gus samsudin
gus samsudin

Heboh Gus Samsuddin, PBNU Minta Masyarakat Jangan Anggap Dukun Seperti Kiai

Jakarta – Nama Gus Samsuddin tiba-tiba menjadi viral setelah berseteru dengan pesulap merah, Gus Samsuddin dikenal melalui kanal Youtube yang memperlihatkan kemampuanya dalam ilmu pengobatan, menghilangkan sihir, santet bahkan mengusir jin jahat. Gus Samsuddin menjadi tambah viral setelah digeruduk oleh masyarakat sekitar tempat tinggalnya.

Masyarakat banyak yang mengira Gus Samsuddin adalah seorang kiai dikarenakan pakaian yang dikenakan, oleh karena itulah Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan KH Ahmad Fahrur Rozi meminta masyarakat dan umat Islam lebih jeli dan selektif sehingga bisa membedakan dukun dan kiai.
Pernyataan itu disampaikan Gus Fahrur merespons fenomena sosok Gus Samsudin dari Blitar Jawa Timur yang kerap mendokumentasikan aksi sulapnya melalui kanal YouTube.

Menurut Fahrur dukun berbeda dengan kiai. Dukun memakai trik, sedangkan kiai memiliki karomah atau kemuliaan.

“Kita harus selektif. Kita kan kadang dukun di kiai-kan, itu salah. Jangan kiai-kan dukun. Masyarakat mesti ditekankan bahwa kalau karomah itu tidak diobral. Karomah itu diberikan kepada wali, kekasih Allah, tidak untuk jualan, tidak untuk komersil atau konten. [Kalau dukun] itu tipuan, sihir, atau sulap,” kata Gus Fahrur di laman resmi NU, dan dikutip dari laman cnnindonesia.com Selasa (2/7).

Gus Fahrur mengatakan kemuliaan seseorang bisa dilihat dan dibuktikan bukan dari keanehan yang dilakukan. Melainkan dari ilmu dan amal.

Ia menilai para kiai yang memiliki kemuliaan adalah mereka yang mengikuti sunah dan syariat.

“Nabi tidak mengajari yang aneh-aneh. Mengajari salat dan kebaikan. Tapi ukurannya Nabi. Kalau (perilaku) mereka tidak cocok dengan Nabi atau walaupun bisa terbang, tetap itu bukan wali,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Annur Bululawang, Malang, Jawa Timur itu.

Gus Fahrur menegaskan karomah tidak mungkin keluar dari tangan sembarang orang. Sebagaimana halnya mukjizat yang diberikan kepada Nabi Muhammad.

Baca Juga:  137 Ribu Orang Tanda Tangani Petisi Tolak Jenazah Muslim Korban Corona Dikremasi

Mukjizat yang dimiliki nabi, kata dia, tidak pernah diobral. Nabi Muhammad membuktikan mukjizat sebagai karunia dari Allah pada waktu tertentu saja.

“Itu pun sifatnya hanya untuk menguatkan kenabian. Sementara wali juga begitu, ada karomah. Syekh Abdul Qodir Al Jailani pernah mengingatkan jangan kamu heran kalau ada orang bisa jalan di atas air atau terbang di angkasa, sebab burung bisa terbang dan ikan malah jalan di dalam air,” terang Gus Fahrur.

Dengan penjelasannya, Gus Fahrur berharap masyarakat bisa lebih menyadari fenomena keanehan di luar nalar yang kerap terjadi. Melihatnya secara kritis agar tidak melulu tertipu dengan aksi sulapan-sulapan.

Nama Gus Samsudin mendadak viral lantaran warga sekitar meminta untuk menutup Padepokan Nur Dzat Sejati miliknya yang terletak di Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Warga menilai tempat itu diduga melakukan penipuan bermodus pengobatan atau rukiyah.

Samsudin menolak desakan warga untuk menuntut padepokan setelah disebut melakukan praktik penipuan. Samsudin mengaku tetap akan membuka padepokan karena dirinya tidak bersalah dan tidak merugikan pihak manapun. Selain itu, dia mengklaim padepokan miliknya telah memiliki izin tempat dan praktik.

Samsudin juga pernah terlibat cekcok dengan salah seorang Youtuber ‘Pesulap Merah’ atau Marcel Radhival. Dalam video yang diunggah oleh akun Youtube Marcel Radhival, terlihat bahwa ia beberapa kali berseteru dengan Samsudin. Beberapa videonya kerap mematahkan aksi gaib dari sang ahli spiritual.

 

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

kisah nabi adam

Begini Kisah Wafatnya Nabi Adam dan Permintaan Terakhirnya

Jakarta – Nabi Adam AS merupakan manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT. Nabi Adam …

Paham radikalisme pernah menyaru dengan pariwisata pantai di Garut selatan Salah satunya di Desa Mekarwangi Cibalong Yuk lihat keseharian warga Cibalong Pradita Utamadetikcom

Thogutkan Pancasila, Masuk Surga Cukup Bayar Rp 25 Ribu

Garut – Penyebaran paham radikal sudah seperti virus Covid- 19, menyebar dan menyusup ke berbagai …