauhibah Dzi al Fadhal Hasyiyah ‘ala Syarhi Ibnu Hajar ‘ala Muqaddimah Ba Fadhal, dan nama kedua adalah al Manhal al Amim bi Hasyiah al Manhaj al Qawwim.

Kitab ini dicetak pertama kali pada tahun 1326 H semasa pengarang masih hidup dan atas izinnya oleh percetakan Amirah Syarqiyyah Mesir. Cetakan pertama ini sebanyak empat jilid. Pada tahun 2011 diterbitkan oleh Dar al Minhaj, Jeddah sebanyak tujuh jilid. Masing-masing jilid kisaran 600-800 halaman.

Dari nama lengkapnya, kita bisa paham kalau kitab ini jenis kitab syarah atas syarah. Sebagaimana kita tahu dalam istilah penulisan kitab-kitab fikih klasik ada istilah matan, syarah, hasyiah dan taqrir.

Matan adalah kitab yang ditulis singkat dan ringkas (mukhtashar). Sedangkan Syarah merupakan kitab yang ditulis untuk menjelaskan kitab matan. Hasyiah adalah kitab yang menjelaskan kitab syarah. Dan, taqrir adalah kitab yang menjelaskan hasyiah.

Dalam hal ini, Hasyiyah al Tarmasi merupakan kitab penjelas atau komentar atas kitab al Manhaj al Qawwim karya Ibnu Hajar al Haitami. Kitab Manhaj al Qawwim adalah syarah kitab al Muqaddimah al Hadhramiyyah fi Fiqh al Sadah al Syafi’iyah, lebih dikenal dengan kitab Masail al Ta’lim karya Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Ba Fadhal al Hadhrami. Nah, kitab Masail al Ta’lim inilah yang disebut kitab matan.

Baca Juga:  Fikih Nusantara (31): Kitab Al Nadhah al Hasaniyah Karya Sayyid Muhsin Ali al Musawa al Falimbani

Wajar kalau kitab Hasyiah al Tarmasi ini sangat tebal karena merupakan kitab komentar atas komentar. Dan, sebagaimana ditulis dalam muqaddimahnya, kitab ini berisi penjelasan yang sangat luas, menyeluruh, dan syamil. Semua penjelasannya ditulis panjang lebar.

Yang istimewa dari kitab ini adalah saat mengulas isu-isu fikih dijelaskan dengan sangat detail, lengkap dengan illat (alasan) hukumnya. Juga mengemukakan pendapat mu’tamad atau pendapat resmi madzhab Syafi’i. Dan mengungkapkan pendapat yang paling rajih (unggul) jika terjadi khilaf (beda pendapat) dikalangan ulama madhab Syafi’i.

Keistimewaan lain dari kitab ini ia menghimpun seluruh permasalahan hukum yang banyak bertebaran di kitab-kitab fikih madhab Syafi’i. Sehingga kitab ini menjadi menu fikih madzhab Syafi’i yang begitu lengkap dan sempurna.

Tidak hanya itu, Syaikh Mahfudz Termas juga kerap menyertakan dalil al Qur’an dan hadis. Hadis tidak hanya disajikan secara apa adanya, namun sampai pada tingkat takhrij. Karya luar biasa ini sangat cocok bagi para pembaca yang tidak hanya ingin mengetahui sekedar penjelasan hukum tetapi juga sumber dalil primernya.  

Bagikan Artikel ini:

About Ahmad Sada'i

Avatar of Ahmad Sada'i

Check Also

khutbah jumat singkat

Khutbah Jumat Singkat Tanda Khatib Paham Agama

Kebiasaan membaca khutbah Jum’at dengan durasi waktu yang lama banyak dijumpai di masjid-masjid, terutama di …

idhah al bab

Fikih Nusantara (30): Kitab Idhah Al Bab Karya Syaikh Daud bin Abdullah al Fathani

Pattani, Thailand Selatan sekarang, tidak hanya tanahnya yang subur, negeri yang berbatasan dengan Malaysia ini …