8 Pesan Rasullullah Kepada Mereka yang Suka Nyinyir dan Asal Bicara

Dewasa ini banyak sekali orang yang tidak menyadari betapa bahaya lidah karena perkataan yang tidak benar dan asal bicara. Padahal tanpa kita sadari hampir kerusakan dan kemudharatan umat manusia karena gagalnya kita menjaga lisan. Percekcokan, perselisihan, konflik hingga kekerasan berawal dari ketidakmampuan manusia dalam menjaga perkatannya.

Di era digital seperti saat ini, perkataan yang diwakili oleh tulisan telah menambah daya ledak bahaya lisan. Sedikit saja orang berkomentar dan menuliskan sesuatu, jejak digital tidak akan pernah hilang dan bahaya itu menyebar dan melekat. Karena itulah, bijaklah dalam berkata.

Lidah itu sangat berbahaya, apabila manusia tidak mengontrol akan menjadi bencana. Seorang ulama bahkan mengibaratkan : lidah seperti binatang buas, jika kamu tidak mengikatnya ia akan menerkammu. Imam Syafii pernah berpesan kepada sahabatnya Rabi: Wahai Rabi, jangan kau berbicara sesuatu yang tdak bermanfaat sebabai apabila kau sudah mulai bicara dengan suatu kalimat, kalimat itu yang menguasasimu bukan lagi kamu yang menguasainya.

Islam melalui Rasullah telah mengajarkan etika dan teladan untuk selalu menjaga lisan. Berikut pesan Nabi kepada umat manusia untuk selalu berhati-hati dalam menjaga perkataan.

1.  Banyak Bicara selain Dzikir Bisa Mengeraskan Hati

 Nabi bersabda:

 jangan banyak berbicara selain dizkir kepada Allah sebab banyak bicara selain dzikir akan mengeraskan hati. Sesungguhnya orang jauh dari Allah ialah orang yang keras hati.” (HR Tirmidiz)

2.  Perkataan dapat menghantarkan ke Penjara

Nabi telah mengingatkan tentang bahaya lisan sejak dulu. Bahkan lisan seringkali menjadi penghantar seseorang untuk masuk penjara.

Dari Abdullah bin Mas’ud Nabi bersabda :

Tidak ada sesuatu yang lebih berhak untuk masuk penjara selain dari lidah”.

3.  Asal Bicara bisa tergelincir ke Neraka

Bukan sekedar bahaya dan keburukan di dunia, orang yang selalu berkata keburukan, nyinyir dan asal bicara merupakan pintu neraka.

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa ia pernah mendengar Nabi saw bersabda:

Sesungguhnya seorang hamba (Allah) yang asal bicara tanpa dipikirkan baik buruknya, da[at tergelincir ke jurang neraka yang dalamnya lebih dari jarak antara masyrik dan magrib.” (HR Bukhari dan Muslim).

4.  Berbicaralah yang baik atau diam

Lalu, bagaimana kita menghindari perkataan buruk? Dari Abu Hurairah Nabi bersabda:

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, hendaklah (bila berkata) berkata yang baik atau diam saja.” (HR Bukhari dan Muslim).

Hadis Sahih ini memberikan pelajaran kepada umat Islam untuk selalu berbicara yang baik dan bermanfaat. Apabila kita tidak bisa melakukan kebaikan itu sebaiknya kita bisa menahan diri dengan diam. Dalam hadis lain Nabi bersabda: Barang siapa diam akan selamat. Tentu saja makna diam di sini adalah diambil untuk meninggalkan hal yang tidak bermanfaat. Nabi Bersabda : sebagian dari kebaikan keislaman seseorang antara lain meninggalkan apa saja yang tidak bermafaat. (HR Tarmidzi dan Ibnu Majah).

Baca juga : Bahaya Menggunjing dan Adu Domba

5.  Muslim yang paling Utama Menjaga lisan

Orang yang selalu menjaga lisan merupakan jalan kesalahan dan sekaligus keutamaan seorang muslim.

Dari Abu Musa al-Asy’ari ia berkata:

Aku bertanya kepada Rasulllah saw: Wahai Rasulullah, siapa di antara kaum muslimin yang paling afdhal? Nabi bersabda: orang yang dapat memelihara tangan dan lidahnya.” (HR Bukhari dan Muslim).

6.  Allah Mengangkat Derajat

Janji Allah sebagaimana dikatakan oleh Nabi terhadap orang yang berbicara baik dengan kalimat yang mendapat ridha dari Allah :

Sesusungguhnya seorang hamba yang berbicara dengan kalimat yang mendapat ridha dari Allah, (walaupun) tidak dianggapnya berarti apa yang dibicarakannya itu, Allah akan mengangkat beberapa derajat karena ucapannya itu.” (HR Bukhari ).

7.  Jaga Ucapan hanya untuk Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan Dzikir

Pertanyaan, berikutnya perkataan seperti apa yang diridhoi Allah dan akan menyebabkan terangkatnya derajat? Dari Ummu Habibah ra Nabi berkata:

Setiap ucapan anak adam itu berakibat buruk dan tidak membawa faedah kecuali amar ma’ruf, nahi munkar dan dzikir kepada Allah.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).

8.  Menjaga Lisan jalan keselamatan dan jalan ke surga

Lalu, ketika orang sudah memelihara perkatannya, bukan hanya keselamatan yang didapatkan tetapi nikmat surga. Menjaga lisan merupakan jalan menuju surga. Bahkan dengan tegas Nabi menjamin surge bagi orang yang senantiasa menjaga lisan.

Dari Uqbah bin Amir ra berkata :

Aku bertanya kepada Rasulullah saw : wahai rasul apakag keselamatan itu? Nabi bersabda : Peliharalah lidahmu , hendaklah rumahmu membuatmu menjadi lapang (damai) dan tangisilah kesalahanmu.” (HR Tirmidzi).

Nabi bersabda dalam sebuah hadist dari Sahl bin Sa’ad r.a:

“Barangsiapa dapat memelihara sesuatu yang ada antara dua tulang rahangnya (yakni mulut) dan sesuatu yang ada antara dua kakinya (yakni kehormatannya), maka baginya saya jamin masuk surga.” (HR Bukhari).

Comment

LEAVE A COMMENT