keluarga gus baha angkat bicara soal bursa ketum pbnu selasa arif syaefudindetikcom
keluarga gus baha angkat bicara soal bursa ketum pbnu selasa arif syaefudindetikcom

Gus Baha Masuk Bursa Calon Ketum PBNU Melalui Survey, Ini Tangapan Keluarga Keluarga

Rembang – Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) yang akan berlangsung pada bulan Desember 2021 banyak calon yang bermunculan dari masyarakat, setidaknya hasil survey lembaga Institute for Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic) mendapatkan nama salah satu kiai muda NU yang sekarang menjadi rujukan yaitu KH Bahauddin Nursalim atau yang biasa disapa Gus Baha.

Nama Gus Baha, tidak muncul begitu saja dalam bursa pencalonan Ketua Umum PBNU namun melihat kiprahnya dalam dunia dakwah dan pengaruhnya di kalangan pesantren khususnya kaum Nahdliyin membuat namanya patut untuk dipertimbangkan untuk memimpin NU kedepan.

Namun demikian, seperti biasa, Gus Baha sama sekali tidak punya ambisi untuk menjadi Ketua Umum PBNU, beliau justeru fokus untuk mengurusi pesantrennya di Narukan. Seperti yang diungkapkan oleh adik beliau Gus Umam.

“Menanggapi dinamika masuknya nama KH Bahauddin Nursalim dalam bursa pencalonan ketua umum PBNU. Beliau sama sekali tidak terbesit sedikit pun untuk mengikuti bursa pencalonan ketua umum PBNU,” kata Gus Umam ditemui di rumahnya, seperti dikutip dari laman detik.com Selasa (12/10/2021).

Menurutnya, saat ini Gus Baha sedang fokus mengurus Pondok Pesantren asuhannya. Yakni Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an di Desa Narukan Kecamatan Kragan, Rembang.

“Karena saat ini beliau memilih fokus dalam mengurus pondok pesantren. Tidak ada pertimbangan khusus, hanya ingin fokus ngurus pesantren saja,” terangnya.

Meski demikian, lanjut Gus Umam, akan tetap mengkhidmahkan diri di Nahdlatul Ulama (NU).

“Beliau tetap akan khidmah di NU,” lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, Institute for Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic) merilis survei calon Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Pada posisi pertama muncul nama Ketua PWNU Jawa Timur, Marzuki Mustamar, sementara petahana Said Aqil pada posisi ketiga.

Baca Juga:  Corona Mengganas, PBNU: Jangan Panik, Tetap Waspada

Survei ini dilakukan pada 23 Maret-5 April 2021. Basis sampel adalah 1.200 responden, dengan margin of error 3% dan tingkat kepercayaan 95%. Sebanyak 30,2% total responden berasal dari segmen masyarakat yang merasa memiliki kedekatan dengan NU.

Berikut ini hasil survei itu:

1. KH Marzuki Mustamar (Ketua PWNU Jawa Timur) 24,7%
2. KH Hasan Mutawakkil Alallah 22,2%
3. KH Said Aqil Siroj 14,8%
4. KH Bahaudin Nursalim atau Gus Baha 12,4%
5. KH Yahya Cholil Staquf 3,7%
6. KH Marsyudi Syuhud 1,2%
7. KH Ahmad Fahrur Rozi Burhan 1,2%
8. KH Ali Maschan Moesa 1,2%
9. Tidak Tahu/ Tidak Jawab 18,5%

Direktur Eksekutif Indostrategic Khoirul Umam mengatakan temuan survei itu memang memiliki sejumlah catatan. Dari hasil crossed-tabulasi asal responden, kata Umam, angka-angka dukungan warga nahdliyin terhadap nama-nama tokoh dalam survei ini dipengaruhi oleh lebih terbukanya dukungan warga nahdliyin dari basis wilayah Jawa Timur.

“Sehingga menempatkan dua nama Kiai Senior asal Jawa Timur di dua posisi awal, yakni KH Marzuki Mustamar dan KH Hasan Mutawakil Alallah,” kata Umam dalam keterangan tertulis, Kamis (7/10).

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

pwnu dki jakarta menyalurkan keasiswa kepada santri

Peringati Hari Santri, PWNU DKI Jakarta Salurkan Beasiswa 200 Santri

JAKARTA  – Akar historis Hari Santri adalah tercetusnya Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh KH Hasyim …

Pondok pesantren

Pesantren Berperan Besar Sebarkan Ajaran Islam ke Seantero Nusantara

Jakarta – Pesantren berperan besar dalam memperkuat pendidikan Islam dan generasi bangsa. Melalui pesantren juga, …