Sifat Ujub

Hati-hati! Ujub adalah Penyakit Hati yang Tanpa Disadari

Sesungguhnya yang merusak pahala ibadah bukan sekedar kita meninggalkan syarat dan rukunnya, tetapi yang sangat perlu dihindari penyakit hati dalam diri. Salah satu yang sangat mematikan amal baik kita adalah sikap riya’.

 

Orang terlihat rajin ibadah hanya karena ingin dilihat dan dipuji oleh orang lain. itulah sifat riya’ yang dapat menghapus pahala ibadah seseorang. Selain riya’ ternyata ada satu lagi penyakit yang tanpa disadari bisa menggerogoti keikhlasan amal. Itulah sifat ujub.

 

Berbeda dengan riya’, ujub adalah suatu perasaan yang mengagumi diri sendiri dengan kehebatan dan rajinnnya amal ibadah yang dilakukan. Mungkin saja kita sudah mengantisipasi tidak riya’, namun bisa jadi kita mudah terserang rasa ujub.

 

Seseorang sering membaca qur’an di tengah malam tanpa sepengatahuan orang lain. Ia pun tidak pernah menceritakan amal ibadah ini kepada orang lain karena takut jatuh dalam sifat riya’. Namun, ternyata dalam hatinya tumbuh perasaan kagum, takjub dan bangga dengan dirinya sendiri.


Baca juga : Syukur Berbuah Kesombongan 

 

Perasaan takjub dan terpesona terhadap diri sendiri dengan amal ibadah yang dilakukan sudah masuk dalam perangkap ujub. Sekalipun ia tidak riya’, tetapi sejatinya ia telah jatuh dalam sifat lain bernama ujub.

 

Kenapa perasaan ujub sangat dilarang dalam Islam. Sifat ujub pada dasarnya memang tidak merugikan orang lain. Ia hanya merasa bangga dengan apa yang dimiliki baik ibadah, ilmu, harta dan ketampanan fisik. Namun, ujub pada sisi lain dapat menimbulkan perasan merendahkan orang lain.

 

Pada akhirnya, sifat ujub mampu menimbulkan kesombongan diri dengan menafikan anugerah dari Allah. Seseorang merasa apa yang didapatkan adalah bagian dari usahanya bukan dari Allah.

 

Karena itulah, Nabi Muhammad SAW Bersabda :"Apabila seseorang sedang berjalan dengan memakai baju yang bagus dan rambut yang disisir rapi menyebabkan dia merasa kagum dengan pakaian dan dandanan rambutnya, Allah tenggelamkan dia ke dalam bumi dan dia terus ditenggelamkan sampai hari kiamat (HR Bukhari & Muslim).

 

Rasa kagum terhadap diri sendiri merupakan salah satu penyakit yang dapat merusak pahala ibadah. Imam Nawawi dalam Syarah Arbain mengatakan "Ketahuilah bahwa keikhlasan niat terkadang dihalangi oleh penyakit ujub. Barang siapa ujub dengan amalnya sendiri, akan terhapus amalnya. Di sinilah kenapa ulama salaf selalu menjadikan niat sebagai bagian inti ibadah. Niat tidak hanya membimbing ibadah seseorang tetapi menjaga hati agar selalu mengarahkan amal ibadah hanya untuk Allah.

 

Lalu, bagaimana seseorang untuk menghindari sifat ujub ini? Pertama, tentu saja adalah niat. Pentingnya niat untuk memulai segala sesuatu menjadi panduan. Niat akan menentukan dan menjaga keikhlasan ibadah seseorang.

Kedua, selalu bersyukur. Syukur bukan sekedar mengucapkan kata, tetapi penegasan diri atas anugerah Allah kepada dirinya. Dengan bersyukur seseorang menyadari apa yang dimiliki dan didapatkan adalah semata dari Allah.

 

Ketiga, selalu berdzikir. Berdzikir adalah cara menghindari segala sesuatu selain Allah. Dizkir juga bermanfaat untuk membersihkan hati dari berbagai penyakit seperti riya’, ujub, iri dan dengki.

 

Semoga Allah menghilangkan penyakit riya’ dan ujub dalam diri dan hati kita. Amin

 

Comment

LEAVE A COMMENT