Nafkah Suami Kepada Istri yang Mencari Nafkah

Nafkah Suami Kepada Istri yang Mencari Nafkah

Kehidupan dalam keluarga memang tidak mudah. Banyak sekali lika-liku kehidupan yang menyebabkan pasangan suami-istri harus beradaptasi dengan kondisi yang ada. Selayaknya suami adalah bertanggungjawab untuk mencari nafkah, tetapi dalam kondisi tertentu peran itu justru lebih banyak dominan dilakukan istri. Atau dalam kondisi lain, justru istri yang berperan mencari nafkah.

 

Di banyak literatur kitab fiqh, memang benar bahwa wanita itu hendaknya tinggal di rumah-rumah mereka dan tidak keluar rumah apabila tidak ada kebutuhan. Perempuan diperbolehkan keluar rumah jika memang ada hajat/kebutuhannya dengan memenuhi syarat seperti menutup aurat, tidak bersolek (tabarruj) berlebihan, tidak berparfum, dan lain-lain. Selain itu, wanita juga dilarang bepergian jauh (safar) tanpa mahramnya kecuali kondisi mendesak/darurat, misalnya karena kondisi perang, menyelamatkan jiwa dan agama.

 

Kembali pada persoalan wanita yang harus menjadi penanggungjawab ekonomi keluarganya, kita harus memahami bahwa kewajiban memberikan nafkah itu adalah tanggung jawab suami. Namun, apabila tidak ada suami atau tidak mampu menanggung nafkahnya, maka wanita diperbolehkan untuk memperoleh nafkah bagi dirinya dan keluarganya (anaknya), selama tetap memenuhi syarat seperi wajib berhijab (menutup aurat) sempurna, tidak bekerja di tempat yang haram atau mengundang fitnah, dan semisalnya. Tidak boleh wanita merantau sendiri tanpa disertai mahramnya, kecuali dalam kondisi mendesak atau darurat (baca juga kitab fathul qorib).


Baca Juga : Keseteraan dalam Ketaatan: Relasi Istri kepada Suami

 

Lalu, apakah suami tidak wajib memberi nafkah ketika dipenuhi oleh istri? Berbicara soal nafkah yang diinginkan istri kita menafsirkan bahwa nafkah adalah pemberian seorang suami kepada istrinya. Sebenarnya, tanpa kita sadari terkadang kita salah dalam memaknai arti nafkah yang sesungguhnya. Kebanyakan dari kita mengartikan nafkah lahir itu berupa materi yang wujudnya terlihat, sedangkan nafkah batin adalah pemenuhan kebutuhan biologis saja.

 

Kewajiban Nafkah

 

Padahal nafkah batin tidak hanya sebatas itu saja. Menurut kebanyakan kaum hawa, nafkah batin tidak selalu terletak pada pemenuhan kebutuhan biologis, melainkan ada yang lebih dibutuhkan oleh mereka. Mungkin “iya” saat di awal pernikahan. Tapi, seiring perjalanan usia pernikahan, hadirnya berbagai masalah juga kelelahan dalam proses berumahtangga, nafkah batin yang tadinya identik dengan hal yang bergelora, sekarang berubah biasa saja. Namun ada beberapa nafkah batin yang diinginkan istri dengan memadukan kondisi sekarang dan yang tertera dalam al-Qur’an di antaranya yaitu :


1.      Bagaimana seorang suami membantu meringankan pekerjaan rumah yang hal itu memang tanggung jawab suami, namun dibantu oleh istri , dalam hal ini Allah berfirman.

 

َ ۚ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا ۚ

 

“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara maruf seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.” (Q.S. Al Baqarah: 233)


2.      Seorang suami juga memberikan kepercayaan penuh untuk mengelola keuangan dalam keluarganya, sebagaimana firman Allah

 

وَأْتَمِرُوا بَيْنَكُمْ بِمَعْرُوفٍ

 

, dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik.


3.      Seorang suami juga dituntut untuk menerima istri apa adanya dan Tidak membandingkannya dengan wanita lain, dalam hal ini Allah berfirman :

 

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya, ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (Qs.Ar-Ruum : 21)


4.      Dewasa ini banyak sekali umat muslim yang menyukai travelling Luangkan waktu untuk ajak istri jalan-jalan (Travelling), hal ini terkesan sepele, namun Allah sangat mengapresiasi melalui firmannya :

 

هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ ۖ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

 

Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. (QS. Almulk ayat 15)


5.      Jadilah seorang suami teman curhat dan pendengar yang baik bagi istrinya serta saling bertanya mengenai hubungan silaturrahmi Allah berfirman :

 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

“Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu Yang menciptakan kamu dari satu jiwa dan darinya Dia menciptakan jodohnya, dan mengembang-biakan dari keduanya banyak laki-laki dan perempuan; dan bertakwalah kepada Allah swt. yang dengan nama-Nya kamu saling bertanya, terutama mengenai hubungan tali kekerabatan. Sesungguhnya Allah swt. adalah pengawas atas kamu”. (An Nisa: 1)


6.      Membiarkan istri tidur sampai pagi, agar di siang hari dapat membantu yang seharusnya menjadi kewajiban suami yakni di dapur, kasur, dan sumur. Sebagaimana firman Allah :

 

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِبَاسًا وَالنَّوْمَ سُبَاتًا وَجَعَلَ النَّهَارَ نُشُورًا

Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha. (Q.S. Al-Furqaan : 47).

