siratal mustaqim
siratal mustaqim

Fikih Nusantara (14) : Kitab Shirath al Mustaqim Syeikh Nuruddin al-Raniri

Kitab ini disebut-sebut sebagai kitab terbesar dan terlengkap dalam bab ibadah di antara jejeran kitab fikih Nusantara yang pernah ada dan juga kitab pertama yang ditulis dengan bahasa Melayu beraksara Arab Pegon. Ditulis oleh Nuruddin al Raniri dari Aceh. Karena background penulis yang kental dengan dialek Melayu Aceh kitab inipun memakai bahasa Melayu dialek Aceh.

Nama lengkapnya, seperti tertulis dalam sampul kitab adalah Nuruddin Muhammad Jailani bin Ali bin Hasanji bin Muhammad Hamid al Raniri. Ditilik dari nama dan nisbat beliau memang bukan putra asli Aceh. Tapi keturunan India yang lahir dan wafat di India.

Kitab ini murni membahas seputar ibadah. Ada lima bahasan pokok utama, yaitu thaharah (bersuci), shalat, zakat, shaum (puasa) dan haji. Kitab yang beraliran madzhab Syafi’i ini untuk cetakan pertama yang diterbitkan oleh percetakan Musthafa al Babi al Halabi Mesir tahun 1356 H/ 1937 M tebalnya 347 halaman.

Sebagaimana ditulis oleh pengarang, kitab ini dihadirkan sebagai upaya membantu kalangan awam yang tidak menguasai bahasa Arab untuk memahami hukum-hukum Islam. Dan memang benar, kitab ini kemudian menjadi rujukan rakyat Aceh dan menjadi dasar-dasar hukum Mufti kerajaan Aceh dalam memutuskan suatu persoalan. Al Raniri sendiri adalah mufti kerajaan Aceh.

Dalam penulisannya, Nuruddin al Raniri mengacu kepada kitab Minhaj al Thalibin wa ‘Umdatu al Muftiin karya Imam Nawawi, Manhaj al Thullab dan syarahnya yaitu Fathu al Wahhab karya Syaikh Zakaria al Anshari, Hidayatu al Muhtaj Syarah Mukhtashar Ibni Hajj karya Ibnu Hajar al Haitami, kitab al Anwar li A’mal al Abrar karya Jamaluddin bin Yusuf al Ardabili dan Kitab ‘Umdatu al Salik wa ‘Uddah al Nasik karya Shihabuddin Abu Abbas Ahmad bin Lu’lu’ bin Abdullah Ibnu al Naqib al Rumi . Referensi-referensi tersebut sebagaimana cantum dalam pengantar penulis.

Baca Juga:  Menunggu Oleh-Oleh Pak Haji dari Tanah Suci

Secara terperinci, kitab ini meliputi kitab (bahasan) al Thaharah yang berisi 4 bab dan 19 pasal, kitab al Shalat terdiri dari 10 bab dan 38 pasal, kitab al Zakat yang memuat 3 bab dan 10 pasal, kitab al Shaum terdiri dari 1 bab dan 7 pasal, dan kitab al Hajj terdiri dari dua bab dan 14 pasal.

Apabila selesai membaca kitab ini seluruhnya, akan segera tau bahwa Nuruddin al Raniri disamping ahli fiqih juga mahir ilmu ushul fiqih. Hal ini terlihat dari struktur penulisannya yang merujuk pada al Qur’an dan hadits ketika membahas suatu hukum. Sebutan yang pantas untuk beliau adalah Faqih wa Ushuli. Perpaduan dua disiplin ilmu yang jarang dikuasai secara sempurna.

Lebih tampak kealimannya dalam bidang ushul fiqih ketika argumen-argumen hukum disampaikan menggunakan metode qiyas (analogi) dan kaidah-kaidah fikih. Sehingga kitab ini tak ubahnya seperti kitab-kitab kalsik karya ulama-ulama madhab Syafi’i yang ditulis dengan menggunakan bahasa Arab murni.

Wajar kalau kemudian kitab ini menjadi primadona umat Islam Melayu sejak kehadirannya. Sampai saat inipun kitab ini masih dipakai dan dijadikan rujukan terutama muslim Melayu. ‘Ala kulli hal, kitab ini benar-benar fenomenal.

Bagikan Artikel ini:

About Ahmad Sada'i

Avatar of Ahmad Sada'i

Check Also

sullam al munajah

Fikih Nusantara (29): Kitab Sullam al Munajah Karya Sywikh Nawawi al Bantani

Pada bagian terdahulu telah dimuat satu karya Imam Nawawi al Bantani yang memiliki nama lengkap …

tafsir 10 dzulhijjah

Tafsir Surat Al Fajr Ayat 1-2 : Kemuliaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Seperti bulan Hijriah yang lain, bulan Dzulhijjah memiliki keutamaan sendiri. Satu keistimewaan bulan kedua belas …