penyakit hati
penyakit hati

Hati-hati Menjaga Hati

Seringkali kita mendengar ucapan seorang saudara dan kerabat yang memberikan pesan yang berulang-ulang. “hati-hati di jalan”. Istilah sudah kerapkali didengar bahkan terkadang kita menganggapnya sebagai ucapan basa-basi. Bahkan mungkin terdengar tidak bermakna apapun selain pengingat dan kepedulian.

Hati-hati memiliki makna kewaspadaan dan sikap berjaga dalam kondisi apapun. Pertanyaannya menjadi cukup menarik, kenapa dalam bahasa kita tingkat kewaspadaan dan kesiapan itu digunakan dengan istilah hati? Seolah yang menjaga dan menjamin kewaspadaan itu adalah hati.

Tidak ingin berpanjang lebar tentang akar kata “hati-hati”, tetapi saya ingin berangkat dari sebuah hadist. Nabi bersabda : “Sesunguhnya dalam jasad manusia terdapat segumpal darah. Jika rusak, maka rusaklah semua jasad manusia. Dan jika beres, beres pulalah semua jasad manusia. Ingatlah bahwa ia adalah hati” (HR Bukhari-Muslim).

Hati adalah segumpal darah yang menjadi inti jasad fisik manusia. Ketika hati rusak, maka rusaklah seluruh jasad manusia. Sebaliknya hati yang sehat dan bersih akan mendorong kesehatan fisik dan badan. Hati adalah kunci utama kehidupan manusia. Karena itulah, hati harus dijaga dengan hati-hati. Dan kita harus berhati-hati dalam menjaga hati.

Islam sangat memerdulikan kesehatan hati. dalam al-Quran juga telah digambarkan berbagai macam hati. Al-Quran dalam beberapa ayat menyebutkan hati yang tentram, hati yang bersih, hati yang keras hingga hati yang penuh dengan penyakit.  

Seorang ulama tersohor Imam Ghazali juga mempunyai konsen yang sangat serius terhadap hati. Dalam karya monumentalnya ihya ulumuddin pembahasan hati menjadi salah satu tema penting dalam pembentukan perilaku manusia. Beliau lalu membeberkan beberapa penyakit hati yang mudah mengidap manusia.

Keenam penyakit hati yang sangat berbahaya dan patut diwaspadai adalah (1) sombong, (2) ujub, (3) riya’ (4) gibah, (5) iri-dengki, dan (6) marah. Jangan menyepelekan penyakit hati. Bahkan tingkatan penyakit yang pertama yakni sombong adalah penyakit yang tidak hanya mengganggu hubungan sosial, tetapi juga gangguan spiritual. Rasulullah bersabda :  “Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim).

Baca Juga:  Menghidupkan Malam Hari dengan Tahajud [1]: 5 Tingkatan Orang yang Bangun Malam

Ingatlah apa penyakit terbesar Iblis sehingga dia menyebabkan dosa besar yang harus dilaknat oleh Allah. Ya, penyakit sombong yang merasa diri paling suci dan bersih dibandingkan yang lain. Penyakit hati merupakan penyakit yang bisa menggerogoti amal kebaikan dan bisa membuat penyakit fisik dan sosial.

Lalu, bagaimana menyembuhkan penyakit hati? Penyakit hati adalah penghalang seseorang untuk selalu berinteraksi dan berkomunikasi dengan Tuhan. Penyakit hati yang menjauhkan diri manusia dengan Tuhannya. Karena itulah, cara menyembuhkan hati adalah selalu ingat dan menyebut namaNya. Allah berfirman  “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS ar-Ra’d: 28).

Secara praktis, misalnya cara menyembuhkan hati telah dilukiskan dengan indah melalui syari lokal yang diperas dari ajaran Islam yang digubah oleh penyiar Islam di nusantara, wali Songo. Tombo ati adalah salah satu tembang yang sarat makna. Ada lima langkah sebagai riyadhah untuk menyembuhkan hati menurut syair tersebut : (1) membaca Al Qur’an; (2) shalat malam; (3) bergaul dengan orang-orang shalih; (4) berpuasa; dan (5) dzikir malam.

Lima riyadhah di atas merupakan obat yang penting dipraktekkan oleh umat Islam untuk menyembuhkan penyakit hati kita. Sudah sepantasnya umat Islam berhati-hati dalam menjaga hati. Sekali lagi, hati adalah inti manusia. Ketika hati bersih dan sehat, fisik, lisan, dan tindakan manusia akan senantiasa memberikan ketentraman.

Bagikan Artikel ini:

About Indah Fauziah

Avatar of Indah Fauziah

Check Also

penyebab malas beribadah

Beribadah untuk Mengingat Jati Diri Manusia, Kenali 4 Penyebab Manusia Malas Beribadah

Manusia diciptakan oleh Allah bukan untuk sekedar main-main, bersenda gurau atau kegiatan yang lainnya yang …

shalat taubat

Rasulullah Saja Mengucapkan Kata Taubat Setiap Hari, Begini Cara Shalat Taubat

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222) …