 

Istri yang berjuang demi keluarganya di tengah ketidakmampuan suami patut diacungi jempol. Mereka adalah wanita hebat yang harus keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Suami tentu saja tetap wajib memenuhi nafkah yang setidaknya bisa dilakukan dengan memberikan nafkah batin berupa ketenangan, kepercayaan, ketulusan, dan kebahagian kepada istri yang tiada lelah bekerja.

 

Wallahu A’lam

 

*Farida Asy’ari (Alumni Ma’had Aly situbondo dan Dosen Agama Politeknik Negeri Pontianak )

Comment

  • Friang Friawan Karyadi
    2 months ago
    Sangat menginspirasi dan menambah wawasan dalam hal rumah tangga
  • Jafri
    2 months ago
    Ceritanya bagus dan sangat menginspirasi
  • Mahmuda Maria Ulfa
    2 months ago
    Alhamdulillah, ini dapat menambah pengetahuan kita tentang peran kita sbg suami/istri setelah menikah
  • Aldhy P. Alfiannur
    2 months ago
    Dengan adanya materi ini, kita bisa paham dengan permasalahan yang sering terjadi di kehidupan berumahtangga maupun di kehidupan sehari-hari. Situs ini juga sangat membantu menangani masalah kehidupan namun tetap sesuai dengan Al-Qur'an maupun Al-Hadist
  • Hijrah Akbar
    2 months ago
    Cerita nya Nambah wawasan buat calon2 suami/istri ni 😁,,,
  • Atika janidya
    2 months ago
    Alhamdulillah sangat menambah wawasan yang positif
  • Atika janidya
    2 months ago
    Alhamdulillah sangat menambah wawasan yang positif
  • Sinta pramudia
    2 months ago
    Sangat menambah wawasan
  • iriani widya hastuti
    2 months ago
    Alhamdulillah menambah wawasan dan dapat menginspirasi
  • iriani widya hastuti
    2 months ago
    Alhamdulillah menambah wawasan dan dapat menginspirasi
  • Nurul Hidayati
    2 months ago
    Allahamdulillah menambah pengetahuan dan wawasan kita tentang nafkah jika nanti sudah berumahtangga 😊
  • Anggi rantau septiani
    2 months ago
    Alhamdulillah, apa yang disampaikan menambah wawasan dan pengetahuan bagi pembacanya.. Terima kasih sdh mmberikan ilmu bermanfaat..
  • Riky haris
    2 months ago
    Alhamdulillah, ini dapat menambah pengetahuan kita tentang peran kita sbg suami/istri setelah menikah😇
  • Alhamdulillah , sebagai suami yang Sholehah harus menjaga dan menjadi yang terbaik bagi keluarga
  • Sangat menambah wawasan dan pengetahuan sebagai calon-calon pasutri 😁
  • Laras Vidananti
    2 months ago
    Alhamdulillah materi yg dibahas sangat bermanfaat dan menambah wawasan 👍
  • Debi Shafira
    2 months ago
    Masyaa Allaah sangat membantu bagi pembaca yang ingin segera menikah.. Semoga kita diberi rahmat rumah tangga yang sakinah mawardah warahmah Aamiin
  • rahman
    2 months ago
    sangat luar biasa sekali. meng inspuratif kehidupan .
  • Alhamdulillah apa yang di sampaikan sangat menambah dan pengetahuan kita sebagai pembaca, MasyaAllah
  • Syarifah Maulidia
    2 months ago
    Alhamdulillahh, materi yang di bahas sangatt bagus, agar para lelaki tahu tugas dan kewajiban ketika sudah ingin menjadi suami,,dann dengan materi ini bisa membatu pembaca yang ingin menikah.
  • Nanda Kustriantoro
    2 months ago
    Masyaallah, alhamdulillah bisa menambah wawasan dan pengetahuan bagi para pembaca🙏
  • Ria Evroditha
    2 months ago
    Alhamdulillah terima kasih banyak artikel ini sangat menambah ilmu dan wawasan saya dan kita semua mengenai kebijaksanaan dalam kewajiban menjadi seorang suami maupun seorang istri apakah telah mengikuti atau tidaknya perintah, ketentuan serta larangan Allah SWT. dalam Al Qur'an dan Hadits .
  • Rizki Kurnia Riandza
    2 months ago
    sangat bagus dan menambah ilmu pengetahuan
  • Tri Mardata
    2 months ago
    Alhamdulillah terima kasih banyak artikel ini sangat menambah ilmu dan wawasan saya dan kita semua mengenai kebijaksanaan dalam kewajiban menjadi seorang suami maupun seorang istri apakah telah mengikuti atau tidaknya perintah, ketentuan serta larangan Allah SWT. dalam Al Qur'an dan Hadits . Dan Suami tentu saja tetap wajib memenuhi nafkah yang setidaknya bisa dilakukan dengan memberikan nafkah batin berupa ketenangan, kepercayaan, ketulusan, dan kebahagian kepada istri yang tiada lelah bekerja
  • Sahibul zikri ashraf
    2 months ago
    Alhamdulillah artikel ini menambah wawasan saya karena kewajiban seorang suami itu bukan hanya menafkahi tetapi banyak kewajiban sebagai suami/istri dalam berumahtangga

LEAVE A COMMENT