Inilah 7 Golongan yang Dijamin Keselamatanya di Hari Kiamat

Inilah 7 Golongan yang Dijamin Keselamatanya di Hari Kiamat

Kehidupan dunia serta wujud pernak-pernik hiasannya di dalamnya adalah sesuatu yang fana. Jabatan, harta, keluarga, dan kebahagian duniawi merupakan amanat yang harus dikelola dengan baik untuk memberi manfaat bagi diri dan orang lain. Ketiadaan sikap amanah dalam mengelola kesenangan duniawi ini justru akan menjadikannya sebagai bencana bagi diri manusia.

Perubahan zaman seakan menggilas ikatan manusia dengan Tuhannya dan ikatan manusia dengan sesamanya. Manusia semakin jauh dari Tuhannya dengan menyepelekan perintah dan larangannya. Manusia juga semakin tercerai dengan saudaranya dengan mudahnya mereka saling memaki, menghujat, dan memusuhi sesama manusia karena perbedaan yang disebut Allah sebagai sunnatullah.

Sungguhkah kita saat ini sudah berada di akhir zaman? Sejak zaman Nabi pun, Beliau telah memperingatkan kita sudah berada sedikit lagi di akhir zaman. Namun, kapan kiamat akan menggulung manusia, hanya Allah yang Maha Mengetahui. Manusia hanya mampu berusaha untuk membekali diri dengan keimanan dan ibadah.

Lalu, siapakah yang akan membawa bekal yang cukup di akhir zaman?

Dari Abu Hurairah ra dari Nabi & bersabda, "Ada tujuh golongan yang dinaungi oleh Allah pada hari (kiamat) yang tiada naungan selain naungan-Nya: (1). Penguasa yang adil, (2) Seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam ibadah kepada Allah (3) Seseorang yang hatinya selalu lekat dengan masjid, (4) Dua orang yang saling mencintai karena Allah, bertemu karena-Nya, dan berpisah karena-Nya, (5) Seorang laki-laki yang diajak zina oleh wanita bangsawan yang canrik, namun ia menolak dan berkata: 'Aku takut kepada Allah!", (6) Seorang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya, dan (7) Seorang yang berdzikir kepada Allah sendirian lalu kedua matanya mengangis (karena takut dan harap kepada- Nya)." (HR. Muttafaq'alaih)

Baca juga : 3 Jalan Taubat untuk Menjadi Hamba Yang Rabbani

Pertama, penguasa yang adil. Sungguh menjadi pemimpin adalah amanat yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Menjadi pemimpin adalah ujian karena ia seseorang yang mempunyai kekuasaan untuk melakukan apapun tetapi memberikannya untuk kemanfaatan bagi semua manusia adalah suatu kemuliaan.

Kedua, seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam ibadah. Tentu Allah juga mencintai orang tua yang rajin ibadah. Namun, anak muda yang tumbuh dewasa dengan menghabiskan umurnya untuk beribadah adalah memiliki nilai kesitimewaan tersendiri. 

Ketiga, orang yang selalu dekat dengan masjid. Tidak banyak orang yang hari ini memiliki kesempatan dan kemauan untuk selalu berada di masjid untuk memakmurkan masjid. Orang selalu lekat dengan masjid baik untuk beribadah dan memakmurkannya itu menjadi suatu keistimewaan.

Keempat, orang yang mencintai karena Allah. Inilah peringatan bagi kita semua untuk selalu mencintai manusia dan sesamanya karena Allah.

Kelima, laki-laki yang menolak godaan wanita bangsawan untuk melakukan zina. Ujian iman dan ketakwaan seseorang diuji ketika ia ditawari kesenangan. Orang yang menolak demikian berarti memiliki benteng iman yang kuat.

Keenam, orang bersedekah tetapi tidak pamer. Sedikit sekali orang bersedekah tetapi ia takut untuk diumumkan. Kebanyakan kita termakan sifat riya’ dan sombong atas kebaikan yang kita lakukan.

Ketujuh, orang yang selalu menangis karena selalu ingat kepada Allah. Orang tidak menangis karena penderitaan hidupnya atau kekurangan harta, tetapi orang yang beriman menangis karena takut dosa dan adzab dari Allah.

Itulah tujuh golongan yang dijamin keselamatannya oleh Allah di hari kiamat. Keistimewaaan ketujuh golongan ini karena semata mereka lolos ujian dalam mempertahankan iman, Islam dan ketakwaannya di tengah kesempatan, kesenangan, dan ujian dunia yang melingkupinya setiap hari. Semoga kita bisa menjadi minimal salah satu dari tujuh golongan tersebut. Amin

Wallahu’alam

Comment

LEAVE A COMMENT