shalat tarawih
puasa milenial

Fikih Puasa untuk Milenial (2) : Semangat Puasa Jangan Lupa Niat, Fatal Akibatnya

Pastinya sudah tidak sabar ingin berpuasa, ya kan? Menunggu setahun akhirnya kita dipertemukan lagi dengan bulan suci ini. Persiapkan fisik, terutama persiapan hati yang baik. Nah, salah satu mempersiapkan hati adalah persoalan niat. Jangan lupa selalu niat puasa. Emang penting?

Sederhananya begini. Ketika seseorang seharian tidak makan dan tidak minum karena lagi stress atau tidak punya uang, berarti dia seperti orang berpuasa. Tapi apakah tidak makan dan tidak minum cukup dikatakan puasa? Tidak! Niat berperan penting membedakan antara pekerjaan biasa dengan ibadah. Paham? Kita lanjutkan.

Niat itu ruh setiap ibadah dan menjadi rukun yang wajib dipenuhi dalam setiap ibadah, termasuk puasa. Niat diartikan sebagai ketetapan hati untuk melakukan ibadah hanya demi Allah. Selain rukun ibadah, niat menjadi komitmen agar ibadah kita bukan untuk yang lain, hanya demi Allah. Bukan untuk pamer ke pacar, bukan pamer ke mertua, bukan pamer ke pimpinan, tetapi hanya untuk Allah. Itulah niat!

Nabi bersabda, “Sesungguhnya setiap amal itu bergantung kepada niatnya”. (HR. Bukhari dan Muslim). Jadi, tanpa niat perbuatanmu sia-sia. Termasuk puasamu, tanpa niat ia hanya seperti tidak makan dan minum saja. Beginilah niatnya :

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍعَنْ أَدَاءِفَرْضِ شَهْرِ رَمَضَان هذِهِ السَّنَة للهِ تَعَالى

Artinya : “Saya niat berpuasa esok hari untuk melaksanakan fardu di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah”.

Tapi jangan salah ya. Niat itu ditegaskan dalam hati bukan dilisan. Ucapan di atas hanya membantu untuk penegasan niat dalam hati. Niat pun tidak harus berbahasa Arab. Niat adalah perkataan hati yang bisa dihapami.

Lalu kapan harus niat? Harus setiap hari niat? Atau cukup sekali untuk seluruh puasa Ramadan?

Baca Juga:  Ratu Elizabeth II Meninggal, Bolehkah Mendoakan dan Menghormati Jenazah Non Muslim?

Tentang wajib niat, jumhur ulama sepakat itu wajib. Namun, kapan waktunya itu berbeda pendapat. Namun, ulama 4 madzhab sepakat niat harus dibatinkan pada malam hari, artinya sejak matahari terbenam hingga fajar pagi. Jika dilakukan di luar itu, niatnya tidak sah dan konsekuensinya puasanya pun tidak sah. Hati-hati! Jangan main-main dengan niat.

Niat puasa dilakukan setiap malam menurut Imam Syafii dan Hanbali. Alasannya, setiap hari di bulan Ramadan itu puasa berdiri sendiri tidak keseluruhan. Ada kalanya kita udzur di hari tertentu, khususnya bagi perempuan. Jadi niat dilakukan setiap malam sebelum subuh.

Tapi, bagi Imam Malik, niat Ramadan cukup sekali di malam pertama Ramadan. Alasannya, karena puasa Ramadan itu dipandang keseluruhan tidak berhenti hingga lebaran. Logis juga ya! Jadi satu ibadah, satu niat.

Apapun perbedaan ulama terkait waktu niat itu adalah rahmat bagi kita. Tidak usah diributkan, karena yang penting bahwa niat itu wajib dan tidak boleh ditinggalkan. Jika kalian lupa niat dalam sehari, supaya tetap sah lakukan niat selama sebulan seperti Imam Malik. Beginilah Niatnya :

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ كُلِّه هذِهِ السَّنَةَ للهِ تَعَالى

Saya niat berpuasa satu bulan Ramadhan penuh, di tahun ini karena Allah”.

Jadi, hati-hati ya dengan niat. Bukan hanya akibat fatal puasa tidak sah. Ibadah butuh niat untuk membedakan dengan pekerjaan lainnya. Karena ibadah untuk Allah membutuhkan ketulusan hati hanya untuk Nya. Apalagi puasa, yang dalam hadist Qudsi sebagai ibadah untuk  Allah dan Allah yang  akan membalasnya Jagalah ibadah puasa kita dengan niat yang tulus hanya untuk Allah. 

Bagikan Artikel ini:

About Sefti Lutfiana

Mahasiswa universitas negeri jember Fak. Hukum

Check Also

siswa aniaya guru

Akhlak Siswa yang Hilang kepada Gurunya

Guru memiliki peran penting dalam kehidupan seseorang. Jasanya telah menghantar beberapa orang meraih mimpi dan …

ridha orang tua

5 Kunci dalam Al-Qur’an untuk Mendapatkan Ridha Orang Tua

Setiap orang tua mengidamkan untuk memiliki anak yang berbakti. Begitu pula seorang anak juga mempunyai …